Origami sebagai Tradisi Kerajinan Kertas Jepang
Sumber: https://share.google/V8af47NpdLvFg0wYx
Paper craft atau kerajinan kertas merupakan salah satu bentuk seni yang dapat dilakukan oleh berbagai kalangan. Dengan memanfaatkan kertas sebagai media utama, kita dapat menciptakan beragam bentuk, mulai dari hewan, makanan, hingga berbagai objek kreasi lainnya. Salah satu jenis paper craft yang paling dikenal adalah origami, yaitu teknik seni melipat kertas ala Jepang. Istilah origami tentu sudah tidak asing di telinga kita. Namun, pernahkah terpikir bagaimana sejarah dari origami dan bagaimana orang-orang Jepang dapat merancang pola lipatan untuk menghasilkan bentuk-bentuk yang begitu kompleks hanya dari selembar kertas?
Sejarah dari Origami
Origami berasal dari kata oru (折る) yang berarti melipat dan kami (紙) yang berarti kertas. Seni melipat kertas ini telah lama menjadi bagian dari budaya Jepang dan hingga kini diajarkan di sekolah sebagai sarana seni serta ekspresi kreatif. Praktik origami diketahui berkembang pesat pada periode Edo (1603–1867). Namun, beberapa bukti menunjukkan bahwa seni ini telah ada jauh sebelum tahun 1000 dan digunakan dalam konteks keagamaan dan upacara ritual. Pada masa awalnya, origami hanya dapat diakses oleh kalangan terbatas, seperti pendeta dan anggota istana kekaisaran, sehingga memiliki nilai simbolis dan sakral.
Salah satu bentuk origami yang paling dikenal adalah bangau kertas atau tsuru (鶴). Bangau melambangkan umur panjang dan harapan, terutama melalui rangkaian seribu bangau yang dikenal sebagai senbazuru (千羽鶴). Pada awalnya, terdapat sebuah kepercayaan bahwa membuat seribu origami berbentuk bangau merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mengharapkan umur panjang. Namun, seiring waktu, tradisi tersebut beralih di mana melipat seribu bangau kertas diyakini dapat mengabulkan sebuah harapan.
Sumber: https://share.google/4YqgKziWzt4hRTTNN
Bagaimana Cara Orang Jepang Membuat Pola Origami?
Hiden Senbazuru Orikata merupakan salah satu buku yang tercatat berbagai macam cara untuk melipat bentuk origami bangau. Buku ini dikarang oleh seorang pendeta pada tahun 1797. Pada masa itu, proses pembuatan origami tidak dirancang melalui template geometris seperti pada origami modern. Teknik melipat origami diturunkan secara turun-temurun melalui tradisi lisan, pengamatan langsung, serta diagram sederhana. Pola ini kemudian dikuasai melalui ingatan daHn latihan berulang.
Kesimpulannya, origami pada masa Edo lebih menekankan pengalaman dan tradisi daripada perhitungan matematis. Hal inilah yang menunjukkan bahwa keindahan dan kompleksitas origami tidak selalu lahir dari rancangan teknis, melainkan dari proses kreatif yang berkembang secara alami dalam budaya masyarakat Jepang.
Sumber Referensi:
- https://we-languages.com/origami/
- https://www.toki.tokyo/blogt/2016/4/4/origami-the-japanese-tradition-of-paper-folding
- https://www.japan-experience.com/plan-your-trip/to-know/understanding-japan/senbazuru-one-thousand-cranes
- https://www.gov-online.go.jp/eng/publicity/book/hlj/html/202112/202112_06_en.html?
Penulis: 2902722273 – Shabrina Alfarizqy Sutarjo
