    {"id":1360,"date":"2018-12-18T12:44:34","date_gmt":"2018-12-18T05:44:34","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=1360"},"modified":"2019-03-01T20:49:55","modified_gmt":"2019-03-01T13:49:55","slug":"mengenal-hikikomori-dan-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2018\/12\/mengenal-hikikomori-dan-penyebabnya\/","title":{"rendered":"Mengenal Hikikomori dan Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p><em>Penulis:\u00a0Dinda Aliefia<\/em><br \/>\n<em>NIM:\u00a0<span style=\"font-family: 'Open Sans', Helvetica, Arial, sans-serif;font-size: 14px;font-weight: 400\">2201815231<\/span><\/em><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/hikikomori1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1362\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/hikikomori1-640x427.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/hikikomori1-640x427.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/hikikomori1-768x513.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/hikikomori1.jpg 833w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Apakah kalian pernah mendengar <em>Hikikomori<\/em>? <em>Hikikomori<\/em> adalah salah satu permasalahan sosial yang sedang terjadi di Jepang, dimana para remaja atau orang dewasa akan menarik diri mereka dari kehidupan sosial mereka dan biasanya mereka akan mengurung diri di rumah. <em>Hikikomori<\/em> hampir sama dengan anti sosial .Anti sosial adalah perilaku seseorang yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berada di masyarakat, sehingga dia memiliki ego yang sangat tinggi dan tidak pernah mau bertanggung jawab atas tindakannya, sedangkan <em>H<\/em><em>ikikomori<\/em> adalah sebuah penyakit sosial yang biasanya di akibatkan oleh trauma masa lalu yang membuat seseorang tersebut tidak percaya diri dan berakhir dengan memutuskan hubungan dengan sesama manusia, memilih untuk menghindari sosialisasi di masyarakat, dan pada akhirnya ia membuat dunia sendiri serta mengurung diri di kamar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Hikikomori<\/em> biasanya akan memutuskan komunikasi dan tidak berinteraksi dengan teman-teman atau kerabat dekatnya, namun masih bisa berhubungan dan berinteraksi dengan keluarganya, walau di beberapa kasus di Jepang, ada pula para pelaku <em>H<\/em><em>ikikomori<\/em> tersebut justru menjauhi diri dari keluarganya dan tinggal di tempat yang berbeda. Seseorang yang menjadi <em>H<\/em><em>ikikomo<\/em><em>ri<\/em> tidak akan bekerja, tidak bersekolah, ataupun melakukan aktivitas lain di luar rumah. Mereka cenderung lebih nyaman berada di dalam rumah atau kamar mereka dan melakukan aktivitasnya di sana, apalagi semakin dengan berkembangnya teknologi di Jepang dan kecepatan internet di sana, para <em>H<\/em><em>ikikomori<\/em> tidak akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena mereka bisa melakukan apapun secara online, seperti bekerja secara online, membeli makanan dan minuman, baju baru, dan apapun yang mereka butuhkan bisa dilakukan secara online tanpa harus keluar rumah. Biasanya <em>H<\/em><em>ikikomori<\/em> akan mengurung diri sampai beberapa bulan bahkan bertahun-tahun.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/hikikomori2-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1363\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/hikikomori2-1-640x426.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"426\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/hikikomori2-1-640x426.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/hikikomori2-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/hikikomori2-1.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa faktor penyebab yang membuat seseorang bisa menjadi<em> Hikikomori<\/em> adalah adanya masalah sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya, contohnya di lingkungan sekolah seperti pembullyan, nilai akademik mereka yang di bawah standar, gagal ujian dan lain lain. Ada pula faktor dari lingkungan keluarga nya, seperti mereka terlalu sering di manja, sehingga seorang <em>H<\/em><em>ikikomori<\/em> menjadi terlalu nyaman berada di rumah dan tidak mau meninggalkan zona amannya di rumah. Terlalu melindungi anak dan tidak mengizinkan anak bermain di luar rumah bersama teman-temannya juga menjadi faktor anak tumbuh dengan manja dan tidak tangguh. Keluarga seperti ini terlalu memanjakan anak mereka, sehingga mereka tidak mau maju dan inisiatif sejak dini karena mereka selalu berfikir bahwa sifat mereka masih kanak-kanak. Tidak heran ada anak yang bahkan takut masuk sekolah, karena mereka lebih nyaman bermain di rumah bersama keluarganya. Pengaruh lainnya juga bisa dari lingkungannya yang tidak disukai dan tidak memiliki kontribusi yang positif sehingga mereka cenderung menutup dirinya dari luar dan pelaku <em>H<\/em><em>ikikomori<\/em> tidak memiliki kepercayaan pada orang-orang sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Walau begitu, <em>Hikikomori<\/em> bisa dicegah dan diobati dengan menjalankan terapi untuk menghilangkan rasa setress dan depresi yang berlebihan. Dan jika anda mempunyai teman yang memiliki penyakit <em>Hikikomori<\/em>, berikan ia pertolongan dan bantu mereka untuk berkonsultasi kepada ahlinya. Meskipun masyarakat Indonesia cenderung belum terbuka matanya terhadap penyakit mental, sudah seharusnya kita membantu mereka. Jangan mengabaikan apalagi malah mengolok &#8211; ngolok. Sekian artikel mengenai <em>H<\/em><em>ikikomori<\/em>, semoga bermanfaat dan menjadi motivasi untuk kita semua.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\nhttps:\/\/witness.worldpressphoto.org\/it-felt-safe-here-adcb41725fc2<br \/>\nhttps:\/\/solusik.com\/apa-itu-hikikomori-jepang\/<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"DYOBHzLEQ8\"><p><a href=\"https:\/\/px3.fr\/winners\/single-winner\/\">Single Winner<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Single Winner&#8221; &#8212; PX3 Photography Awards\" src=\"https:\/\/px3.fr\/winners\/single-winner\/embed\/#?secret=qyaJR7Pjh5#?secret=DYOBHzLEQ8\" data-secret=\"DYOBHzLEQ8\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Dinda Aliefia NIM:\u00a02201815231 Apakah kalian pernah mendengar Hikikomori? Hikikomori adalah salah satu permasalahan sosial yang sedang terjadi di Jepang, dimana para remaja atau orang dewasa akan menarik diri mereka dari kehidupan sosial mereka dan biasanya mereka akan mengurung diri di rumah. Hikikomori hampir sama dengan anti sosial .Anti sosial adalah perilaku seseorang yang tidak sesuai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1360","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1360","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1360"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1360\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1364,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1360\/revisions\/1364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}