    {"id":1548,"date":"2019-06-16T19:10:33","date_gmt":"2019-06-16T12:10:33","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=1548"},"modified":"2019-06-16T19:44:42","modified_gmt":"2019-06-16T12:44:42","slug":"hobi-mengintip-hantu-mokumokuren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2019\/06\/hobi-mengintip-hantu-mokumokuren\/","title":{"rendered":"HOBI MENGINTIP, HANTU MOKUMOKUREN"},"content":{"rendered":"<p>Kurang lengkap bercerita tentang Jepang jika belum membahas tentang makhluk mitologinya yang aneh namun unik. Jepang dikenal dengan banyak makhluk mitologinya yang berbagai macam mulai dari siluman, hantu, roh, dan masih banyak lainnya. Pada artikel ini kita akan membahas secara spesifik salah satu makhluk mitologi tersebut yaitu Mokumokuren. <em>Yuk<\/em> kita mulai !<\/p>\n<p>Mokumokuren (\u76ee\u76ee\u9023 atau \u3082\u304f\u3082\u304f\u308c\u3093) adalah <em>yokai<\/em> yang hidup di <em>sh\u014dji <\/em>atau pintu kertas geser Jepang. Meskipun mereka juga dapat ditemukan di <em>tatami<\/em>, tapi tempat paling umum yang mereka huni adalah pada <em>sh\u014dji <\/em>yang berlubang. <em>Sh\u014dji<\/em> (\u969c\u5b50) adalah panel dari rangka kayu berlapis kertas transparan. Kertas pelapis dapat berupa washi atau kertas bercampur serat sintetis. Dalam arsitektur tradisional Jepang, <em>sh\u014dji<\/em> berfungsi sebagai pintu geser, atau ketika dipasang permanen sebagai jendela atau partisi.<\/p>\n<p><em>Sh\u014dji<\/em> sangat mudah robek karena hanya berbahan kertas transparan, apalagi jika berbenturan dengan suatu benda keras atau tajam dan jika tidak dirawat dengan baik. Ketika <em>sh\u014dji <\/em>yang sudah rusak tidak segera diperbaiki, itulah saat yang tepat bagi hantu Mokumokuren untuk muncul di lubang tersebut dan menonton semua yang terjadi di dalam rumah.<\/p>\n<p>Hantu mokumokuren terkenal memiliki hobi mengintip kegiatan privasi manusia. Konon katanya, perbuatan usil dan menggangunya itu memang sudah terkenal sejak jaman Jepang kuno. Makhluk ini dipercaya sebagai jelmaan dari roh manusia yang sudah meninggal yang suka menghuni di sh\u014dji. Apabila si pemilik rumah memiliki banyak lubang di rumahnya, Mokumokuren akan bersemayam di lubang-lubang tersebut dan menjahili si pemilik rumah. Satu-satunya cara untuk mengusir Mokumokuren adalah dengan memperbaiki lubang-lubang di rumah tersebut.<\/p>\n<p>Mokumokuren memang tidak berbahaya, tapi sangat menyeramkan. Mereka sering bekerja bersama dengan <em>tsukumogami<\/em> lain dan biasanya merupakan pertanda serangan <em>yokai<\/em> yang lebih besar. Maka dari itu, hati-hati bila rumahmu memiliki banyak lubang di pintu atau dindingnya, segeralah perbaiki jika tidak mau diintip oleh Mokumokuren <em>hihihi<\/em> ! Tapi jangan takut, bagaimanapun juga makhluk ini hanya mitos. Apakah kalian akan percaya dengan mitos ini?<\/p>\n<p>sumber<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"n644iydaeK\"><p><a href=\"https:\/\/yokai.com\/mokumokuren\/\">Mokumokuren<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Mokumokuren&#8221; &#8212; Yokai.com\" src=\"https:\/\/yokai.com\/mokumokuren\/embed\/#?secret=g1S9SKFaKS#?secret=n644iydaeK\" data-secret=\"n644iydaeK\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>https:\/\/yokai.fandom.com\/wiki\/Mokumokuren<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nama : Anna Maria Carolina H.<\/p>\n<p>NIM : 2201733231<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kurang lengkap bercerita tentang Jepang jika belum membahas tentang makhluk mitologinya yang aneh namun unik. Jepang dikenal dengan banyak makhluk mitologinya yang berbagai macam mulai dari siluman, hantu, roh, dan masih banyak lainnya. Pada artikel ini kita akan membahas secara spesifik salah satu makhluk mitologi tersebut yaitu Mokumokuren. Yuk kita mulai ! Mokumokuren (\u76ee\u76ee\u9023 atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1548","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1548"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1551,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1548\/revisions\/1551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}