    {"id":1490,"date":"2021-03-17T15:00:38","date_gmt":"2021-03-17T08:00:38","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/?p=1490"},"modified":"2021-05-06T13:11:34","modified_gmt":"2021-05-06T06:11:34","slug":"aktuaris-prospek-lulusan-matematika-yang-jarang-diketahui-dengan-gaji-fantastis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/2021\/03\/aktuaris-prospek-lulusan-matematika-yang-jarang-diketahui-dengan-gaji-fantastis\/","title":{"rendered":"Aktuaris, Prospek Lulusan Matematika yang Jarang Diketahui  dengan Gaji Fantastis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Aktuaris merupakan salah satu pekerjaan yang mungkin masih jarang diketahui oleh orang awam. Ilmu aktuaria sendiri merupakan bidang ilmu mengenai asuransi atau pengelolaan risiko di masa yang akan datang. Ilmu ini mengkombinasikan berbagai jenis ilmu, mulai dari matematika, statistika, ekonomi, bahkan sampai pemrograman komputer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam beberapa tahun belakangan, kebutuhan akan aktuaris kian meningkat, mengikuti dengan arus perkembangan pada beberapa aspek seperti keuangan, sosial, dan lainnya. Aktuaris paling banyak dibutuhkan di bidang asuransi dengan beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">job desc <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">seperti melakukan analisa, merancang produk asuransi baru, menentukan tingkat premi asuransi, dan lainnya. Jumlah aktuaris yang sudah tersertifikasi hingga sekarang hanya sekitar 500 orang, padahal kebutuhan akan aktuaris sangat banyak, maka dari itu profesi aktuaris ini sangat dihargai di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk menjadi seorang aktuaris, terdapat beberapa tahap ujian sertifikasi dari PAI (Persatuan Aktuaris Indonesia) yang harus diambil, dari tahap pertama yaitu tingkat ajun aktuaris (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Associate)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang terdiri dari delapan modul ujian, mulai dari matematika keuangan, probabilitas dan statistika, matematika aktuaria, dan lainnya. Setelah lulus dalam sertifikasi ini, maka peserta akan mendapat gelar yaitu ASAI (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Associate of the Society of Actuaries of Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Tahap yang selanjutnya adalah tahapan lanjutan untuk melanjutkan tiga modul lagi agar mendapat gelar FSAI (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Fellow Society of Actuaries of Indonesia).<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Selain mengikuti ujian dari PAI, kini beberapa universitas sudah menyediakan penyetaraan sertifikasi aktuaris, para peserta yang terdiri dari mahasiswa di universitas yang menyediakan penyetaraan ini hanya perlu lulus pada mata kuliah yang memang sudah disetarakan dengan modul ujian di PAI, maka peserta tidak perlu mengikuti ujian dengan PAI. Melihat tingginya kebutuhan akan aktuaris di Indonesia, beberapa perguruan tinggi mulai membuka program studi aktuaria untuk semakin mempersiapkan jumlah aktuaris di Indonesia, perguruan tinggi yang menyediakan program studi aktuaria antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Surya, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Prasetiya Mulya, dan Universitas Pelita Harapan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sesuai dengan ujian\u2013ujian yang harus diambil, dapat dilihat bahwa untuk menjadi aktuaris harus menguasai beberapa bidang, seperti matematika, statistika, ekonomi, dan pemrograman komputer, maka dari itu calon aktuaris harus cinta dengan matematika itu sendiri. Walau ilmu aktuaria berhubungan erat dengan matematika, untuk menjadi aktuaris tidak terikat dengan jurusan yang diambil, tidak harus dari jurusan matematika, teknik komputer, statistik, atau ilmu ekonomi, selama para calon bisa menyelesaikan semua modul yang ada, maka dia bisa menjadi seorang aktuaris. Namun, memang kebanyakan aktuaris memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">background <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang berhubungan karena mereka yang berasal dari jurusan matematika atau lainnya yang berhubungan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih dibanding jurusan yang lain. Kini karena semakin banyak jumlah aktuaris yang dibutuhkan, sudah ada beberapa penyelenggara kursus untuk mengikuti ujian aktuaris, namun tetap harus mempersiapkan dana yang tidak sedikit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Apa yang dikerjakan aktuaris akan selalu berhubungan dengan risiko, maka dari itu aktuaris memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Risiko merupakan suatu akibat atau konsekuensi buruk terhadap proses yang sedang berlangsung yang bisa terjadi di masa yang akan datang. Fungsi Aktuaria adalah sebagai penilai risiko, penerjemah risiko, penaksir dan pengkalkulasi kemungkinan terjadinya kemungkinan risiko. Beberapa hal yang dilakukan oleh seorang aktuaris yaitu harus memastikan nasabah membayar premi sesuai dengan resikonya, harus memastikan premi yang terkumpul cukup untuk membayar klaim yang akan terjadi dan menutupi biaya operasional perusahaan, dan memastikan bahwa premi yang terkumpul wajar dan bersaing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Aktuaria sering dikaitkan dengan investasi dan valuasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">asset<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">investment and valuation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), manajemen risiko (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Risk Management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), asuransi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">insurance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), dan dana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pension superannuation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> karena tugas seorang aktuaris memang menghitung secara rinci segala resiko dengan keuangan yang mungkin muncul karena kegiatan ekonomi. Tugas aktuaris yang lainnya yaitu membuat dan menetapkan sebuah harga produk asuransi menggunakan tingkat mortalita, tingkat investasi, skala biaya, klasifikasi risiko, tingkat morbidita dan skala penjualan, membuat estimasi atas risiko yang menjamin kesehatan keuangan dan memastikan kecukupan kewajiban. Selain itu aktuaris juga bertugas untuk membuat proyeksi dan analisis teknis perkembangan perusahaan seperti membuat analisis kecukupan pemasukan dan kewajiban, meninjau ulang kecukupan tingkat mortalita dan morbidita, meninjau ulang kecukupan tingkat investasi, meninjau ulang kecukupan dan kewajaran biaya-biaya, meninjau ulang risiko yang ada dengan kewajarannya serta meninjau ulang harga atas penjualan dengan volume penjualan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dapat dilihat bahwa aktuaris memiliki tanggung jawab yang besar ditambah dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">jobdesc <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang cukup sulit, serta aktuaris merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">high demand job<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, maka aktuaris akan sangat dihormati keberadaannya, dan memiliki gaji yang sangat fantastis. Aktuaris memiliki beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan besar gajinya dan gelarnya. Karir seorang Aktuaris dimulai sebagai Actuarial Analyst, gajinya sekitar 4 hingga 7 juta rupiah per bulan, setelah lulus lima mata ujian sertifikasi, seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Actuarial Analyst<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Associate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang memenuhi ASAI (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Associate Societies Actuary Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dengan gaji berkisar 10 hingga 25 juta per bulan, selanjutnya, seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Associate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan naik ke level <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Manager Actuary<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan gaji 38 juta rupiah per bulan, setelahnya menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Fellow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ke posisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Appointed Actuary<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan gelar dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Fellow Societies Actuary Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan gaji lebih dari 50 juta Rupiah per bulan, kemudian naik lagi ke level <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Chief Actuary<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dimana gaji seorang Aktuaris akan selevel dengan gaji direktur utama perusahaan-perusahaan besar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>References:\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.aktuaris.or.id\/page\/content\/14\/bagaimana-menjadi-aktuaris\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.aktuaris.or.id\/page\/content\/14\/bagaimana-menjadi-aktuaris<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.simulasikredit.com\/yang-perlu-diketahui-tentang-aktuaria-dan-aktuaris\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.simulasikredit.com\/yang-perlu-diketahui-tentang-aktuaria-dan-aktuaris\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/mamikos.com\/info\/universitas-dengan-jurusan-aktuaria-di-indonesia\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/mamikos.com\/info\/universitas-dengan-jurusan-aktuaria-di-indonesia\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/suneducationgroup.com\/app\/sun-media-app\/news-app\/5-fakta-penting-tentang-profesi-aktuaris\/#:~:text=Saat%20ini%2C%20baru%20ada%20sekitar,lebih%20dari%20250%20juta%20jiwa.\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/suneducationgroup.com\/app\/sun-media-app\/news-app\/5-fakta-penting-tentang-profesi-aktuaris\/#:~:text=Saat%20ini%2C%20baru%20ada%20sekitar,lebih%20dari%20250%20juta%20jiwa\u00a0<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aktuaris merupakan salah satu pekerjaan yang mungkin masih jarang diketahui oleh orang awam. Ilmu aktuaria sendiri merupakan bidang ilmu mengenai asuransi atau pengelolaan risiko di masa yang akan datang. Ilmu ini mengkombinasikan berbagai jenis ilmu, mulai dari matematika, statistika, ekonomi, bahkan sampai pemrograman komputer.\u00a0 Dalam beberapa tahun belakangan, kebutuhan akan aktuaris kian meningkat, mengikuti dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":1491,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1490","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1490","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1490"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1490\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1641,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1490\/revisions\/1641"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himmat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}