    {"id":4338,"date":"2024-05-08T13:24:10","date_gmt":"2024-05-08T06:24:10","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=4338"},"modified":"2024-05-08T13:24:10","modified_gmt":"2024-05-08T06:24:10","slug":"bisnis-kuliner-artis-indonesia-bertebaran-dimana-mana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2024\/05\/bisnis-kuliner-artis-indonesia-bertebaran-dimana-mana\/","title":{"rendered":"Bisnis Kuliner Artis Indonesia Bertebaran Dimana-mana"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-4339\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2024\/05\/FOTO-TARISA.jpg\" alt=\"\" width=\"425\" height=\"170\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber : artis.wanitabaik.com<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 Sekarang ini, kita pasti tidak heran lagi dengan banyaknya jenis bisnis makanan mulai dari kue sampai ke makanan kuliner gurih yang dibuat oleh artis-artis atau orang terkenal di Indonesia. Tetapi, mengapa banyak artis dan orang terkenal di Indonesia mulai membuka bisnis dibidang kuliner?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0Nah, kita sudah mengetahui sendiri bahwa kebanyakan dari artis dan <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><em>influencer<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400\">terkenal di Indonesia ini tidak memiliki keahlian di bidang kuliner, lalu apakah alasan dari mereka untuk memulai bisnis kuliner itu sendiri? Tentunya ada berbagai jenis alasan mengapa mereka membuka bisnis kuliner, salah satunya karena bisnis kuliner ini dipandang sebagai investasi jangka panjang. Banyak artis yang melihat peluang besar untuk membuka bisnis kuliner karena bisnis kuliner dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang terutama dengan tren makanan kuliner yang tiada henti sehingga bisnis kuliner dianggap sebagai opsi paling tepat dibandingkan dengan membuka bisnis bidang lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0Alasan lainnya karena para artis yang bekerja di dunia hiburan tidak ada jaminan penghasilan tetap. Meskipun banyak orang yang menganggap bekerja di dunia hiburan itu sangat ideal, tetapi jika mereka tidak pintar maka tidak akan bisa bertahan dalam dunia hiburan. Otomatis jika mereka kehilangan ketenaran mereka tentunya hal itu akan membuat penghasilan mereka berkurang. Oleh karena itu, banyak artis yang menggunakan ketenaran dan status sosial yang masih mereka miliki untuk membuka bisnis diluar dari dunia hiburan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 Meskipun bisnis kuliner ini dianggap sangat efektif, tetapi tentu ada rintangan yang harus dihadapi. Salah satu contoh paling umum yaitu ketika ketenaran seorang artis mulai berkurang. Otomatis bisnis yang ia miliki juga akan berkurang jumlah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">customer<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">-nya. Bisa sering kita jumpai kejadian seperti ini ketika seorang artis membuka bisnis kuliner baru kemudian bisnis itu menjadi viral sehingga banyak sekali pengunjung yang datang. Tetapi, status viral tersebut hanya bertahan untuk sementara waktu sehingga lambat laun orang-orang menganggap tidak ada yang spesial dari bisnis tersebut yang membuat berkurangnya jumlah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">customer <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">dibandingkan saat awal pembukaan bisnis tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 Ditambah juga bisnis kuliner ini sudah sangat banyak sehingga persaingan bisnis ini semakin ketat. Oleh karena itu, para pejuang bisnis harus mampu untuk terus mempromosikan dan meningkat kualitas dari bisnis mereka. Hal ini juga berlaku untuk para artis dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">public figure <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">terkenal. Mereka harus mampu untuk menjaga nama baik mereka dan mengembangkan kualitas dari bisnis mereka pada saat yang bersamaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penulis: 2702369932 &#8211; Tarisa Aurelia<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.popbela.com\/career\/inspiration\/ria-theresia\/kue-artis-indonesia\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.popbela.com\/career\/inspiration\/ria-theresia\/kue-artis-indonesia<\/span><\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/lifestyle\/20190919113818-33-100631\/ini-3-sebab-bisnis-kue-kue-artis-cuma-bertahan-seumur-jagung\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/lifestyle\/20190919113818-33-100631\/ini-3-sebab-bisnis-kue-kue-artis-cuma-bertahan-seumur-jagung<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Sumber : artis.wanitabaik.com \u00a0 \u00a0 Sekarang ini, kita pasti tidak heran lagi dengan banyaknya jenis bisnis makanan mulai dari kue sampai ke makanan kuliner gurih yang dibuat oleh artis-artis atau orang terkenal di Indonesia. Tetapi, mengapa banyak artis dan orang terkenal di Indonesia mulai membuka bisnis dibidang kuliner? \u00a0 \u00a0Nah, kita sudah mengetahui sendiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-4338","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-our-indonesian-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4338"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4340,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4338\/revisions\/4340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}