    {"id":3308,"date":"2022-06-30T02:44:47","date_gmt":"2022-06-29T19:44:47","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=3308"},"modified":"2022-06-30T02:44:47","modified_gmt":"2022-06-29T19:44:47","slug":"akutagawa-prize-ajang-penghargaan-bagi-sastrawan-muda-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2022\/06\/akutagawa-prize-ajang-penghargaan-bagi-sastrawan-muda-jepang\/","title":{"rendered":"Akutagawa Prize, Ajang Penghargaan bagi Sastrawan Muda Jepang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Apakah kalian mengetahui bahwa ada penghargaan yang dikhususkan untuk bidang sastra ? Contohnya seperti <em>Nobel Prize for Literature, The International Booker Prize<\/em>, dan masih banyak lagi. Semua penghargaan yang disebutkan berskala internasional. Bagaimana dengan penghargaan sastra di Jepang ? Ternyata Jepang juga memilikinya, salah satunya yang terkenal adalah Akutagawa Prize. Yuk mengenal lebih dalam apa itu Akutagawa Prize !<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Akutagawa Prize \u00a0(\u82a5\u5ddd\u9f8d\u4e4b\u4ecb\u8cde, <em>Akutagawa Ry\u016bnosuke Sh\u014d<\/em>) merupakan penghargaan sastra yang diberikan 2 tahun sekali kepada penulis baru dan belum terkenal di Jepang. Penghargaan ini diberikan setiap bulan Januari dan Juli. Sampai saat ini, penghargaan Akutagawa di sponsori oleh The Society for the Promotion of Japanese Literature (\u65e5\u672c\u6587\u5b66\u632f\u8208\u4f1a, <em>Nihon Bungaku Shink\u014dkai<\/em>), yang juga mengorganisasi 4 penghargaan literatur lainnya, seperti Kikuchi Prize, Matsumoto Prize, Naoki Prize, dan Ohya Prize. Anggota panitia seleksi Akutagawa Prize sampai saat ini adalah Toshiyuki Horie, Hiromi Kawakami, Teru Miyamoto, Y\u014dko Ogawa, Keiichiro Hirano, Hikaru Okuizumi, Masahiko Shimada, Nobuko Takagi, dan Amy Yamada.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sejarah Akutagawa Prize<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Akutagawa Prize dibuat untuk mengenang kematian cerpenis Ry\u016bnosuke Akutagawa pada tahun 1927. Penghargaan ini pertama kali dibuat pada tahun 1935 oleh Kan kikuchi (1888-1948), seorang redaktur majalah Bungei Shunj\u016b dan juga sahabat Akutagawa. Ia diketahui juga membuat Naoki Prize dan Kikuchi Prize. Kan Kikuchi membuat Naoki Prize di tahun 1935 (bersamaan dengan Akutagawa Prize) dengan tujuan yang sama seperti saat ia membuat Akutagawa Prize, yaitu untuk mengenang kematian novelis Sanjugo Naoki di tahun 1934.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di tahun 1938, Kan Kikuchi kembali membuat penghargaan sastra yang menggunakan namanya sendiri, yaitu Kan Kikuchi Prize. Tidak seperti Naoki Prize dan Akutagawa Prize, Kikuchi Prize diberikan kepada penulis senior di atas usia 45 tahun. Hadiahnya adalah sekitar 1 juta yen dan sebuah jam meja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Penerima Penghargaan Akutagawa<\/strong><\/p>\n<p>Dalam penyelenggaraannya, biasanya terdapat 2 pemenang dalam 1 semester. Di tahun 1935, pemenang penghargaan ini akan mendapatkan 500 yen per orang. Jumlah nominal hadiah semakin meningkat dari tahun ke tahun, hingga di tahun 2021, hadiah yang diberikan adalah jam saku dan uang senilai 1 juta yen (117 juta rupiah).<\/p>\n<p>Pemenang pertama Akutagawa Prize yang terpilih adalah Tatsuz\u014d Ishikawa (1905-1985) dengan karyanya yang berjudul S\u014db\u014d (\u84bc\u6c13). Penulis asal Jepang ini juga memenangkan Kikuchi Prize di tahun 1969.<\/p>\n<p>Di tahun 2021, terdapat 3 sastrawan yang berhasil memenangkan Akutagawa Prize, yaitu Li Kotomi dengan karyanya yang berjudul <em>Higanbana ga saku shima<\/em> (\u5f7c\u5cb8\u82b1\u304c\u54b2\u304f\u5cf6), Mai Ishizawa dengan karya <em>Kai ni tsudzuku basho nite<\/em> (\u8c9d\u306b\u7d9a\u304f\u5834\u6240\u306b\u3066), dan Bunji Sunakawa dengan judul <em>Black Box<\/em> (\u30d6\u30e9\u30c3\u30af\u30dc\u30c3\u30af\u30b9).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sheriany Chandra &#8211; 2440007730<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Refensi :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bunshun.jp\/articles\/photo\/51113?pn=1\">https:\/\/bunshun.jp\/articles\/photo\/51113?pn=1<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.britannica.com\/art\/Akutagawa-Prize\">https:\/\/www.britannica.com\/art\/Akutagawa-Prize<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Penghargaan_Akutagawa\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Penghargaan_Akutagawa<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Akutagawa_Prize\">https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Akutagawa_Prize<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/books.bunshun.jp\/articles\/-\/6487\">https:\/\/books.bunshun.jp\/articles\/-\/6487<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Tatsuz%C5%8D_Ishikawa\">https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Tatsuz%C5%8D_Ishikawa<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bunshun.jp\/articles\/photo\/51113?pn=1\">https:\/\/bunshun.jp\/articles\/photo\/51113?pn=1<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kalian mengetahui bahwa ada penghargaan yang dikhususkan untuk bidang sastra ? Contohnya seperti Nobel Prize for Literature, The International Booker Prize, dan masih banyak lagi. Semua penghargaan yang disebutkan berskala internasional. Bagaimana dengan penghargaan sastra di Jepang ? Ternyata Jepang juga memilikinya, salah satunya yang terkenal adalah Akutagawa Prize. Yuk mengenal lebih dalam apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":3295,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3308"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3309,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3308\/revisions\/3309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}