    {"id":1619,"date":"2020-08-29T21:36:35","date_gmt":"2020-08-29T14:36:35","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/?p=1619"},"modified":"2020-08-29T21:36:35","modified_gmt":"2020-08-29T14:36:35","slug":"pengertian-dan-perbedaan-ui-ux-designer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/2020\/08\/29\/pengertian-dan-perbedaan-ui-ux-designer\/","title":{"rendered":"Pengertian dan Perbedaan UI &amp; UX Designer"},"content":{"rendered":"<p>UI dan UX seringkali disalahartikan sebagai hal yang sama oleh banyak orang atau pengertiannya terbalik satu sama lain. Walaupun begitu, kedua hal ini adalah dua hal yang saling berhubungan erat dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri.<\/p>\n<p>UI (<em>User Interface<\/em>) adalah bagaimana suatu <em>website<\/em> atau aplikasi yang kamu buat terlihat dan berbentuk seperti apa. Hal tersebut mencakup <em>layout<\/em> (tata letak), <em>visual design<\/em> (desain visual), dan <em>branding<\/em>. Juga berisi kombinasi berbagai macam konten (dokumen, teks, gambar, video, dan lainnya), <em>form<\/em> (tombol, <em>label, text field, check box, drop-down list<\/em>, desain grafis, dll), dan perilaku (apa yang terjadi jika user mengklik\/menyeret\/mengetik).<\/p>\n<p>UX (<em>User Experience<\/em>) berkonsentrasi pada bagaimana sebuah produk terasa, apakah itu memecahkan masalah bagi <em>user<\/em>, mudah digunakan, dan tidak membingungkan. Produk dengan desain UX yang baik tentunya akan menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi para <em>user<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Perbedaan UI dan UX<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Tujuan desain<\/li>\n<\/ol>\n<p>Fokus desain UI adalah keindahan tampilan dan kerapian <em>layout<\/em>. Sementara itu, fokus desain UX adalah kepuasan yang diberi produk kepada para <em>user<\/em>. Desain UI akan mempengaruhi kesan terhadap produk sementara UX mempengaruhi pengalaman saat menggunakan produk.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Proses desain<\/li>\n<\/ol>\n<p>Proses desain UI dilakukan dengan riset desain yang menarik dan sesuai dengan konsep yang ingin dicapai. Para desainer perlu merancang model desain dengan membuat <em>mock up<\/em>. Kemudian proses desain UX dilakukan dengan riset pengguna sehingga bisa menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan para <em>targeted user<\/em>. Proses ini jauh lebih sulit dan memiliki banyak tahapan. Begitu proses riset selesai, para desainer akan ke tahap berikutnya yaitu membuat <em>wireframe<\/em> dan <em>prototype<\/em>.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Komponen<\/li>\n<\/ol>\n<p>Komponen yang membangun desain UI berfokus pada keindahan tampilan produksi. Komponen UI tersebut di antaranya meliputi warna, gambar dan video animasi, <em>typography<\/em>, <em>buttons<\/em>, dan visual interaksi lainnya. Sementara itu, komponen desain UX meliputi hampir seluruh komponen pada suatu produk seperti fitur-fitur, struktur desain, dan navigasi. Termasuk juga tampilan <em>interface<\/em>, <em>copywriting<\/em>, hingga <em>branding<\/em>, sehingga diperlukan kolaborasi tim untuk menghasilkan desain produk yang baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tabel Perbedaan<\/strong><\/p>\n<table width=\"561\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><strong>Perbedaan<\/strong><\/td>\n<td><strong><em>User Interface<\/em><\/strong><strong> (UI)\u00a0<\/strong><\/td>\n<td><strong><em>User Experience<\/em><\/strong><strong> (UX)\u00a0<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Tujuan<\/strong><\/td>\n<td><strong>Membuat tampilan produk lebih menarik\u00a0<\/strong><\/td>\n<td><strong>Memberikan kenyamanan saat memakai produk\u00a0<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Fokus<\/strong><\/td>\n<td><strong>Berfokus pada tampilan yang bagus<\/strong><\/td>\n<td><strong>Berfokus pada kenyamanan pengguna<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Elemen<\/strong><\/td>\n<td><strong>Animasi, <em>typography<\/em>, warna, video, <em>buttons<\/em>, dll<\/strong><\/td>\n<td><strong><em>Usability<\/em>, navigasi, struktur desain, fitur-fitur, <em>interaction design<\/em>, dll\u00a0<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong><em>Based on<\/em><\/strong><\/td>\n<td><strong>Desain berdasarkan riset desain dan konsep produk<\/strong><\/td>\n<td><strong>Desain berdasarkan riset pengguna<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong><em>Tools<\/em><\/strong><\/td>\n<td><strong>Spesifikasi utama desain grafis, seperti\u00a0Flinto, Principle, Frames X, Adobe Illustrator<\/strong><\/td>\n<td><strong>Spesifikasi utama <em>prototyping<\/em> seperti\u00a0Sketch, InVision, Figma, Adobe XD, Axure<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong><em>Pre-building<\/em><\/strong><\/td>\n<td><strong>Berupa <em>mock up<\/em><\/strong><\/td>\n<td><strong>Berupa <em>wireframe<\/em> dan <em>prototype<\/em><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong><em>Skills<\/em><\/strong><strong> yang dibutuhkan<\/strong><\/td>\n<td><strong>Desain grafis, <em>creative thinking, convergent thinking, desain branding.<\/em>\u00a0<\/strong><\/td>\n<td><strong>Riset, <em>critical thinking, creative thinking, analysis, problem solving,\u00a0wireframing.<\/em><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/www.niagahoster.co.id\/blog\/perbedaan-ui-dan-ux\/\">https:\/\/www.niagahoster.co.id\/blog\/perbedaan-ui-dan-ux\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UI dan UX seringkali disalahartikan sebagai hal yang sama oleh banyak orang atau pengertiannya terbalik satu sama lain. Walaupun begitu, kedua hal ini adalah dua hal yang saling berhubungan erat dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. UI (User Interface) adalah bagaimana suatu website atau aplikasi yang kamu buat terlihat dan berbentuk seperti apa. Hal tersebut mencakup [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":1621,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1619","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1619","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1619"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1619\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1620,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1619\/revisions\/1620"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himka\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}