    {"id":3490,"date":"2022-10-31T22:38:13","date_gmt":"2022-10-31T15:38:13","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=3490"},"modified":"2022-10-31T22:38:13","modified_gmt":"2022-10-31T15:38:13","slug":"food-hunting-di-kota-pahlawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2022\/10\/food-hunting-di-kota-pahlawan\/","title":{"rendered":"Food Hunting di Kota Pahlawan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kalau di beberapa artikel sebelumnya kita sudah melihat berbagai pesona dan tempat wisata yang indah, akan tidak lengkap rasanya kalau lupa untuk melakukan wisata kuliner pada saat berkunjung ke Surabaya. Sebagai sebuah kota yang terkenal akan sebutannya sebagai kota pahlawan dan penuh akan sejarah, Surabaya juga pastinya memiliki beragam tempat wisata dan makanan kuliner khas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Apakah kalian tau, banyak orang yang sudah mengunjungi Surabaya selalu mengatakan kalau salah satu yang menjadi ciri khas makanan khas Surabaya adalah campuran petis di dalam makanannya loh!! Selain itu, kuliner di Surabaya juga terkenal akan rasa gurih dan pedas yang bisa tercampur dengan seimbang dalam makanannya, sebuah rasa yang sangat jarang untuk bisa ditemui di berbagai kota lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nah daripada kalian hanya bisa membayangkan bagaimana rasa kuliner di Surabaya, berikut akan ada beberapa rekomendasi untuk kalian bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">food hunting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pada saat berwisata di Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Tahu Telor Pak Jayen<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kalau di Jakarta terkenal akan ketoprak, maka tahu telor sangat terkenal di kalangan masyarakat Surabaya. Sudah ada banyak tempat yang menjual tahu telor, tapi rasa tahu telor pak Jayen sangat melekat di lidah. Berlokasi di Jalan Dharmahusada No 112, Moho, Gubeng, kalian bisa menikmati kuliner ini dengan harga yang murah juga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Rujak Cingur Ahmad Jais<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kuliner Surabaya satu ini mudah ditemukan di banyak tempat, namun ada satu tempat makan rujak cingur yang wajib kamu kunjungi saat berada di Surabaya. Namanya warung Rujak Cingur Ahmad Jais yang lokasinya ada di jalan Achmad Jais No.40, Peneleh, Genteng, Surabaya. Tempat makan yang sudah berdiri sejak tahun 1970 ini akan memberikan kenangan kepada para wisatawan yang sudah mencicipi Rujak Cingurnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Soto Ayam Lamongan Cak Har<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun bukan merupakan makanan yang asli dari Surabaya, soto ayam lamongan cak Har yang lokasinya ada di Jl. Arief Rahman Hakim No. 136, Sukolilo, Surabaya ini selalu menjadi rekomendasi destinasi wisata kuliner bagi para wisatawan. Dengan harga yang terjangkau, kalian bisa memilih varian soto yang beragam mulai dari ceker, ayam, sapi, hingga jeroan juga bisa dipesan disini.<\/span><\/p>\n<p><strong>Rawon Pak Pangat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagi masyarakat Surabaya, rawon bukanlah makanan yang asing lagi. Sudah ada banyak tempat yang menjual makanan ini, namun banyak yang merekomendasikan \u201cRawon Pak Pangat\u201d karena kelezatannya. Berlokasi di Ruko Lotus Jl. Ketintang Baru Selatan 1\/15 Surabaya, warung ini akan memberikan 3 variasi menu yang dapat dicoba, yaitu Nasi Rawon Suwir (nasi putih, empal suwir, dan kuah rawon), Nasi Rawon Krengsengan (nasi putih, empal suwir, krengsengan, dan kuah rawon), dan Nasi Rawon Campur (nasi putih, empal suwir, krengsengan, bali tahu, dan kuah rawon).<\/span><\/p>\n<p>Pecel Semanggi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pecel semanggi merupakan salah satu makanan yang juga kalian sering temukan pada saat berwisata di Surabaya, mulai dari orang yang berkeliling menjual makanan ini hingga juga sudah mulai bisa ditemukan di mall besar dan pujasera. Pecel semanggi khas Surabaya ini terdiri dari daun semanggi, tauge atau kecambah, kangkung, kerupuk kuli, dan bumbunya yang berbahan dasar ketela untuk bisa dinikmati juga dengan sambal. Kalau kalian tertarik, banyak yang menjual makanan ini di sekitar jalan Diponegoro No.56, Jalan Gembong 20-30, dan di Surabaya Plaza Hotel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebenarnya, selain 5 rekomendasi di atas tadi masih banyak tempat wisata kuliner lainnya yang harus kalian coba. Jadi, waktu kalian mengunjungi Surabaya jangan sampai lupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">food huntingnya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yaaa~<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penulis: Jessica Octaviani Gunawan_<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">2540102941<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/hot.liputan6.com\/read\/4969421\/18-wisata-kuliner-surabaya-legendaris-yang-wajib-dicoba-enak-dan-murah\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/hot.liputan6.com\/read\/4969421\/18-wisata-kuliner-surabaya-legendaris-yang-wajib-dicoba-enak-dan-murah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau di beberapa artikel sebelumnya kita sudah melihat berbagai pesona dan tempat wisata yang indah, akan tidak lengkap rasanya kalau lupa untuk melakukan wisata kuliner pada saat berkunjung ke Surabaya. Sebagai sebuah kota yang terkenal akan sebutannya sebagai kota pahlawan dan penuh akan sejarah, Surabaya juga pastinya memiliki beragam tempat wisata dan makanan kuliner khas.\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":3491,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-3490","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-indonesian-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3490","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3490"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3490\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3492,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3490\/revisions\/3492"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}