    {"id":3326,"date":"2022-07-29T12:10:42","date_gmt":"2022-07-29T05:10:42","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=3326"},"modified":"2022-07-29T12:10:42","modified_gmt":"2022-07-29T05:10:42","slug":"gereja-ayam-sebuah-rumah-doa-di-magelang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2022\/07\/gereja-ayam-sebuah-rumah-doa-di-magelang\/","title":{"rendered":"Gereja Ayam, Sebuah Rumah Doa di Magelang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><em>wikipedia<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mungkin jika kalian pernah menonton film \u2018Ada Apa Dengan Cinta? 2\u2019 atau lebih akrab dikenal dengan AADC 2, pernah lihat ya rumah doa yang satu ini. Kalau kita lihat, bentuk infrastruktur-nya unik, ya! Tapi apakah benar kalau rumah doa ini berbentuk ayam? Yuk, baca sampai akhir!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Gereja ayam merupakan rumah doa di Magelang yang berdiri sejak kurang lebih tahun 1990an. Bangunan ini dibangun oleh Daniel Alamsyah, seorang pengusaha kelahiran Lampung. Aslinya, rumah doa ini bernama \u2018Rumah Doa Bukit Rhema\u2019, tetapi lebih populer disebut \u2018Gereja Ayam\u2019 oleh penduduk lokal. Walaupun disebut sebagai gereja ayam, rumah doa ini sebenarnya berbentuk burung merpati, lho! Selain itu, rumah doa ini berada kurang lebih 3,5 kilometer dari salah satu tempat pariwisata yang lumayan populer, yaitu Candi Borobudur.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_3328\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_3328\" class=\"wp-caption clear aligncenter\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 567px\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2022\/07\/gereja-ayam-sebuah-rumah-doa-di-magelang\/180504153734-chicken-church-2-min\/\" rel=\"attachment wp-att-3328\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"wp-image-3328\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2022\/07\/180504153734-chicken-church-2-min.jpg\" alt=\"\" width=\"567\" height=\"318\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_3328\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">CNN Style<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menjadi populer karena film \u2018Ada Apa Dengan Cinta? 2\u2019, tempat ini pun sudah menjadi tempat wisata bagi wisatawan lokal maupun asing. Banyak orang mengabadikan momen mereka berada di rumah doa ini dengan mengambil foto sampai mengunggahnya ke sosial media.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Lebih menariknya lagi, selain digunakan untuk ibadah, tempat ini juga sempat digunakan untuk rehabilitasi. Pembangun dari rumah doa ini, Daniel Alamsyah menjelaskan bahwa walaupun namanya gereja, tempat ini bukanlah gereja, melainkan sebuah rumah doa untuk orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Maka dari itu, semua orang dengan semua agama boleh berdoa di rumah doa ini. Dikutip dari dailymail.uk, Daniel Alamsyah juga menjelaskan bahwa dia mendapatkan wahyu dari Tuhan bahwa dia harus membangun sebuah rumah ibadah di perbukitan asing, dan ia memilih untuk membuatnya di bukit Dusun Gombong, dimana Gereja Ayam sekarang berada.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagaimana, apakah kalian tertarik untuk mengunjungi Gereja Ayam? Rumah doa ini buka dari jam 05.30-17.00 WIB. Juga, untuk masuk ke rumah doa ini, kalian perlu membayar sebanyak Rp.25,000 saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penulis: Lintang Puruhita Haryadi (2501982260)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.dailymail.co.uk\/news\/article-3156330\/Incredible-images-mysterious-abandoned-Chicken-Church-built-Indonesian-jungle-man-vision-God.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.dailymail.co.uk\/news\/article-3156330\/Incredible-images-mysterious-abandoned-Chicken-Church-built-Indonesian-jungle-man-vision-God.html<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/wartakota.tribunnews.com\/2015\/07\/15\/heboh-gereja-ayam-tersembunyi-di-magelang-kini-mendunia\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/wartakota.tribunnews.com\/2015\/07\/15\/heboh-gereja-ayam-tersembunyi-di-magelang-kini-mendunia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/yogyakarta.kompas.com\/read\/2021\/04\/02\/115500278\/asal-usul-gereja-ayam-rumah-doa-di-bukit-rhema-dikenal-karena-film-ada?page=all\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/yogyakarta.kompas.com\/read\/2021\/04\/02\/115500278\/asal-usul-gereja-ayam-rumah-doa-di-bukit-rhema-dikenal-karena-film-ada?page=all<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wikipedia Mungkin jika kalian pernah menonton film \u2018Ada Apa Dengan Cinta? 2\u2019 atau lebih akrab dikenal dengan AADC 2, pernah lihat ya rumah doa yang satu ini. Kalau kita lihat, bentuk infrastruktur-nya unik, ya! Tapi apakah benar kalau rumah doa ini berbentuk ayam? Yuk, baca sampai akhir! Gereja ayam merupakan rumah doa di Magelang yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":3327,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-3326","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-indonesian-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3326"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3330,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3326\/revisions\/3330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}