    {"id":4786,"date":"2026-05-28T21:06:47","date_gmt":"2026-05-28T14:06:47","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=4786"},"modified":"2026-05-28T21:06:48","modified_gmt":"2026-05-28T14:06:48","slug":"mencari-semangat-melalui-filosofi-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2026\/05\/mencari-semangat-melalui-filosofi-jepang\/","title":{"rendered":"Mencari Semangat melalui Filosofi Jepang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14px\"><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2026\/05\/mencari-semangat-melalui-filosofi-jepang\/img_8780\/\" rel=\"attachment wp-att-4787\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4787\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2026\/05\/IMG_8780.jpeg\" alt=\"\" width=\"738\" height=\"415\" \/><\/a>Sumber: <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/share.google\/pXzpXgWFn6jyrvb1f\">https:\/\/share.google\/pXzpXgWFn6jyrvb1f<\/a><span style=\"font-size: 14px\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Suka bingung gak, sih, setiap kali gak ada aktivitas yang menarik? Mau ngerjain tugas tapi gak mood, mau nyari hiburan tapi malah gabut. Kadang, kita juga jadi menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial atau melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Namun, pernah gak terpikir, kok bisa ya orang-orang Jepang dikenal sangat disiplin dan mampu menjalani aktivitas dengan teratur?<\/p>\n<p>Perasaan malas, bosan, atau kehilangan semangat sebenarnya bisa muncul ketika kita merasa lelah, tidak memiliki tujuan yang jelas, maupun belum mampu mengatur prioritas dengan baik. Di Jepang sendiri, terdapat beberapa prinsip hidup dan filosofi yang dijadikan acuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Filosofi-filosofi ini membantu seseorang untuk tetap memiliki motivasi, semangat juang, dan alasan untuk terus melangkah. Nah, bagaimana, sih, cara orang Jepang melawan rasa malas dan tetap memiliki semangat yang kuat?<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2026\/05\/mencari-semangat-melalui-filosofi-jepang\/img_8781\/\" rel=\"attachment wp-att-4788\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4788\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2026\/05\/IMG_8781.jpeg\" alt=\"\" width=\"736\" height=\"414\" \/><\/a>Sumber: <a href=\"https:\/\/share.google\/TrXDSIgaNRDJqNyNa\">https:\/\/share.google\/TrXDSIgaNRDJqNyNa<\/a><\/p>\n<p><strong>Prinsip <em>Ikigai<\/em> dan <em>Ganbaru<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Dalam budaya Jepang, terdapat istilah <em>ikigai<\/em>, yaitu alasan seseorang untuk hidup dan menjalani hari-harinya. <em>Ikigai<\/em> bukan hanya tentang pekerjaan atau cita-cita besar, tetapi juga hal-hal kecil yang membuat hidup terasa berarti. Misalnya, ingin membahagiakan keluarga, mengejar impian tertentu, atau sekadar ingin menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Dengan memiliki tujuan yang jelas, seseorang akan memiliki arah dalam hidupnya dan tidak mudah merasa kosong maupun kehilangan semangat.<\/p>\n<p>Ketika kita berhasil mencapai tujuan, sekecil apa pun itu, kita akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri. Hal inilah yang membuat usaha terasa <em>rewarding<\/em>. Sebaliknya, kesenangan tanpa usaha seringkali hanya memberikan rasa puas sesaat dan akhirnya membuat kita merasa bosan kembali. Oleh karena itu, orang Jepang juga mengenal prinsip <em>ganbaru<\/em>, yaitu semangat untuk terus berusaha dan tidak menyerah meskipun keadaan terasa sulit. Filosofi ini mengajarkan bahwa kesuksesan tidak hanya dicapai melalui kemampuan atau bakat, tetapi juga melalui ketekunan, kesabaran, dan usaha yang terus dilakukan sedikit demi sedikit.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2026\/05\/mencari-semangat-melalui-filosofi-jepang\/img_8782\/\" rel=\"attachment wp-att-4789\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4789\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2026\/05\/IMG_8782.jpeg\" alt=\"\" width=\"728\" height=\"410\" \/><\/a>Sumber: <a href=\"https:\/\/share.google\/QboPYsNYRrAiRs4YT\">https:\/\/share.google\/QboPYsNYRrAiRs4YT<\/a><\/p>\n<p><strong>Prinsip <em>Nana Korobi Ya Oki<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Selain <em>ikigai<\/em> dan <em>ganbaru<\/em>, terdapat pula filosofi Jepang bernama <em>nana korobi ya oki<\/em>, yang berarti \u201cjatuh tujuh kali, bangkit delapan kali\u201d. Filosofi ini menggambarkan sikap pantang menyerah yang sangat dijunjung oleh masyarakat Jepang. Dalam hidup, kegagalan, rasa lelah, dan masa-masa sulit tentu akan datang. Namun, yang terpenting bukanlah seberapa sering kita jatuh, melainkan seberapa kuat kita untuk bangkit kembali.<\/p>\n<p>Terkadang, proses menuju tujuan memang terasa melelahkan dan penuh tantangan. Akan tetapi, ketika suatu hari kita berhasil mencapai titik yang diinginkan, kita akan melihat kembali seluruh perjuangan tersebut sebagai sesuatu yang berharga dan layak untuk diperjuangkan. Semua usaha, rasa lelah, dan air mata akan terasa <em>worth it<\/em> karena telah membawa kita menjadi pribadi yang lebih kuat.<\/p>\n<p>Karena itu, kita tetap harus berusaha untuk menggapai titik yang kita inginkan, ya! Setiap orang memiliki tujuan dan jalan hidup yang berbeda-beda, tetapi semuanya pasti ingin meraih sesuatu dalam hidupnya. Nanti, ketika kita berhasil mencapai titik yang selama ini diimpikan, kita bisa berkata pada diri sendiri, \u201cAku sudah melalui rintangan seberat itu, dan sekarang aku sudah berhasil mencapai impianku.\u201d<\/p>\n<p>Sumber Referensi:<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/retnoendrastuti3060\/657bad6cde948f211b5829c3\/prinsip-hidup-orang-jepang-untuk-menghalau-malas-dan-prokastinasi?page=all\">https:\/\/www.kompasiana.com\/retnoendrastuti3060\/657bad6cde948f211b5829c3\/prinsip-hidup-orang-jepang-untuk-menghalau-malas-dan-prokastinasi?page=all<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/habibi-tm\/ganbaru-filosofi-bertahan-dan-berjuang-di-tengah-kehidupan-di-tengah-dunia-maju-23guexYv7vY\">https:\/\/kumparan.com\/habibi-tm\/ganbaru-filosofi-bertahan-dan-berjuang-di-tengah-kehidupan-di-tengah-dunia-maju-23guexYv7vY<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/lokerkejepang.id\/2024\/12\/05\/hello-hello\/\">https:\/\/lokerkejepang.id\/2024\/12\/05\/hello-hello\/<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p>Penulis: 2902722273 &#8211; Shabrina Alfarizqy Sutarjo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: https:\/\/share.google\/pXzpXgWFn6jyrvb1f\u00a0 Suka bingung gak, sih, setiap kali gak ada aktivitas yang menarik? Mau ngerjain tugas tapi gak mood, mau nyari hiburan tapi malah gabut. Kadang, kita juga jadi menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial atau melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Namun, pernah gak terpikir, kok bisa ya orang-orang Jepang dikenal sangat disiplin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":4790,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-4786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4786"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4786\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4792,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4786\/revisions\/4792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}