    {"id":2634,"date":"2021-08-29T12:58:04","date_gmt":"2021-08-29T05:58:04","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=2634"},"modified":"2021-08-29T12:58:04","modified_gmt":"2021-08-29T05:58:04","slug":"tari-kagura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2021\/08\/tari-kagura\/","title":{"rendered":"Tari Kagura"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2021\/08\/tari-kagura\/picture1-24\/\" rel=\"attachment wp-att-2635\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-2635\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2021\/08\/Picture1-3.jpg\" alt=\"\" width=\"1051\" height=\"647\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Seperti yang kita ketahui, di Jepang terdapat banyak sekali ritual dan kebiasaan yang ditujukan sebagai penyembahan dewa-dewa Shinto. Salah satu ritualnya dapat ditemui dalam bentuk tarian. Dari sekian banyak tarian, terdapat tarian bernama Kagura yang memiliki arti literal \u201cmenghibur dewa\u201d, karena memang itulah tujuan tari Kagura pada zaman dahulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Asal muasal tari Kagura tidaklah jelas, namun diprediksi bahwa tarian ini berasal dari sebelum abad ke-14, dan merupakan pendahulu dari kesenian teater <em>Noh<\/em>. Tari Kagura biasanya mementaskan kisah dari <em>Kojiki<\/em>, sebuah kumpulan mitos dan legenda yang sering menceritakan tentang peperangan antara dewa dan iblis. Pada mulanya, tarian ini hanya dipentaskan oleh gadis kuil sebagai tarian suci di istana kekaisaran maupun di kuil Shinto. Namun pada masa kini, tarian Kagura dapat dimainkan oleh orang dari kalangan apapun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Seiring berkembangnya zaman, tari Kagura berkembang sehingga memiliki beragam macam, seperti <em>Miko Kagura<\/em> yang diperankan oleh gadis kuil, <em>Shishi Kagura <\/em>yang tampak seperti pertunjukan barongsai, dan Kagura bergaya <em>Ise<\/em> dan <em>Izumo<\/em>. Namun, secara umum yang biasa ditampilkan adalah Kagura kontemporer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penari Kagura kontemporer biasanya tampil mengenakan menggunakan topeng yang dibuat dari kayu maupun kertas <em>washi. <\/em>Topeng yang dikenakan penari Kagura juga melambangkan peran mereka dalam kisah yang mereka bawakan; contohnya penari yang menggunakan topeng dengan mulut tertutup biasanya memerankan dewa, sedangkan mereka yang menggunakan topeng dengan mulut terbuka biasanya memerankan iblis. Mereka juga menari dengan nyanyian agama yang diiringi musik yang berasal dari drum tradisional, instrumen kuningan, dan seruling.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tari Kagura pada masa kini biasanya dipentaskan secara reguler dan siapa pun yang tertarik dapat menontonnya. Jika pandemi telah berakhir dan kalian berkesempatan untuk pergi ke Jepang, apakah menonton tari Kagura termasuk dalam to-do list di Jepang kalian?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p>Faustina Patria \u2013 2440069155<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/traditionalkyoto.com\/culture\/kagura\/\">https:\/\/traditionalkyoto.com\/culture\/kagura\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/disco.teak.fi\/asia\/kagura-sacred-shinto-dances\/\">https:\/\/disco.teak.fi\/asia\/kagura-sacred-shinto-dances\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.japanhouselondon.uk\/discover\/stories\/iwami-kagura\/\">https:\/\/www.japanhouselondon.uk\/discover\/stories\/iwami-kagura\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.britannica.com\/art\/Japanese-performing-arts\/Azuchi-Momoyama-period\">https:\/\/www.britannica.com\/art\/Japanese-performing-arts\/Azuchi-Momoyama-period<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Seperti yang kita ketahui, di Jepang terdapat banyak sekali ritual dan kebiasaan yang ditujukan sebagai penyembahan dewa-dewa Shinto. Salah satu ritualnya dapat ditemui dalam bentuk tarian. Dari sekian banyak tarian, terdapat tarian bernama Kagura yang memiliki arti literal \u201cmenghibur dewa\u201d, karena memang itulah tujuan tari Kagura pada zaman dahulu. Asal muasal tari Kagura tidaklah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":2636,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-2634","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2634"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2634\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2638,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2634\/revisions\/2638"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2636"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}