
Program Studi Japanese Popular Culture (JPC) BINUS University bersama Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang (HIMJA) BINUS University menyelenggarakan acara kebudayaan Jepang bertajuk Bunkasai BINUS 2026: Colour of the Future. Acara ini dilaksanakan selama dua hari yang bertempat di BINUS University Kampus Anggrek, Kemanggisan, Jakarta Barat. Selain itu, Bunkasai tahun ini menjadi semakin istimewa karena turut diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun ke-25 Program Studi Japanese Popular Culture.
Bunkasai merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang berarti festival budaya. Sejalan dengan maknanya, Bunkasai BINUS 2026 menjadi wadah untuk memperkenalkan dan merayakan berbagai aspek kebudayaan Jepang, mulai dari tradisi hingga budaya populer yang berkembang di masyarakat. Melalui acara ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat keunikan budaya Jepang sekaligus menikmati berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur edukasi, hiburan, dan kreativitas.
Senin, 12 Oktober 2026. Hari yang menandakan dimulainya minggu baru tersebut ikut menjadi hari dimulainya dari acara Bunkasai 2026. Hari pertama dibuka dengan kata sambutan yang meriah. Berbagai tamu penting yang telah lama bermitra dengan jurusan menghadiri acara pembuka yang disambut langsung oleh bapak kepala jurusan.

Program Studi Japanese Popular Culture (JPC) BINUS University selalu berpegang teguh pada inovasi dan semangat untuk berkembang. Hal itu ditunjukkan dalam rangkaian kata sambutan, di mana beliau bercerita mengenai bagaimana jurusan ini bertumbuh dan terus belajar dari tahun ke tahun. Fakta bahwa Program Studi Japanese Popular Culture mampu bertahan sampai detik ini hingga merayakan ulang tahunnya yang ke-25 menjadi bukti konkrit semangat tersebut. Meskipun tentu, kehadiran para mitra yang telah menjadi teman berharga JPC tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang ini. Mereka merupakan bagian penting dari sejarah dan saksi atas setiap langkah perjalanan JPC hingga saat ini.
Setelah selesainya kata sambutan, acara Bunkasai 2026 pun resmi dimulai. Berbagai perlombaan, mulai dari karaoke hingga coswalk, turut memeriahkan suasana. Di tengah merdunya suara para peserta lomba karaoke, para cosplayer hadir dengan beragam kostum penuh warna yang memanjakan mata dan menambah semarak acara. Tak hanya itu, Bunkasai 2026 juga menghadirkan sejumlah bintang tamu yang tak kalah menarik, menjadikan perayaan ini semakin meriah dan berkesan.
Keseruan hari pertama Bunkasai 2026 tidak berhenti sampai di sana. Para pengunjung kembali disuguhkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya talkshow bersama Limcosfit, seorang cosplayer yang berbagi pengalaman dan kisahnya di dunia cosplay, menjadikan kesempatan ini bagi para pengunjung untuk mengenal lebih dekat pada dunia cosplay.
Selain talkshow, pengunjung juga berkesempatan mengenal budaya Jepang secara langsung melalui workshop yukata yang dibawa oleh dosen native JPC. Dalam sesi ini, orang-orang diajak untuk mempelajari lebih jauh tentang salah satu pakaian tradisional Jepang, sekaligus merasakan pengalaman budaya yang seolah dibawa langsung dari sana.
Suasana Bunkasai 2026 semakin ramai menjelang berakhirnya bunkasai hari pertama karena adanya penampilan dari Twenty Nineteens dan UKM dance Stamanara. Penampilan keduanya berhasil menambah antusiasme para pengunjung, sekaligus menjadi penutup yang meriah bagi hari pertama.
Setelah melewati hari pertama yang dipenuhi beragam kegiatan menarik, kemeriahan Bunkasai 2026 pun berlanjut pada hari kedua dengan rangkaian acara yang tak kalah dinantikan.
Selasa, 13 Oktober 2026. Berbeda dengan hari pertama yang langsung dibuka dengan kemeriahan, hari kedua Bunkasai 2026 dimulai dengan suasana yang terbilang lebih tenang. Salah satunya adalah lomba storytelling yang dinilai langsung oleh tiga native speaker.

Tetapi, tenang saja. Suasana hening itu tidak berlangsung lama.


Setelah kedua rangkaian perlombaan yang memerlukan konsentrasi itu telah usai, kemeriahan Bunkasai 2026 kembali terasa melalui penampilan idol Crescendo yang sukses menghidupkan suasana. Sama halnya dengan penampilan idol Twenty Nineteens pada hari pertama, ketika giliran mereka tiba, para pengunjung langsung beramai-ramai mengerubungi area utama hanya untuk menyaksikan dari dekat penampilan para idol.

Tak hanya itu, tepat setelah giliran Cresccendo berakhir, paduan suara Paramabira turut langsung menambah warna dalam rangkaian acara hari kedua. Membawakan lagu “Binks no Sake” dari One Piece yang menghangatkan suasana, hingga “Shinzou wo Sasageyo” dari Attack on Titan yang menggema penuh gemetar dan sukses menghadirkan rasa merinding bagi para penontonnya. Penampilan Paramabira pun menjadi salah satu momen yang menambah kesan mendalam dalam kemeriahan Bunkasai 2026.
Namun, tak terasa seluruh rangkaian acara Bunkasai 2026: Colour of the Future pun harus tiba di penghujungnya. Beragam kegiatan yang memadukan kreativitas, budaya, dan hiburan telah menghadirkan pengalaman yang penuh warna sekaligus meninggalkan kenangan tersendiri bagi para peserta maupun pengunjung.
Bunkasai 2026 tidak akan menjadi sewarna dan semeriah ini tanpa kehadiran dan antusiasme dari para pengunjung. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Setiap dukungan yang kalian berikan telah menjadi warna tersendiri yang membentuk indahnya Colour of the Future.
Sampai jumpa di Bunkasai berikutnya! Mari sekali lagi kita ciptakan cerita serta kenangan baru bersama-sama!


