    {"id":1928,"date":"2020-09-20T11:19:15","date_gmt":"2020-09-20T04:19:15","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=1928"},"modified":"2020-09-20T11:19:15","modified_gmt":"2020-09-20T04:19:15","slug":"japanese-onsen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2020\/09\/japanese-onsen\/","title":{"rendered":"Japanese Onsen"},"content":{"rendered":"<p><em>Onsen<\/em> adalah pemandian air panas tradisional yang ada di Jepang. Kalau kalian suka nonton <em>anime<\/em>, pasti kalian tahu seperti apa <em>onsen<\/em> itu. Di <em>onsen<\/em> terdapat berbagai aturan seperti harus mengikat rambut sebelum masuk kedalam kolam atau harus mandi terlebih dahulu sehingga tidak ada sabun yang masuk kedalam air. Namun, ada beberapa fakta unik lainnya mengenai <em>onsen<\/em> yang belum banyak diketahui oleh orang-orang. Yuk simak fakta-fakta tersebut:<\/p>\n<ol>\n<li><em>Onsengai <\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p><em> <a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2020\/09\/japanese-onsen\/onsen-1\/\" rel=\"attachment wp-att-1929\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-1929\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2020\/09\/onsen-1.jpg\" alt=\"\" width=\"341\" height=\"227\" \/><\/a><\/em><\/p>\n<p><em>Onsen<\/em> bukan hanya satu tempat spa, melainkan satu area atau kota yang biasa disebut <em>onsengai<\/em>. Di <em>onsengai<\/em> kita dapat melakukan berbagai aktivitas lainnya selain berendam di air panas. Contoh kota <em>onsengai<\/em> yang terkenal adalah <em>Kanto area<\/em>, <em>Hakone<\/em>, <em>Kusatsu<\/em>, <em>Ikaho<\/em>, dan <em>Kinugawa<\/em>. <em>Onsengai<\/em> memiliki beberapa <em>onsen<\/em>, <em>onsen<\/em> <em>ryokan<\/em> atau <em>onsen<\/em> prifat, dan toko-toko suvenir. Jadi ketika kalian berjalan-jalan ke <em>onsengai<\/em> kalian bisa menetap di hotel yang nyaman dan mandi di <em>onsen<\/em> berulang-ulang kali. Menu tradisional Jepang dalam bentuk sarapan dan makan malam juga disediakan. <em>Onsengai<\/em> juga dikelilingi oleh alam yang indah sehingga kalian dapat menikmati pemandangan dengan udara yang segar.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><em>Okumiyu <\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p><em> <a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2020\/09\/japanese-onsen\/onsen-2\/\" rel=\"attachment wp-att-1930\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1930\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2020\/09\/onsen-2.jpg\" alt=\"\" width=\"512\" height=\"160\" \/><\/a><\/em><\/p>\n<p>Ieyasu Tokugawa, Shogun pertama periode Edo, sangat bergairah kepada <em>onsen<\/em> dan bertanggung jawab keapda munculnya adat unik bernama <em>okumiyu<\/em> atau memindahkan air <em>onsen<\/em>. Shogun itu berhutang cintanya kepada <em>onsen<\/em> untuk tinggal di kota spa Atami. Selama tujuh hari, ia menikmati manfaat relaksasi dan khasiat dari air <em>onsen<\/em> tersebut. Suatu waktu kemudian, ia mendengar kabar tentang <em>daimyo<\/em> nya, <em>Hiroire Kikawa<\/em>, yang sedang sakit. Ia pun mengumpulakn beberapa tong air <em>onsen<\/em> untuk dikirimkan ke <em>Kyoto<\/em> dari <em>Atami<\/em>, untuk menyembuhkan penyakit sang <em>daimyo<\/em>. Pengangkutan air inilah contoh pertama dari <em>okumiyu<\/em>.<\/p>\n<p>Adat ini kemudian menjadi resmi, <em>Shogun<\/em> keempat <em>Tokugawa Ietsuna<\/em> secara rutin menyuruh salah satu mentri nya yang khusus menjalankan tugas ini, untuk mengirimkan beberapa tong air setiap harinya. <em>Okumiyu<\/em> berlanjut hingga 1805, meskipun dalam beberapa dekade terakhir transportasi jalan raya digantikan oleh laut. Adat ini, mirip dengan layanan pengiriman air panas ke rumah, membawa ribuan tong air dari <em>Onami<\/em>, <em>Hakone<\/em> dan <em>Kusatsu Onsen<\/em> ke <em>Edo<\/em>.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><em>Yu-momi<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p><em> <a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2020\/09\/japanese-onsen\/onsen-3\/\" rel=\"attachment wp-att-1931\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-1931\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2020\/09\/onsen-3.jpg\" alt=\"\" width=\"364\" height=\"205\" \/><\/a><\/em><\/p>\n<p><em>Yu-momi<\/em> adalah kebiasaan yang dilakukan di <em>Onsen Kusatsu<\/em> dalam metode tertentu untuk mendinginkan air panas. Air <em>Onsen<\/em> <em>Kusatsu<\/em> diketahui sangat panas ketika baru meninggalkan mata air, sehingga air didinginkan terlebih dahulu demi kenyamanan dan keamanan. <em>Yu-momi<\/em> dilakukan dengan cara mengaduk air di dalam kolam dengan papan sepanjang 1.8 m dan selebar 30 cm, dan biasa dilakukan sambil menyanyikan lagu tradisional sehingga gerakan kompak dan senada. Setelah diaduk selama beberapa waktu, temperatur air turun dari 90 derajat celsius hingga 40 sampai 50 derajat celsius. Tapi karena adat ini sungguh melelahkan, air hanya akan turun beberapa derajat saja setelah di aduk oleh 10 orang selama 30 menit. Tetapi positif nya, metode ini sangat bermanfaat bagi kulit. Hal ini terjadi karena tidak ada penambahan air dingin yang dapat mengurangi kadar asam yang terdapat pada air, walaupun dapat menghemat waktu.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Masakan Onsen<\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2020\/09\/japanese-onsen\/attachment\/1600575875285\/\" rel=\"attachment wp-att-1935\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1935\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2020\/09\/1600575875285.jpg\" alt=\"\" width=\"524\" height=\"214\" \/><\/a><\/p>\n<p>Restoran dan kafe di <em>onsengai<\/em> menawarkan beberapa menu yang khas, karena banyak dari menu tersebut yang dimasak dengan cara direbus atau dikukus dengan air dari <em>onsen<\/em>. Seperti <em>onsen tamago<\/em> atau telur <em>onsen<\/em>, direbus selama 30-40 menit dengan 70 derajat celsius yang menciptakan tekstur yang unik. Putih telurnya matang namun masih cair sedangkan kuning telurnya kencang. <em>Onsen tamago<\/em> kemudian disajikan di dalam cangkir kecil dengan kecap asin. Makanan manis juga ada, seperti <em>onsen manju<\/em> dengan sebutan lain <em>yunohana manju<\/em>. <em>Onsen manju<\/em> merupakan roti berisi <em>anko<\/em> atau kacang merah yang dikukus dengan air <em>onsen<\/em>. Tidak seperti manju pada umumnya, <em>onsen manju<\/em> memiliki warna yang lebih coklat dan kulit yang lebih lembut dan lebih tipis.<\/p>\n<p><em>Nah<\/em>, itu dia beberapa fakta menarik tentang onsen atau pemandian air panas yang ada Jepang. Sekarang kalian tahu ketika ke Jepang dan ingin mengunjungi onsen, kegiatan apa saja yang bisa dan harus dilakukan. Sekian dari kami, stay safe teman-teman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nama\u00a0\u00a0 :Dema<\/p>\n<p>NIM\u00a0\u00a0\u00a0 : 2302925752<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Onsen adalah pemandian air panas tradisional yang ada di Jepang. Kalau kalian suka nonton anime, pasti kalian tahu seperti apa onsen itu. Di onsen terdapat berbagai aturan seperti harus mengikat rambut sebelum masuk kedalam kolam atau harus mandi terlebih dahulu sehingga tidak ada sabun yang masuk kedalam air. Namun, ada beberapa fakta unik lainnya mengenai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":1932,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[89,94,97,91,88,96,93,92,90,95],"class_list":["post-1928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-japan-article","tag-japanese-hot-spring","tag-kanto","tag-masakan-onsen","tag-okumiyu","tag-onsen","tag-onsen-kusatsu","tag-onsen-privat","tag-onsen-ryokan","tag-onsengai","tag-yumomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1928"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1937,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1928\/revisions\/1937"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}