    {"id":1869,"date":"2021-08-17T12:26:44","date_gmt":"2021-08-17T05:26:44","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/?p=1869"},"modified":"2021-09-29T09:52:56","modified_gmt":"2021-09-29T02:52:56","slug":"mengenal-bahasa-pemrograman-c","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/2021\/08\/mengenal-bahasa-pemrograman-c\/","title":{"rendered":"Mengenal Bahasa Pemrograman C"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bahasa pemrograman adalah suatu bahasa yang hanya dapat dimengerti oleh komputer. Komputer tidak akan jalan tanpa perintah dari kita. Dengan perintah yang kita berikan kepada komputer tersebut, maka komputer tersebut akan membacanya dan memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang kita inginkan. Banyak bahasa pemrograman yang kita akan temui dan pelajari (sebut saja bahasa C, C++, C#, Java, dan lain-lainnya) pada saat kita ingin membuat suatu program. Namun, untuk artikel ini, kita akan berfokus terhadap bahasa yang sering kalian temui sebagai pemula, yaitu bahasa C.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bahasa C adalah bahasa pemrograman prosedural yang dapat digunakan untuk membangun software seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">operating system, database, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan lainnya. Bahasa ini diciptakan oleh Dennis Ritchie untuk menciptakan aplikasi sistem yang dapat berinteraksi dengan hardware secara langsung. Bahasa ini juga mempunyai beberapa fakta yang menarik seperti menjadi penerus bahasa B, menjadi bahasa yang menciptakan operating system yang bernama UNIX, dan telah diformalkan oleh American National Standard Institute (ANSI) pada tahun 1988.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bahasa C tentunya adalah bahasa yang dapat dijadikan sebagai bahasa pemrograman pertama bagi pemula. Namun, perlu kalian ketahui bahwa bahasa C juga dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mother language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">system programming language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">procedure-oriented programming language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">structured programming language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mid-level programming language.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Berikut penjelasannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bahasa C dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mother language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> karena sebagian besar compiler, kernel, dan lainnya dicatat dalam bahasa ini dan beberapa bahasa pemrograman lainnya mengikuti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">syntax<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bahasa ini seperti C++, Java, dan lainnya. Bahasa C sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">system<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">programming language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat digunakan untuk melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">low-level programming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Bahasa C sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">procedural language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menentukan beberapa langkah untuk program agar dapat menyelesaikan masalah. Bahasa C sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">structured procedural language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berarti bahasa ini dapat memecahkan sebuah program menjadi bagian-bagian sehingga dapat dimengerti dengan mudah. Bahasa C sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mid-level programming language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mendukung kedua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">low-level <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">high-level language.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tentunya, bahasa C dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari kita karena bahasa ini menghasilkan kode yang berjalan hampir secepat kode yang ditulis dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">assembly language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Contoh penggunaan bahasa C antara lain Operating Systems, Language Compilers, Text Editors, Network Drivers, Databases, dan Utilities.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bahasa C adalah langkah pertama yang cocok bagi semua orang yang ingin memulai pemrograman. Tentunya, ada bahasa-bahasa pemrograman lain yang kalian dapat coba. Tetapi, alangkah baiknya kalau kita perlu mencari sesuatu yang mudah dipahami terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahasa pemrograman adalah suatu bahasa yang hanya dapat dimengerti oleh komputer. Komputer tidak akan jalan tanpa perintah dari kita. Dengan perintah yang kita berikan kepada komputer tersebut, maka komputer tersebut akan membacanya dan memberikan output yang kita inginkan. Banyak bahasa pemrograman yang kita akan temui dan pelajari (sebut saja bahasa C, C++, C#, Java, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":1870,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1869","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1869"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1871,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1869\/revisions\/1871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}