    {"id":4102,"date":"2023-12-31T13:05:15","date_gmt":"2023-12-31T06:05:15","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=4102"},"modified":"2023-12-31T13:05:15","modified_gmt":"2023-12-31T06:05:15","slug":"oshogatsu-tradisi-perayaan-tahun-baru-di-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2023\/12\/oshogatsu-tradisi-perayaan-tahun-baru-di-jepang\/","title":{"rendered":"Oshogatsu, Tradisi Perayaan Tahun Baru di Jepang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Di Jepang, perayaan tahun baru disebut sebagai \u6b63\u6708 (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shougatsu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Lalu, untuk hari tahun baru sendiri disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gantan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, bukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shougatsu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Uniknya, ada tradisi saat merayakan tahun baru di Jepang, termasuk persiapan untuk tahun baru lho, minasan. Mumpung mau tahun, kira-kira seperti apa sih tradisi dan suasana tahun baru di Jepang? Simak dibawah ini, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahun baru di Jepang merupakan salah satu hari libur terpenting. Banyak pekerja yang pulang kampung dan toko-toko tutup dari tanggal 1-3 Januari untuk merayakan hari tahun baru bersama keluarga mereka. Persiapan untuk tahun baruan ini pun dilakukan kurang lebih 1 sampai 2 minggu sebelum tahun baru. Salah satunya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">oosouji, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau bersih-bersih besar. Hal ini dilakukan di akhir Desember dan bukan hanya membersihkan seluruh rumah, tetapi juga membuang barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi. Karena, di Jepang, tahun baru melambangkan sebuah awal yang baru. Dilansir dari japanesestation.com, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">oosouji<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini berawal dari kepercayaan Shinto dan Buddha, dengan keinginan untuk menyambut dewa dengan bersih. Lalu, ada dekorasi yang dipasang yaitu kagami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mochi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Dekorasi ini terbuat dari mochi, jeruk dan ornamen, dimana ada 2 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mochi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ditumpuk dan di atasnya ditumpuk dengan jeruk dan ornamen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><img decoding=\"async\" id=\"zoom-image\" class=\"ow0qGZRKCM7uQ_J7776T\" title=\"Osechi-ryori - Bebas Royalti Osechi Foto Stok\" src=\"https:\/\/media.istockphoto.com\/id\/463005485\/id\/foto\/osechi-ryori.jpg?s=2048x2048&amp;w=is&amp;k=20&amp;c=1uD59gbISF7GPE9ABs08Ngalq_EhmGxjOvjx-hfMIyE=\" alt=\"Osechi-ryori - Bebas Royalti Osechi Foto Stok\" data-testid=\"img\" \/>Gambar: <\/span><span style=\"font-weight: 400\">o<\/span><span style=\"font-weight: 400\">sechi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> ryori<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: <\/span><a href=\"https:\/\/www.istockphoto.com\/id\/foto\/osechi-ryori-gm463005485-32547488\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.istockphoto.com\/id\/foto\/osechi-ryori-gm463005485-32547488<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada malam tahun baru, ada makanan spesial yang dikonsumsi, yaitu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> toshikoshi soba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Toshikoshi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mempunyai arti melewati tahun lama ke baru, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">soba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah mi jepang yang terbuat dari tepung dan biji <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">soba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tradisi memakan toshikoshi soba konon katanya untuk memutus kesialan dan membawa lebih banyak hal baik juga keberuntungan di tahun depannya. Selain memakan toshikoshi soba, masyarakat Jepang juga bisa menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">kouhaku uta gassen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, sebuah program musik tahunan di televisi yang dilakukan pada akhir tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lalu, apa yang dilakukan orang Jepang pada saat tahun baru itu sendiri?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa hal yang dilakukan masyarakat Jepang saat merayakan tahun baru. Salah satunya adalah mengunjungi kuil. Tradisi ini disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hatsumode <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam bahasa Jepang. Kuil yang populer dikunjungi adalah Kuil Meiji di Tokyo, dimana bisa ada jutaan orang datang ke kuil ini dalam 3 hari pertama bulan Januari. Ada juga tradisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hatsuhinode<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, atau melihat matahari terbit pertama di awal tahun. Hal ini bisa dilakukan pada kuil, pantai, maupun puncak gunung. Saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hatsuhinode<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, masyarakat Jepang berdoa untuk keberuntungan juga kebahagiaan. Selain itu, ada juga makanan spesial yang dihidangkan seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">osechi ryori <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(makanan khusus tahun baru), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">otoso <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(minuman keras dari beras manis), dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ozoni <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(sup dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mochi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk menjalin silaturahmi, masyarakat Jepang juga gemar mengirimkan kartu tahun baru atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">nengajo <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk keluarga maupun teman atau kerabat. Tujuan dikirimkannya kartu ini adalah sebagai ucapan terima kasih dan mengucapkan selamat tahun baru. Kartu ini dikhususkan untuk dikirim pada tanggal 1 Januari, tepat saat tahun berganti. Banyak sekali desain-desain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">nengajo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang lucu lho, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">minasan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">!<\/span><\/p>\n<p><a class=\"resource\" href=\"https:\/\/game.watch.impress.co.jp\/img\/gmw\/docs\/1452\/185\/html\/2.jpg.html\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><img decoding=\"async\" id=\"2_l.jpg\" class=\"resource\" src=\"https:\/\/asset.watch.impress.co.jp\/img\/gmw\/docs\/1452\/185\/2_l.jpg\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: <\/span><a href=\"https:\/\/game.watch.impress.co.jp\/docs\/news\/1452185.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/game.watch.impress.co.jp\/docs\/news\/1452185.html<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Intinya, hari tahun baru tidak boleh menjadi sebuah hari yang membuat stress. Hari tahun baru harus menjadi sebuah hari yang spesial, dirayakan, dan memberi kebahagiaan. Maka dari itu, masyarakat Jepang banyak yang libur dan merayakannya bersama keluarga, selagi semuanya dilakukan dengan bersih. Bagaimana, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">minasan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">? Tertarik merayakan tahun baru di Jepang?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penulis: Lintang Puruhita Haryadi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.japan-guide.com\/e\/e2064.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.japan-guide.com\/e\/e2064.html<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.infocubic.co.jp\/en\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/Whats-Christmas-and-New-Years-Eve-to-the-Japanese-6.jpg\"><span style=\"font-weight: 400\">Whats-Christmas-and-New-Years-Eve-to-the-Japanese-6.jpg<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/top.his-usa.com\/destination-japan\/blog\/japanese_new_years_traditions.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/top.his-usa.com\/destination-japan\/blog\/japanese_new_years_traditions.html<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Jepang, perayaan tahun baru disebut sebagai \u6b63\u6708 (shougatsu). Lalu, untuk hari tahun baru sendiri disebut sebagai gantan, bukan shougatsu. Uniknya, ada tradisi saat merayakan tahun baru di Jepang, termasuk persiapan untuk tahun baru lho, minasan. Mumpung mau tahun, kira-kira seperti apa sih tradisi dan suasana tahun baru di Jepang? Simak dibawah ini, ya! Tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":4104,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-4102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4102"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4102\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4105,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4102\/revisions\/4105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}