    {"id":4997,"date":"2024-09-30T13:20:38","date_gmt":"2024-09-30T06:20:38","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/?p=4997"},"modified":"2024-09-30T13:22:26","modified_gmt":"2024-09-30T06:22:26","slug":"representasi-perempuan-di-perfilman-hollywood","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/2024\/09\/representasi-perempuan-di-perfilman-hollywood\/","title":{"rendered":"Representasi Perempuan di Perfilman Hollywood"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_4998\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_4998\" class=\"wp-caption clear aligncenter\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 450px\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2024\/09\/download-2.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"wp-image-4998\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2024\/09\/download-2.jpeg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"214\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_4998\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Source: prestigeonline.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Representasi yang Baik Dalam Media Film<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Representasi dalam media merupakan gambaran sekelompok orang di sebuah media yang akan diterima oleh publik. Media memiliki dampak dalam mengendalikan persepsi dan pandangan masyarakat kepada suatu kelompok dalam masyarakat. Hal ini juga termasuk bagaimana masyarakat akan memandang perempuan dan kelompok marginal lain. Banyak film yang masih menggambarkan perempuan sebagai karakter yang mempunyai watak yang dangkal atau mengobjektifikasi perempuan. Hal tersebut merupakan mirepresentasi yang dapat menimbulkan stereotipe yang tidak baik terhadap perempuan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(Jenkins, 2022).<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Representasi perempuan dari masa ke masa<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Para sineas perempuan sudah terlibat dalam pembuatan film sejak awal saat film ditemukan. Alice Guy-Blach\u00e9 merupakan salah satu\u00a0 pelopor pelaku film perempuan di era film bisu. Ia memulai karirnya di Prancis pada tahun 1896 dengan film \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">La F\u00e9e aux choux<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Setelah menikah, ia melanjutkan karirnya di Amerika Serikat. Guy-Blach\u00e8 telah membuat lebih dari 1000 film pendek sepanjang hidupnya, namun sebagian besar filmnya hilang. Setelah berpisah dengan suaminya di tahun 1920an, ia kembali ke Prancis bersama anak-anaknya. Di Prancis, Guy-Blache mencoba mencari pekerjaan di industri perfilman. Namun ia tidak mendapat pekerjaan walaupun pada saat itu industri film sudah mulai meluas <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(Dargis, 2019)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada tahun 1922 sampai 1959, representasi aktris, sutradara perempuan, dan produser perempuan sempat menurun berdasarkan sebuah riset yang dirilis pada tahun 2020 mengenai disproporsi gender dalam industri film Hollywood sejak tahun 1911 sampai 2010. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kandidat perempuan yang tertarik dan memenuhi kualifikasi dalam bidang lain. Namun hal tersebut tidaklah mungkin memengaruhi industri perfilman karena survey lainnya menunjukan bahwa\u00a0 perempuan remaja lebih tertarik pekerjaan di bidang seni daripada laki-laki sebayanya <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(Amaral et al., 2020)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Beranjak beberapa waktu setelahnya, representasi perempuan di film sudah meningkat secara perlahan terkhusus pada era kontemporer. Namun, di ajang penghargaan dan festival film internasional bergengsi masih belum mengakui lebih banyak film karya perempuan. Selain itu, Penghargaan Oscars juga sering dikritik oleh publik karena kurangnya keberagaman pada nominasi utama yang tidak berbasis gender (film terbaik, sutradara terbaik, dan skenario terbaik). Dalam Penghargaan Oscars, hanya terdapat tiga dari delapan sutradara perempuan yang berhasil memenangkan penghargaan sutradara terbaik sejak acara tersebut pertama kali diselenggarakan pada tahun 1929. Pada tahun 2009, Kathryn Bigelow menetapkan sejarah sebagai perempuan pertama yang memenangkan di kategori film terbaik dan sutradara terbaik. Terdapat 22 perempuan sudah pernah mendapat nominasi sutradara terbaik sejak 96 tahun acara penghargaan tersebut berjalan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(Davis, 2024)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dari Oscars ke 96 yang dilaksanakan pada Maret lalu, 32% perempuan mendapatkan nominasi <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Gender Overall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 2024)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. Hal tersebut merupakan awal dari perubahan menuju kemajuan bagi para penyelenggara Oscars. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa representasi tersebut juga kurang inklusif terhadap perempuan dengan jenis warna kulit berbeda dan kelompok minoritas lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Dampak dari Representasi yang Kurang Baik<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Representasi yang kurang baik muncul dari penulisan naskah yang kurang baik. Naskah memperkenalkan cerita dan juga karakter dari suatu film. Film dengan representasi yang baik harus ditulis oleh penulis naskah yang mampu untuk menulis tokoh perempuan dengan gambaran yang positif dan realistis. Yaitu seperti mengambil dari kenyataan, tidak mengobjektifikasi perempuan, dan membuatnya relevan dengan inti ceritanya <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(Burke, 2020).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu pengaruh dari representasi di media yang kurang baik adalah munculnya istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">male gaze<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Secara harfiah, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">male gaze<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> diterjemahkan sebagai tatapan laki-laki. Isilah tersebut mengacu kepada pandangan perempuan dari sudut pandang dari laki-laki heteroseksual, yaitu perempuan dipandang sebagai sebuah objek hasrat untuk laki-laki <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(Loreck, 2023)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0 Pengaruh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">male gaze<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di media adalah hal tersebut mempromosikan objektifikasi seksual terhadap perempuan di dunia nyata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa contoh dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">male gaze<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di film adalah dari film-film yang disutradarai oleh Christopher Nolan. Dalam filmnya, tokoh-tokoh perempuan sangat kurang dikembangkan. Karakter perempuan di filmnya digambarkan hanya sebatas pelengkap dari karakter laki-lakinya. Ia juga mengkategorisasi karakter perempuannya menjadi beberapa kategori. Yaitu pasangan yang sudah meninggal untuk memotivasi peran utama laki-laki, perempuan yang butuh penyelamatan, penjahat perempuan yang sudah mati, dan seorang rekan kerja perempuan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(Seth, 2023)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kesimpulannya, representasi yang akurat dalam media untuk kelompok minoritas sangatlah penting supaya\u00a0 tidak akan menimbulkan stereotip yang buruk terhadap suatu kelompok. Di era kontemporer ini, Hollywood sudah meningkatkan inklusivitas terhadap perempuan dan kelompok minoritas walaupun tidak begitu pesat. Selain representasi, Hollywood juga masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki seperti isu pemakaian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, tenaga kerja yang dibayar dibawah upah minimum, dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Amaral, \u200cL. A. N., Moreira, J. A. G., Dunand, M. L., Navarro, H. T., &amp; Lee, H. A. (2020). Long-term patterns of gender imbalance in an industry without ability or level of interest differences. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">PLoS ONE<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">15<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(4), e0229662\u2013e0229662. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1371\/journal.pone.0229662\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.1371\/journal.pone.0229662<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Burke, L. (2020, July 9). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">L\u00e9on at 25: representations of girlhood need to be real and relevant \u2013 not distorted by the male gaze<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. The Conversation. <\/span><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/leon-at-25-representations-of-girlhood-need-to-be-real-and-relevant-not-distorted-by-the-male-gaze-141262\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/theconversation.com\/leon-at-25-representations-of-girlhood-need-to-be-real-and-relevant-not-distorted-by-the-male-gaze-141262<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dargis, M. (2019, September 6). Overlooked No More: Alice Guy Blach\u00e9, the World\u2019s First Female Filmmaker. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The New York Times<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.nytimes.com\/2019\/09\/06\/obituaries\/alice-guy-blache-overlooked.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.nytimes.com\/2019\/09\/06\/obituaries\/alice-guy-blache-overlooked.html<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Davis, C. (2024, February 14). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">All Oscars Best Picture Nominated Movies Directed by Women<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Variety; Variety. <\/span><a href=\"https:\/\/variety.com\/lists\/best-picture-women-directed-movies-listed\/lost-in-translation-2003-2\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/variety.com\/lists\/best-picture-women-directed-movies-listed\/lost-in-translation-2003-2\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Gender Overall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. (2024). Inclusionlist.org. <\/span><a href=\"https:\/\/www.inclusionlist.org\/oscars\/gender\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.inclusionlist.org\/oscars\/gender<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jenkins, R. (2022, August 25). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Millions of adults feel misrepresented in movies, due to overused stereotypes and a lack of diversity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. The Scotsman; The Scotsman. <\/span><a href=\"https:\/\/www.scotsman.com\/read-this\/millions-of-adults-feel-misrepresented-in-movies-due-to-overused-stereotypes-and-a-lack-of-diversity-3819568\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.scotsman.com\/read-this\/millions-of-adults-feel-misrepresented-in-movies-due-to-overused-stereotypes-and-a-lack-of-diversity-3819568<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Loreck, J. (2023, May 4). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Apa yang dimaksud dengan \u201cmale gaze\u201d dan \u201cfemale gaze\u201d?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> The Conversation. <\/span><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/apa-yang-dimaksud-dengan-male-gaze-dan-female-gaze-204037\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/theconversation.com\/apa-yang-dimaksud-dengan-male-gaze-dan-female-gaze-204037<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Seth, R. (2023, July 22). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Justice For The Women Of \u201cOppenheimer.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> British Vogue; British Vogue. <\/span><a href=\"https:\/\/www.vogue.co.uk\/article\/oppenheimer-female-characters\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.vogue.co.uk\/article\/oppenheimer-female-characters<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Representasi yang Baik Dalam Media Film Representasi dalam media merupakan gambaran sekelompok orang di sebuah media yang akan diterima oleh publik. Media memiliki dampak dalam mengendalikan persepsi dan pandangan masyarakat kepada suatu kelompok dalam masyarakat. Hal ini juga termasuk bagaimana masyarakat akan memandang perempuan dan kelompok marginal lain. Banyak film yang masih menggambarkan perempuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":4998,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,30,329],"tags":[],"class_list":["post-4997","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-internasional","category-irb-news-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4997"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5001,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4997\/revisions\/5001"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}