{"id":4753,"date":"2026-05-07T22:03:56","date_gmt":"2026-05-07T15:03:56","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=4753"},"modified":"2026-05-07T22:20:40","modified_gmt":"2026-05-07T15:20:40","slug":"mengapa-titan-dari-attack-on-titan-seharusnya-hancur-karena-berat-badan-sendiri-dan-bagaimana-ceritanya-membuatnya-masuk-akal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2026\/05\/mengapa-titan-dari-attack-on-titan-seharusnya-hancur-karena-berat-badan-sendiri-dan-bagaimana-ceritanya-membuatnya-masuk-akal\/","title":{"rendered":"Mengapa Titan dari Attack on Titan Seharusnya Hancur Karena Berat Badan Sendiri dan Bagaimana Ceritanya Membuatnya Masuk Akal!?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14px;text-align: justify\"><br \/>\n<a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2026\/05\/mengapa-titan-dari-attack-on-titan-seharusnya-hancur-karena-berat-badan-sendiri-dan-bagaimana-ceritanya-membuatnya-masuk-akal\/img_8479\/\" rel=\"attachment wp-att-4754\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4754\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2026\/05\/IMG_8479.png\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"174\" \/><\/a><br \/>\nHalo minasan! Pasti kalian pernah menonton atau mendengar anime <em>Shingeki no Kyojin<\/em> atau <em>Attack on Titan<\/em>, kan? Namun, kalian pernah merasa aneh gak sih, mengapa <em>Colossal Titan<\/em> yang tingginya 60 meter masih dapat berdiri dengan tegak? Ternyata hal ini tuh dapat dijelaskan tahu\u2026secara sains ?.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi begini, ada alasan mengapa raksasa itu tidak ada di dunia nyata. Hal ini disebabkan hal yang dinamakan <em>square cube law<\/em> ?. Simpelnya, menurut <em>square cube law<\/em>, ketika kita bertumbuh, kita tidak hanya tumbuh makin tinggi, tetapi juga makin lebar. Karena badannya makin besar, berat badannya pun makin besar. Namun, kekuatan tulang kita untuk menopang tubuh ada batasnya, sehingga secara alami manusia tidak bisa tumbuh setinggi, katakanlah jerapah. Tubuh kita tidak didesain untuk menahan beban seberat itu. Itulah mengapa raksasa tidak bisa ada di dunia nyata. Karena kalau pun ada, ia tidak dapat berdiri dan bergerak karena kesusahan menopang dirinya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk membayangkannya, bayangkan kamu membuat suatu model kit humanoid. Model kit itu dapat berdiri dengan tegak. Kemudian, bayangkan model kit itu berubah jadi 10x lipat ukuran awalnya, namun kamu tidak mengubah struktur dalamnya. Model kit itu tiba-tiba tidak dapat berdiri tegak lagi tanpa kamu beri alat bantu seperti <em>stand.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2026\/05\/mengapa-titan-dari-attack-on-titan-seharusnya-hancur-karena-berat-badan-sendiri-dan-bagaimana-ceritanya-membuatnya-masuk-akal\/img_8480\/\" rel=\"attachment wp-att-4755\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4755\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2026\/05\/IMG_8480.png\" alt=\"\" width=\"256\" height=\"320\" \/><\/a>Gambar 1 Struktur dalam\/inner frame untuk RG RX-78-2 (skala 1\/144)<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DAqmgLfyeys\/?img_index=2\">https:\/\/www.instagram.com\/p\/DAqmgLfyeys\/?img_index=2<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2026\/05\/mengapa-titan-dari-attack-on-titan-seharusnya-hancur-karena-berat-badan-sendiri-dan-bagaimana-ceritanya-membuatnya-masuk-akal\/img_8480\/\" rel=\"attachment wp-att-4755\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4755\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2026\/05\/IMG_8480.png\" alt=\"\" width=\"256\" height=\"320\" \/><\/a><br \/>\nGambar 2 Struktur dalam\/inner frame untuk PG RX-78-2 (skala 1\/60)<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: <a href=\"https:\/\/kusakusa.wordpress.com\/2021\/12\/12\/pgu-rx-78-2-inner-frame\/\">https:\/\/kusakusa.wordpress.com\/2021\/12\/12\/pgu-rx-78-2-inner -frame\/.<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 14px\">Dari dua gambar di atas, dapat dilihat bahwa struktur dalam milik model yang berskala 1\/60 memiliki desain yang lebih detail dan lebih kompleks. Hal tersebut membuktikan bahwa untuk dapat menopang perubahan berat dan ukuran itu, diperlukan perubahan pada struktur dalam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Eh-Eh Tapi\u2026.ini juga bisa dijelasin lewat matematika loh ?! Bayangkan suatu kubus memiliki panjang 1 meter, tinggi 1 meter, dan lebar 1 meter. Dengan mengali panjang dan lebarnya:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">1 m \u00d7 1 m<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">maka luas alasnya adalah 1 m\u00b2. Kemudian, dengan mengali panjang, lebar, dan tingginya:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">1 m \u00d7 1 m \u00d7 1 m<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">maka didapatkan volumenya adalah 1 m\u00b3. Namun, jika kita menaikkan ukuran kubus tersebut menjadi kubus dengan panjang 10 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 10 meter. Maka luas alasnya menjadi 100 m\u00b2, namun volumenya menjadi 1000 m\u00b3 ?\u200d?. Luas alas ini dapat dianalogikan sebagai kekuatan tulang untuk menopang dan volume dapat dianalogikan sebagai berat tubuh ?. Dengan kata lain, makin besar ukurannya, bebannya bertambah jauh lebih cepat dibanding kekuatan untuk menopangnya ?.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun, di sinilah letak kejeniusan Hajime Isayama. Dalam manga <em>Attack on Titan<\/em> chapter 20, Hange menemukan bahwa Titan itu <em>surprisingly<\/em> ringan ?! Artinya meskipun Titan itu tubuhnya besar, isi sebenarnya kopong dan kebanyakan hanyalah udara. Artinya, meskipun ukurannya besar, berat aslinya tidak sebesar yang kita bayangkan. Dengan kata lain, Titan tidak \u201cseberat\u201d makhluk sebesar itu di dunia nyata.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2026\/05\/mengapa-titan-dari-attack-on-titan-seharusnya-hancur-karena-berat-badan-sendiri-dan-bagaimana-ceritanya-membuatnya-masuk-akal\/img_8482\/\" rel=\"attachment wp-att-4757\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4757\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2026\/05\/IMG_8482.png\" alt=\"\" width=\"227\" height=\"320\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 3 Keterangan Hange tentang bobot Titan sesungguhnya<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber:\u00a0 Manga Attack on Titan chapter 20 \u201cSpecial Operations Squad\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimana minasan? Sudah pahamkah penjelasan terkait sains dalam Titan di <em>Attack on Titan<\/em>? Ternyata dalam anime pun, ada hal yang dapat dijelaskan secara sains ya\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penulis:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Andira Farras Syafiq<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">2902728402<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Fajrul Fx. (2021, January 31). Attack on Titan, Tapi menurut fisika [Video]. YouTube. <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=L2z6Wgs7nUU\">https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=L2z6Wgs7nUU<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kok Bisa? (2019, April 19). Seberapa tinggi manusia bisa tumbuh? [Video]. YouTube. <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=kc1hMFbYtKM\">https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=kc1hMFbYtKM<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo minasan! Pasti kalian pernah menonton atau mendengar anime Shingeki no Kyojin atau Attack on Titan, kan? Namun, kalian pernah merasa aneh gak sih, mengapa Colossal Titan yang tingginya 60 meter masih dapat berdiri dengan tegak? Ternyata hal ini tuh dapat dijelaskan tahu\u2026secara sains ?. Jadi begini, ada alasan mengapa raksasa itu tidak ada di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":4761,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-4753","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4753","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4753"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4753\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4762,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4753\/revisions\/4762"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}