    {"id":655,"date":"2017-03-02T21:51:25","date_gmt":"2017-03-02T14:51:25","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/?p=655"},"modified":"2017-03-02T21:51:25","modified_gmt":"2017-03-02T14:51:25","slug":"pemanfaatan-teknologi-untuk-pilkada-dki-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/2017\/03\/pemanfaatan-teknologi-untuk-pilkada-dki-jakarta\/","title":{"rendered":"Pemanfaatan Teknologi  untuk Pilkada DKI Jakarta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2017\/03\/128379_large.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-657\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2017\/03\/128379_large.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"497\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2017\/03\/128379_large.jpg 800w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2017\/03\/128379_large-640x398.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2017\/03\/128379_large-768x477.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pilkada DKI Jakarta Februari lalu menghadirkan tiga calon berbeda yakni, dari paslon nomor 1\u00a0 Agus\u00a0Harimurti Yudhoyono- Sylviana, paslon nomor 2 Basuki\u00a0Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan paslon nomor 3 Anies Baswedan\u2013Sandiaga Uno. KPU telah menghitung Rekapitulasi suara, Hasil sementara Berdasarkan rekapitulasi, paslon nomor pemilihan satu,\u00a0Agus\u00a0Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni\u00a0memperoleh 937.955 suara atau sekitar\u00a017,05 persen. Paslon nomor pemilihan dua,\u00a0Basuki\u00a0Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat\u00a0memperoleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen. Terakhir, paslon nomor pemilihan tiga Anies Baswedan\u2013Sandiaga Uno memperoleh 2.197.333 suara atau 39,95 persen.\u00a0(Cahya, 2017)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Kepedulian masyarakat akan Pilkada terlihat cukup tinggi,hal ini dibuktikkan dengan tinggi nya partisipasi masyarakat dalam mengawasi Pilkada ini. Dapat dilihat dari peluncuran aplikasi-aplikasi untuk mengawasi jalannya Pilkada DKI Jakarta. Kemajuan teknologi telah membuka jalan baru bagi masyrakat untuk turut serta dalam pengawasan Pilkada tahun ini melalui beberapa aplikasi <em>smartphone<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Di lain sisi, kepedulian masyarakat tercermin dari perhatian mereka dalam pelanggaran-pelanggaran tertentu selama kampanye. Contohnya pada aplikasi yang bernama <strong><em>Qlue <\/em><\/strong>yaitu aplikasi yang berfungsi untuk mempublikasikan hasil pengawasan Pilkada Serentak 2017, di DKI Jakarta, Manado, Probolinggo, Kota Bima, dan kota-kota lainnya. Jumlah laporan yang masuk ke aplikasi <strong><em>Qlue <\/em><\/strong>sebanyak 83,1 persen mengenai atribut kampanye. Sebanyak 99 persen laporan masuk berasal dari Provinsi DKI Jakarta dan 1 persennya datang dari\u00a0 daerah sekitar Ibu kota yaitu\u00a0 Bekasi, Depok, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. (Mastel, 2017) Selanjutnya, adapula aplikasi yang\u00a0 dikenal\u00a0 sebagai <em>Quick Count <\/em>yang memberikan hasil cepat dan akurat terhadap perhitungan suara Pilkada. Sistem dan penggunaan aplikasi <strong>MataRakyat<\/strong> cukup <em>user friendly <\/em>dan sederhana. Setelah mengunduhnya di <em>App Store<\/em> atau <em>Play Store,<\/em> masyarakat bisa mendaftarkan diri sebagai saksi atau <em>eSaksi<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2017\/03\/0352416Mata-Rakyat780x390.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-659\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2017\/03\/0352416Mata-Rakyat780x390.jpg\" alt=\"\" width=\"780\" height=\"390\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2017\/03\/0352416Mata-Rakyat780x390.jpg 780w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2017\/03\/0352416Mata-Rakyat780x390-640x320.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2017\/03\/0352416Mata-Rakyat780x390-768x384.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 780px) 100vw, 780px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0 \u00a0 Untuk mencegah penyalahgunaan dari kota selain Jakarta, masyarakat harus mendaftarkan diri\u00a0 dan mengisi data seperti nama sesuai KTP dan NIK. <strong>MataRakyat<\/strong> akan memastikan jika orang tersebut memang\u00a0 pemilih yang terdaftar di\u00a0<em>database\u00a0<\/em>KPU. Jika benar, maka orang tersebut akan menjadi\u00a0 <em>eSaksi <\/em>di TPS tempat nama mereka terdaftar.\u00a0Disetiap TPS, <strong>MataRakyat <\/strong>butuh 5 relawan untuk memasukkan data jumlah suara yang didapat dari setiap pasangan calon dan mengambil foto dari formulir C1. Untuk memastikan data yang dimasukkan benar dan sesuai dengan yang ada di foto, informasi ini akan dikirimkan ke relawan-relawan lain di TPS lain untuk melakukan validasi. Jika data dipastikan valid dengan data yang ada, data yang telah diterima baru akan dikirimkan ke server <strong>MataRakyat<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0 \u00a0 Setelah data terakumulasi, pengguna <strong>MataRakyat <\/strong>dapat mengakses hasil perhitungan suara cepat. Setelah pemungutan suara selesai, pihak dari <strong>MataRakyat<\/strong> memperkirakan ada sekitar 5 juta orang yang mengakses aplikasi <strong>MataRakyat <\/strong>dengan bersamaan. Ini adalah bukti lainnya bahwa kepedulian masyarakat telah meningkat bahkan masyarakat mau untuk melakukan pekerjaan yang bukan kewajibannya. Karena mereka peduli akan pentingnya hasil pemilihan yang akan menentukan\u00a0 nasib dari DKI Jakarta selama 5 tahun kedepan. Masyarakat juga menyadari banyak terjadi kecurangan yang terjadi bahkan sebelum hari-H dari Pilkada. Kemungkinan terjadinya kecurangan pada hari-H juga sangat tinggi jika melihat pada Pilkada sebelumnya di berbagai daerah. Sehingga hal ini menyadarkan masyarakat akan pentingnya peran mereka dalam pengawasan Pilkada. Karena megawasi proses pemilihan bukan hanya tugas Bawaslu tetapi juga seluruh masyarakat yang ada. Kemudian, jumlah Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) terbatas sehingga kemungkinan ada kecurangan yang tidak terdeteksi juga ada, dengan tingginya kepedulian masyrakat tingkat kecurangan bisa diminimalisir. Bahkan di\u00a0 Pilkada 2017 ini peran Teknologi juga mengambil andil tentunya hal ini adalah hal yang sangat baik mengingat lebih cepatnya akumulasi data serta keakuratan datanya yang dapat di pertanggungjawabkan. Semoga di Pilkada selanjutnya, partisipasi masyarakat Indonesia akan semakin meningkat tidak hanya dalam pengambilan suara tetapi juga partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilihan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pilkada DKI Jakarta Februari lalu menghadirkan tiga calon berbeda yakni, dari paslon nomor 1\u00a0 Agus\u00a0Harimurti Yudhoyono- Sylviana, paslon nomor 2 Basuki\u00a0Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan paslon nomor 3 Anies Baswedan\u2013Sandiaga Uno. KPU telah menghitung Rekapitulasi suara, Hasil sementara Berdasarkan rekapitulasi, paslon nomor pemilihan satu,\u00a0Agus\u00a0Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni\u00a0memperoleh 937.955 suara atau sekitar\u00a017,05 persen. Paslon nomor pemilihan dua,\u00a0Basuki\u00a0Tjahaja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":657,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40,31,38],"tags":[],"class_list":["post-655","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-archive","category-domestik","category-politics-domestik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=655"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/655\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":662,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/655\/revisions\/662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/657"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}