    {"id":1583,"date":"2021-04-12T12:00:42","date_gmt":"2021-04-12T05:00:42","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/?p=1583"},"modified":"2021-05-06T13:08:36","modified_gmt":"2021-05-06T06:08:36","slug":"artificial-intelligence-ai-alat-untuk-mempermudah-kehidupan-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/2021\/04\/artificial-intelligence-ai-alat-untuk-mempermudah-kehidupan-manusia\/","title":{"rendered":"Artificial Intelligence (AI), Alat Untuk Mempermudah Kehidupan Manusia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada abad ke-21 ini, teknologi bukanlah sebuah kata yang asing didengar oleh kita. Hal tersebut dikarenakan, teknologi berada disekitar kita atau bahkan kita sering gunakan untuk kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi sendiri merupakan sebuah kabar gembira untuk seluruh manusia karena manusia tidak perlu mengeluarkan tenaga serta biaya lebih untuk mengerjakan pekerjaannya. Salah satu perkembangan teknologi yang cukup membantu dan berpengaruh terhadap kehidupan manusia adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(AI) atau Kecerdasan Buatan. Namun apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (AI)? Secara singkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan simulasi dari kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga memiliki karakteristik tersendiri, yaitu kemampuan untuk merasionalisasi dan mengambil tindakan yang memiliki peluang terbaik untuk mencapai tujuan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hal pertama yang mungkin dipikirkan oleh kita saat mendengar kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah robot. Namun, pada dasarnya Artificial Intelligence merupakan salah satu cabang dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">computer science<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau teknik informatika. Banyak orang yang berpikiran seperti itu dikarenakan sumber atau referensi yang mereka baca atau tonton merupakan penerapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tetapi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sendiri melibatkan pengembangan program komputer untuk menyelesaikan tugas-tugas yang seharusnya membutuhkan kecerdasan manusia. Tujuan dibuatnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah memahami kecerdasan, membuat suatu teknologi menjadi lebih bermanfaat, serta membentuk teknologi dan mesin yang lebih pintar. Jadi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tidak bisa dikatakan sebagai robot.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dibagi menjadi 2 kategori, yaitu AI lemah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">weak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> AI) dan AI kuat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">strong <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">AI).<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>AI Kuat (<i>strong <\/i>AI)<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">AI Kuat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">strong <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">AI), juga dikenal sebagai kecerdasan umum buatan, adalah sistem AI dengan kemampuan kognitif manusia yang digeneralisasikan. Saat dihadapkan pada tugas yang tidak biasa, sistem AI yang kuat mampu menemukan solusi tanpa campur tangan manusia. Ini didefinisikan sebagai mesin dengan kemampuan untuk menerapkan kecerdasan pada masalah apa pun, bukan hanya satu masalah tertentu (karenanya kadang-kadang dianggap membutuhkan kesadaran, perasaan dan pikiran).<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><b>AI Lemah (<i>weak<\/i> AI)<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">AI lemah, juga dikenal sebagai AI sempit, adalah sistem AI yang dirancang dan dilatih untuk tugas tertentu. Kecerdasan buatan yang lemah difokuskan pada satu tugas sempit. Banyak sistem yang ada saat ini yang mengklaim menggunakan &#8220;kecerdasan buatan&#8221; kemungkinan besar beroperasi sebagai AI lemah yang berfokus pada masalah spesifik yang didefinisikan secara sempit. AI yang lemah bisa berbahaya karena &#8220;kerapuhan&#8221; ini dan gagal dengan cara yang tidak terduga. AI yang lemah dapat menyebabkan gangguan pada jaringan listrik, merusak pembangkit listrik tenaga nuklir, menyebabkan masalah ekonomi global, dan kendaraan otonom salah arah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada tahun 2021 ini, kita tidak perlu susah payah lagi mencari atau melihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (AI). Karena hal tersebut dapat dilihat disekitar kita, seperti ID Muka (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Face ID<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dari perusahaan Apple yang sangat mempermudah kita untuk membuka kunci layar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smartphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang kita miliki, lalu sistem rekomendasi yang berada di beberapa platform hiburan besar seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Youtube, Facebook, Instagram, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan lainnya dengan begitu semua orang yang menggunakan platform tersebut tidak bosan untuk membuka atau memanfaatkan platform tersebut untuk mengisi waktu luang mereka. Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">juga sudah merambah ke fasilitas-fasilitas hiburan. Salah satu contohnya adalah hotel Henn-na di Jepang, mereka memanfaatkan robot yang dilengkapi dengan teknologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk melayani tamu, bahkan terdapat fitur unik dari robot tersebut, yaitu membangunkan kita saat pagi hari, menyetel musik, dan mengatur pencahayaan di kamar hotel yang ditempati tamu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Fitur-fitur tersebut merupakan pengembangan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sehingga mempermudah pekerjaan serta menghemat biaya. Oleh karena itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan teknologi yang sangat membantu kehidupan manusia baik dari pekerjaan hingga hiburan. Dengan memanfaatkannya dengan bijak pula kita pasti bisa memajukan negeri tercinta kita.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada abad ke-21 ini, teknologi bukanlah sebuah kata yang asing didengar oleh kita. Hal tersebut dikarenakan, teknologi berada disekitar kita atau bahkan kita sering gunakan untuk kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi sendiri merupakan sebuah kabar gembira untuk seluruh manusia karena manusia tidak perlu mengeluarkan tenaga serta biaya lebih untuk mengerjakan pekerjaannya. Salah satu perkembangan teknologi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":1584,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1583","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1583"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1583\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1638,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1583\/revisions\/1638"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}