Teknologi, Gempa, dan Rasa Aman Masyarakat Jepang

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20250529135310-4-637205/

Apa reaksi pertama kamu ketika mendengar deringan keras dari ponsel sebagai peringatan terjadinya gempa bumi? Apakah kamu akan merasa panik atau langsung berlindung diri? Banyak video beredar yang membagikan situasi saat terjadinya gempa di Jepang. Earthquake Early Warning (EEW) menjadi alarm sehari-hari yang dirasakan oleh masyarakat Jepang. Fenomena gempa sudah menjadi hal yang tidak asing terjadi, terutama dengan titik geografis negara Jepang yang berdekatan dengan ring of fire. Penasaran gak sih bagaimana cara Jepang menerapkan teknologi dalam mitigasi bencana, khususnya gempa bumi?

Mengapa Jepang Rawan Gempa dan Bagaimana Upaya Mitigasinya?

Sebelum mengetahui upaya Jepang dalam mencegah efek gempa, kita perlu mengetahui penyebab Jepang termasuk negara yang rawan terkena gempa. Jepang terletak di pertemuan beberapa lempeng tektonik utama, seperti Lempeng Pasifik, Lempeng Filipina, dan Lempeng Eurasia, yang menjadikannya bagian dari kawasan Ring of Fire. Kondisi geografis ini menyebabkan aktivitas seismik terjadi secara intens dan berulang.

Menghadapi kenyataan tersebut, Jepang tidak hanya berfokus pada teknologi bangunan tahan gempa. Sebagai upaya mitigasi, Jepang mengembangkan sistem peringatan dini, pendidikan kebencanaan sejak dini, serta prosedur evakuasi yang terstruktur untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana. Tapi, pernahkah kamu berpikir, bagaimana sih cara Jepang menerapkan teknologi tahan gempa? Juga, bagaimana tanggapan orang Jepang terkait kejadian gempa bumi yang rawan terjadi?

Sumber: https://www.jituproperty.com/articles/pondasi-rumah-jepang-teknologi-tahan-gempa-yang-804?page=all

Teknologi Bangunan Tahan Gempa: Apakah Masyarakat Merasa Aman?

Bentuk penerapan teknologi mitigasi gempa di Jepang dapat dilihat dari struktur bangunan tahan gempa yang dirancang dengan pendekatan eksklusif. Taishin structure merupakan sistem penguatan bangunan agar mampu menahan guncangan gempa dengan memperkuat kolom dan balok. Sementara itu, seishin structure menggunakan peredam khusus untuk menyerap energi getaran sehingga guncangan yang dirasakan bangunan menjadi lebih ringan. Berbeda dari keduanya, menshin structure bekerja dengan memisahkan bangunan dari tanah menggunakan bantalan khusus, sehingga getaran gempa tidak langsung diteruskan ke struktur bangunan. Ketiga sistem ini menunjukkan bagaimana Jepang selalu mengembangkan teknologi untuk meminimalkan risikonya.

Keberadaan teknologi bangunan tahan gempa ini memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat Jepang. Meskipun gempa bumi tetap menjadi ancaman yang nyata, rasa aman tidak sepenuhnya hilang dari kehidupan sehari-hari. Teknologi membuat masyarakat lebih siap terhadap bencana yang akan dihadapi dan percaya bahwa risiko dapat dikendalikan. Namun, hidup di wilayah rawan gempa juga membentuk kesadaran kolektif bahwa bencana bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, rasa aman yang dirasakan masyarakat Jepang bukan hanya berasal dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari kesiapsiagaan, edukasi, dan sikap menerima risiko sebagai bagian dari kehidupan.

Sumber Referensi:

Penulis: 2902722273 – Shabrina Alfarizqy Sutarjo