    {"id":3508,"date":"2022-11-28T19:56:37","date_gmt":"2022-11-28T12:56:37","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=3508"},"modified":"2022-11-28T19:56:37","modified_gmt":"2022-11-28T12:56:37","slug":"rubah-dalam-kepercayaan-masyarakat-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2022\/11\/rubah-dalam-kepercayaan-masyarakat-jepang\/","title":{"rendered":"Rubah Dalam Kepercayaan Masyarakat Jepang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><em>Source: boredpanda.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Seperti yang sudah diketahui oleh umum, Jepang terkenal sebagai sebuah negara yang selalu menjaga dan melestarikan kepercayaan serta legenda secara turun-temurun hingga saat ini. Tapi apakah kalian tau, di dalam kepercayaan Buddha dan Shinto, ada beberapa hewan yang dianggap sakral oleh seluruh masyarakat Jepang, dan salah satunya adalah rubah? Yup, kalian tidak salah membaca. Hewan kecil, imut dan pemilik suara yang unik ini juga dianggap sebagai \u201cutusan dewa\u201d sehingga dijadikan simbol pada beberapa kuil di Jepang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kenapa bisa begitu? Yuk kita coba telusuri lebih jauh lagi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"text-decoration: underline\"><b>Hubungan rubah dengan Inari \u014ckami (\u7a32\u8377\u5927\u795e)<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dewi Inari (\u7a32\u8377\u5927\u795e) merupakan salah satu dari banyaknya dewa-dewi dalam kepercayaan masyarakat Jepang. Dalam bahasa Jepang, Ine (\u7a32) berarti &#8220;tanaman padi&#8221;, karena itulah dewi Inari dihubungkan dengan kesuburan, hasil panen, padi, kemakmuran, dan kesuksesan duniawi. Dewi Inari juga merupakan salah satu \u795e\u300c\u304b\u307f\/ God\u300dutama dalam kepercayaan Shinto. Penggambaran dari Inari sendiri sering sekali dalam rupa seorang dewi, namun tak jarang penggambarannya menjadi seorang dewa, atau bahkan dianggap androgynous (maskulin dan feminim dalam waktu bersamaan). Karena masyarakat Jepang sendiri banyak yang menyembah Inari, jadi tak heran jika diperkirakan sudah terdapat sekitar 20 ribu hingga 30 ribu kuil yang didirikan untuk berdoa Inari.<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Kuil yang memuliakan Inari biasa disebut sebagai kuil Inari (\u7a32\u8377\u795e\u793e\u30fb Inari jinja).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Lantas apa hubungan antara rubah dengan Inari \u014ckami (\u7a32\u8377\u5927\u795e)?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Konon, dalam kepercayaan masyarakat Jepang disebutkan bahwa nama lain dari Inari adalah Miketsu no Kami. Dalam bahasa Jepang Kuno, rubah disebut ketsu (Sekarang rubah =\u72d0\u30fb\u304d\u3064). Nama Miketsukami (\u5fa1\u994c\u6d25\u795e) juga bisa ditulis sebagai \u4e09\u72d0\u795e. Karena itulah, selain menjadi perlambangan dari kemakmuran, hasil panen, dan keberuntungan, Inari juga selalu digambarkan sebagai dewi para rubah. Hal ini juga didukung dengan adanya kepercayaan dalam masyarakat Jepang dahulu yang menyatakan bahwa dewi Inari selalu datang dengan beberapa ekor rubah sebagai pendampingnya. Jadi jangan heran jika pada saat kalian mengunjungi salah satu kuil Inari yang ada di Jepang, biasanya kalian akan melihat dua patung rubah raksasa di pintu masuk kuil, sementara jika kalian masuk lebih dalam lagi maka bisa juga melihat hingga ratusan ornamen dan patung rubah di dalam kuil tersebut seperti pada kuil Fushimi Inari Taisha di Kyoto.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/thumb\/8\/83\/Fushimi_Inari_R%C5%8Dmon.jpg\/250px-Fushimi_Inari_R%C5%8Dmon.jpg\" alt=\"Fushimi Inari R\u014dmon.jpg\" width=\"282\" height=\"211\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Source: Wikipedia.org (Fushimi Inari Taisha)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Karena dianggap sebagai \u201cutusan\u201d atau \u201cpendamping\u201d Inari, rubah juga selalu dijadikan simbol keberuntungan dan kemakmuran. Selain statusnya sebagai utusan dari Inari, ternyata rubah juga melambangkan keberhasilan panen beras karena keberadaannya bisa menjaga lumbung padi dari hama tikus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penulis: Jessica Octaviani_2540102941<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Inari_(Kami)\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Inari_(Kami)<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/japanesestation.com\/lifestyle\/japan-fact\/inilah-binatang-binatang-yang-dianggap-keramat-di-jepang\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/japanesestation.com\/lifestyle\/japan-fact\/inilah-binatang-binatang-yang-dianggap-keramat-di-jepang<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Source: boredpanda.com Seperti yang sudah diketahui oleh umum, Jepang terkenal sebagai sebuah negara yang selalu menjaga dan melestarikan kepercayaan serta legenda secara turun-temurun hingga saat ini. Tapi apakah kalian tau, di dalam kepercayaan Buddha dan Shinto, ada beberapa hewan yang dianggap sakral oleh seluruh masyarakat Jepang, dan salah satunya adalah rubah? Yup, kalian tidak salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":3509,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3508","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3508","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3508"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3508\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3510,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3508\/revisions\/3510"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3509"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}