    {"id":3238,"date":"2022-05-31T11:57:38","date_gmt":"2022-05-31T04:57:38","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=3238"},"modified":"2022-05-31T11:57:38","modified_gmt":"2022-05-31T04:57:38","slug":"senbazuru-seribu-bangau-kertas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2022\/05\/senbazuru-seribu-bangau-kertas\/","title":{"rendered":"Senbazuru, Seribu Bangau Kertas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada saat kalian belajar mengenai kebudayaan Jepang, pastinya kalian juga akan mengenal origami kan? Yup, Origami (\u6298\u308a\u7d19) merupakan gabungan kata antara dari ori yang berarti &#8220;lipat&#8221;, dan kami yang berarti &#8220;kertas&#8221; dalam bahasa Jepang merupakan sebuah seni lipat yang menggunakan kertas (atau bisa kain) berbentuk persegi menjadi berbagai bentuk yang diinginkan. Salah satu bentuk yang umum dan banyak orang ketahui cara membuatnya adalah bangau.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_3240\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_3240\" class=\"wp-caption clear aligncenter\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 420px\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2022\/05\/senbazuru-seribu-bangau-kertas\/ezgif-4-4def9f57ec-min\/\" rel=\"attachment wp-att-3240\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"wp-image-3240\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2022\/05\/ezgif-4-4def9f57ec-min.jpg\" alt=\"\" width=\"420\" height=\"315\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_3240\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">magicaldaydream.com<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nah jika kita berbicara tentang kertas yang dibentuk menjadi bangau, teman-teman pernah mendengar atau membaca cerita yang berkaitan dengan sebuah legenda yang sangat fenomenal di Jepang yang bahkan seluruh dunia juga sudah tau yaitu melipat seribu bangau dari kertas. Sebenarnya kalian penasaran ga sih, kenapa harus bangau?\u00a0 Makna dari melipat seribu bangau dari kertas itu apa? Kisah apa di balik pembuatan seribu bangau kertas ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di dalam kepercayaan masyarakat Jepang, bangau (\u9db4 tsuru) dikenal sebagai makhluk suci yang dapat hidup hingga ribuan tahun. Karena itulah, salah satu permohonan yang kerap masyarakat Jepang ucapkan adalah agar diberi umur panjang dan kesembuhan dari penyakit yang diderita. Selain menjadi simbol umur panjang, bangau juga merupakan simbol keberuntungan, kesetiaan, kemakmuran dan kebahagiaan. Jadi tak heran jika ketika seseorang ingin permohonannya terkabul, ia harus melipat seribu kertas menjadi berbentuk bangau lalu merangkainya dengan seutas benang. Rangkaian seribu bangau kertas itu kemudian digantung di rumah dengan harapan satu permohonan yang diucapkannya akan terkabul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain memiliki makna yang mendalam, ternyata terdapat kisah yang mengharukan dibalik pembuatan seribu bangau ini, bahkan sampai dikenal oleh seluruh dunia. Hal ini berkaitan dengan kisah yang menimpa seorang gadis Jepang bernama Sadako Sasaki yang meninggal dunia karena penyakit leukemia yang dideritanya. Penyakit yang ia derita akibat dari pancaran radiasi ledakan bom Hiroshima saat perang Dunia II. Salah satu sahabatnya, Chizoku Hamamoto yang selalu menjenguk Sadako percaya akan kisah kuno masyarakat Jepang bahwa dewa akan mengabulkan permintaan jika berhasil membuat 1000 bangau kertas ingin agar sahabatnya bisa sembuh dari penyakit. Namun, sebelum berhasil menyelesaikan 1000 bangau dan hanya membuat 644 bangau, Sadako meninggal dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kisah ini akhirnya tersebar ke seluruh dunia dalam berbagai versi. Bahkan seribu bangau kertas menjadi simbol perdamaian dunia karena kisah dari Sadako Sasaki ini. Di Hiroshima Peace Memorial Park sendiri, dibangun monumen Perdamaian Anak yang menggambarkan Sadako dihiasi dengan ribuan kalung bangau dari seluruh dunia. Di struktur utama monumen tersebut tergantung bangau perunggu yang berfungsi sebagai lonceng angin, dan di dasar monumen tersebut terdapat lempengan yang terbuat dari marmer hitam yang bertuliskan \u3053\u308c\u306f\u307c\u304f\u3089\u306e\u53eb\u3073\u3067\u3059\u3000\u3053\u308c\u306f\u79c1\u305f\u3061\u306e\u7948\u308a\u3067\u3059\u3000\u4e16\u754c\u306b\u5e73\u548c\u3092\u304d\u305a\u304f\u305f\u3081\u306e (Kore wa bokura no sakebi desu. Kore wa watashitachi no inori desu. Sekai ni heiwa o kizuku tame no) yang berarti \u201cIni adalah seruan kami. Ini adalah doa kami untuk membangun perdamaian dunia.\u201d<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_3241\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_3241\" class=\"wp-caption clear aligncenter\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 482px\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2022\/05\/senbazuru-seribu-bangau-kertas\/36868_og_1-min\/\" rel=\"attachment wp-att-3241\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"wp-image-3241\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2022\/05\/36868_og_1-min.jpeg\" alt=\"\" width=\"482\" height=\"362\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_3241\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">justgola.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jessica Octaviani Gunawan_<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">2540102941<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Referensi:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/goikuzo.com\/filosofi-seribu-bangau-kertas\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/goikuzo.com\/filosofi-seribu-bangau-kertas\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/kumparantravel\/senbazuru-legenda-seribu-bangau-kertas-di-jepang-yang-membawa-keberuntungan-1tiyhS9jHip\/1\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/kumparan.com\/kumparantravel\/senbazuru-legenda-seribu-bangau-kertas-di-jepang-yang-membawa-keberuntungan-1tiyhS9jHip\/1<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/life\/inspiration\/ana-lydia\/layak-diketahui-5-hal-menarik-di-balik-filosofi-seribu-bangau-kertas-c1c2\/5\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.idntimes.com\/life\/inspiration\/ana-lydia\/layak-diketahui-5-hal-menarik-di-balik-filosofi-seribu-bangau-kertas-c1c2\/5<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada saat kalian belajar mengenai kebudayaan Jepang, pastinya kalian juga akan mengenal origami kan? Yup, Origami (\u6298\u308a\u7d19) merupakan gabungan kata antara dari ori yang berarti &#8220;lipat&#8221;, dan kami yang berarti &#8220;kertas&#8221; dalam bahasa Jepang merupakan sebuah seni lipat yang menggunakan kertas (atau bisa kain) berbentuk persegi menjadi berbagai bentuk yang diinginkan. Salah satu bentuk yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":3239,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3238"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3243,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3238\/revisions\/3243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}