    {"id":1353,"date":"2018-12-07T19:17:51","date_gmt":"2018-12-07T12:17:51","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=1353"},"modified":"2018-12-18T12:45:14","modified_gmt":"2018-12-18T05:45:14","slug":"tradisi-makan-siang-di-jepang-kyushoku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2018\/12\/tradisi-makan-siang-di-jepang-kyushoku\/","title":{"rendered":"Tradisi Makan Siang di Jepang, Kyushoku!"},"content":{"rendered":"\r\n<p><em>Penulis : Ananta Putra Kharisma Ramadhan <br \/>NIM : 2101708241<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p style=\"text-align: justify\">Pasti kalian pernah melihat <em>anime<\/em> atau J-Drama yang bertemakan murid SMA kan? Ketika istirahat makan siang mereka membawa bekal dari rumah atau membeli dari kantin sekolahnya. Berbeda dengan murid SMA, murid-murid sekolah dasar maupun menengah mereka akan memakan makan siang yang disiapkan oleh sekolah mereka. Mereka akan memakan makanan yang disediakan bersama dengan teman-teman serta guru mereka yang disebut dengan\u00a0<em>Kyushoku<\/em>.Penasaran dengan <em>Kyushoku<\/em>? Yuk langsung simak dibawah ini!<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"900\" class=\"wp-image-1354\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu11.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu11.jpg 1200w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu11-640x480.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu11-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kyushoku<\/em> merupakan tradisi unik yang ada di Jepang yang diterapkan di sekolah dasar dan menengah. Tradisi ini pada awalnya ada di tahun 1889 disalah satu sekolah dasar swasta yang bernama <em>Chuai<\/em>. Sekolah swasta ini memberikan makan siang gratis kepada murid-muridnya yang memiliki keluarga yang kurang mampu. Kemudian pada tahun 1932 pemerintahan Jepang membantu mendanai sekolah-sekolah yang menggunakan sistem <em>Kyushoku<\/em> ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p style=\"text-align: justify\">Sampai saat ini <em>Kyushoku<\/em> masih terus berjalan di sekolah dasar dan menengah. Adanya <em>Kyushoku\u00a0<\/em>di sekolah bukan hanya sekedar untuk makan-makan bersama teman tetapi juga dimasukan unsur pembelajaran di dalamnya seperti, memasak, gizi, kesehatan,keterampilan sosial, dan lain-lain. Untuk menu makanan yang disiapkan akan ditentukan oleh ahli gizi untuk memenuhi kebutuhan gizi dari setiap murid-murid yang ada di sekolah tersebut.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"714\" height=\"536\" class=\"wp-image-1355\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu33.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu33.jpg 714w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu33-640x480.jpg 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 714px) 100vw, 714px\" \/><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p style=\"text-align: justify\">Di Indonesia sendiri tradisi seperti ini memang belum ada. Mungkin ada beberapa sekolah yang menyediakan <em>catering<\/em> dari kantin sekolah atau bisa memesan jasa <em>catering <\/em>dari luar yang bukan buatan kantin sekolah. Tetapi <em>Kyushoku\u00a0<\/em>ini mungkin bisa diterapkan di Indonesia karena memiliki banyak nilai pembelajaraan yang baik dibalik kegiatan tersebut dan juga bisa mempererat hubungan antara guru dan murid didalam sekolah tersebut.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" class=\"wp-image-1356\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu22.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu22.jpg 1000w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu22-640x427.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-content\/uploads\/sites\/19\/2018\/12\/kyu22-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p style=\"text-align: justify\">Nah bagaimana minna-san? <em>Kyushoku<\/em> itu menarik bukan? Walaupun pada awalnya hanya inisiatif dari sebuah instansi sekolah, tetapi lama-kelamaan menjadi sebuah tradisi dari negara Jepang. Mungkin <em>Kyushoku\u00a0<\/em>memang harus diterapkan di Indonesia agar anak-anak yang masih sekolah dasar bisa belajar bertanggung jawab mulai dari kecil. Sekian artikel kali ini ya!<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sumber:<br \/>https:\/\/japanesestation.com\/kyushoku-tradisi-makan-siang-pelajar-di-jepang\/<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis : Ananta Putra Kharisma Ramadhan NIM : 2101708241 Pasti kalian pernah melihat anime atau J-Drama yang bertemakan murid SMA kan? Ketika istirahat makan siang mereka membawa bekal dari rumah atau membeli dari kantin sekolahnya. Berbeda dengan murid SMA, murid-murid sekolah dasar maupun menengah mereka akan memakan makan siang yang disiapkan oleh sekolah mereka. Mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1353","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1353","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1353"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1353\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1365,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1353\/revisions\/1365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}