    {"id":1055,"date":"2018-05-06T10:05:30","date_gmt":"2018-05-06T03:05:30","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/?p=1055"},"modified":"2019-01-22T09:02:44","modified_gmt":"2019-01-22T02:02:44","slug":"mengenal-geisha-modern-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/2018\/05\/mengenal-geisha-modern-jepang\/","title":{"rendered":"Mengenal \u201cGeisha modern\u201d Jepang"},"content":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Steven Rafaelie Lukita<br \/>\nNIM:\u00a0 2101650404<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tentunya kalian pernah mendengar kata Geisha, bukan? Geisha yang merupakan para seniman penghibur tradisional Jepang ini bertugas untuk menghibur pelanggan zaman dulu dengan nyanyian dan minuman. Ternyata, profesi ini tak hanya ada di masa lalu, lho! Di budaya modern Jepang juga ada budaya hiburan malam yang disebut dengan hostess club. Penasaran dengan tempat profesi geisha versi zaman modern ini? Yuk, langsung aja kita ulas lebih lanjut!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Hostess club sebenarnya merupakan industri malam di Jepang yang mempekerjakan pegawai perempuan untuk menemani para tamu untuk mengobrol, menyalakan rokok, menyediakan minuman, memberikan percakapan yang genit, dan juga karaoke bersama. Umumnya, para perempuan yang disebut dengan kyabajo ini memiliki \u201cnama Genji\u201d alias nama panggung untuk dipanggil para tamu. Para kyabajo inilah yang jenis pekerjaannya bisa disandingkan dengan geisha sebagai penghibur modern.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Di Jepang sendiri, terdapat 2 jenis hostess club yaitu \u201ccabaret\u201d dan \u201cclub\u201d. Perbedaan terbesar dari kedua tempat ini dapat terlihat jelas dari sistem harganya. Cabaret atau kyabakura umumnya memiliki tarif paket per jam dengan harga yang cukup wajar. Dengan pembelian paket, kita bisa meminum minuman yang telah termasuk dalam paket sepuas-puasnya. Berbeda dari cabaret, club merupakan tempat yang jauh lebih eksklusif dan mewah. Bahkan, tarif di tempat ini dihitung dari lamanya duduk dan banyaknya minuman yang kita beli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada saat kedatangan pertama di club, tamu akan disuguhkan menu host yang tersedia. Dari menu tersebut, tamu bisa menentukan host mana yang ingin ia temui pertama kali. Jika merasa tidak cocok, tamu masih bisa memilih host lain yang ingin ditemui. Saat sudah menemukan host yang paling disukai, tamu bisa menjadikannya sebagai host favorit dengan cara memberikannya \u201cbottle keep\u201d minuman yang akan diminum pada pertemuan berikutnya. Biasanya, club memberlakukan sistem nominasi permanen untuk host favorit yang artinya host favorit akan selalu melayani tamu tersebut ketika ia sedang datang berkunjung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Nah, sekarang kamu sudah lebih mengenal berbagai hal tentang geisha zaman modern bukan? Bagi yang tertarik dengan budaya modern Jepang, mungkin hostess club bisa menjadi salah satu destinasi alternatif yang patut kamu kunjungi. Selain karena tempatnya lebih mudah ditemui, kamu juga bisa bertemu dengan para hostess dengan usaha yang lebih minim. Pasalnya, jumlah hostess lebih banyak daripada geisha yang kini masih bertahan di zaman modern.<\/p>\n<p>Sekian artikel kali ini, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis:\u00a0Steven Rafaelie Lukita NIM:\u00a0 2101650404 Tentunya kalian pernah mendengar kata Geisha, bukan? Geisha yang merupakan para seniman penghibur tradisional Jepang ini bertugas untuk menghibur pelanggan zaman dulu dengan nyanyian dan minuman. Ternyata, profesi ini tak hanya ada di masa lalu, lho! Di budaya modern Jepang juga ada budaya hiburan malam yang disebut dengan hostess club. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1055","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-our-japan-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1055"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1057,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1055\/revisions\/1057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}