    {"id":2389,"date":"2021-06-23T00:31:58","date_gmt":"2021-06-22T17:31:58","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=2389"},"modified":"2021-06-23T00:31:58","modified_gmt":"2021-06-22T17:31:58","slug":"onigiri-dan-macam-macam-isinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2021\/06\/onigiri-dan-macam-macam-isinya\/","title":{"rendered":"Onigiri dan Macam-Macam Isinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Siapa sih yang tidak tahu makanan khas Jepang yang satu ini? Benar sekali! Terkenal dengan bentuk segitiganya, makanan ini bernamakan Onigiri. Nama onigiri berasal dari kata <em>nigiru<\/em>, yang bisa diartikan \u201cuntuk membuat \/ untuk membentuk\u201d.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2021\/06\/onigiri-dan-macam-macam-isinya\/picture1-14\/\" rel=\"attachment wp-att-2390\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2390 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2021\/06\/Picture1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"293\" height=\"216\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Membicarakan sedikit sejarah, onigiri sudah dikenal sejak Zaman Edo, yang dimana orang Jepang mulai membentuk nasi menjadi nasi kepal dan dibungkus dengan rumput laut atau <em>nori<\/em>. Hal ini dilakukan untuk memudahkan orang yang berpergian dengan membawa nasi kepal.\u00a0 Sejak saat itu, onigiri mulai berkembang, dan sekarang kita yang berada di Indonesia pun sudah bisa mendapatkannya di beberapa supermarket.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Nah, isi dari onigiri itu ada banyak loh! Mulai dari yang paling populer karena rasanya yang enak serta mudah untuk dibuat, yaitu Tuna Mayo. Selain itu, masih banyak lagi isian yang terkenal dan digemari banyak orang, ada Salmon, Ume, Mentaiko, Okaka, Kombu, dan masih banyak lagi. Onigiri juga cocok untuk kalian yang bingung mau makan apa, terutama saat sarapan. Kalian bisa dapatkan di beberapa minimarket dengan harga yang terjangkau. Kisaran harga onigiri biasanya dimulai dari 12 ribu rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Buat kalian yang sudah pernah mencoba onigiri, kira-kira isi favorit kalian yang mana nih? Kalau aku sih sudah pasti Tuna Mayo! Nah, kalau kalian yang belum pernah mencoba, kira-kira mau coba onigiri dengan isi apa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Penulis : Muthia Farha Aidil (2440110034)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sumber:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.byfood.com\/blog\/travel-tips\/onigiri-fillings-guide\">https:\/\/www.byfood.com\/blog\/travel-tips\/onigiri-fillings-guide<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.japan-experience.com\/to-know\/chopsticks-at-the-ready\/onigiri-japanese-rice-balls\">https:\/\/www.japan-experience.com\/to-know\/chopsticks-at-the-ready\/onigiri-japanese-rice-balls<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa sih yang tidak tahu makanan khas Jepang yang satu ini? Benar sekali! Terkenal dengan bentuk segitiganya, makanan ini bernamakan Onigiri. Nama onigiri berasal dari kata nigiru, yang bisa diartikan \u201cuntuk membuat \/ untuk membentuk\u201d. Membicarakan sedikit sejarah, onigiri sudah dikenal sejak Zaman Edo, yang dimana orang Jepang mulai membentuk nasi menjadi nasi kepal dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":2391,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-2389","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2389","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2389"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2389\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2393,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2389\/revisions\/2393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}