{"id":3366,"date":"2021-12-07T20:57:08","date_gmt":"2021-12-07T13:57:08","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/?p=3366"},"modified":"2021-12-07T20:57:08","modified_gmt":"2021-12-07T13:57:08","slug":"puluhan-ribu-orang-melakukan-protes-menentang-kebijakan-militer-baru-di-sudan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/2021\/12\/puluhan-ribu-orang-melakukan-protes-menentang-kebijakan-militer-baru-di-sudan\/","title":{"rendered":"Puluhan Ribu Orang Melakukan Protes Menentang Kebijakan Militer Baru di Sudan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">(Source: Thegrogorwth)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kondisi pemerintahan Sudan kini masih diisi oleh militer. Ini juga yang menjadi poin utama masyarakat Sudan melakukan protes. Puluhan ribu orang turun ke jalan untuk menuntut militer untuk kembali mengurus urusannya dan rakyat menduduki kedudukan tertinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sudan menjadi satu dari beberapa negara yang masih dikuasai oleh militer yang mengisi kursi pemerintahan. Sejak Sudan berdiri selama 65 tahun, sudah 52 tahun rakyat Sudan hidup di era pemerintahan militer. Tindakan keras sekaligus brutal adalah yang diterima rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Abdalla Hamdok sempat mengatakan bahwa tahun 2019 dan era Al-Bashir adalah era kudeta terakhir yang akan dihadapi oleh Sudan. Tetapi pada kenyataannya, Abdullah Hamdok yang membuat kebijakan baru dengan militer sehingga hal tersebut yang menjadi masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hampir semua rakyat Sudan merasa kecewa karena kesepakatan ini akan membuat era kudeta yang baru. Militer berkuasa dan membuat rakyat yang melakukan unjuk rasa langsung dihakimi di tempat. Dan gas air mata yang selalu dirasakan oleh para pengunjuk rasa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apa yang Sedang Terjadi di Sudan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2021\/12\/fn-2021-11-15-08-37-24-0.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3367 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2021\/12\/fn-2021-11-15-08-37-24-0.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"523\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">(Source: Freshnewsasia)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sudan menjadi satu dari puluhan negara yang masih berada di era pemerintahan opresif. Sempat terhenti saat tahun 2019, tetapi pada 25 November 2021, terjadi kesepakatan antara perdana menteri Abdalla Hamdok dengan panglima militer Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pengunjuk rasa merasa Abdalla Hamdok hanya melanjutkan kekuasaan militer di negara mereka. Kini, militer sudah sepenuhnya memegang kontrol setelah menyelesaikan masalah power-sharing dalam pemerintahan dan akan menahan sementara perdana menteri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Panglima militer Sudan malah beranggapan kalau perjanjian ini akan membentuk negara menjadi lebih aman dan jauh dari konflik. Menurut Abdel Fattah Al-Burhan, transisi negara selama 2 tahun ini hanya akan mengancam perdamaian dan persatuan Sudan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oleh karena itu, pemerintahan sekarang telah menerbitkan beberapa pasal baru dan beberapa pemerintah regional sudah dicopot jabatan. Rakyat Sudan tentu saja tidak ingin jika harus kembali seperti yang mereka rasakan selama setengah abad lalu sehingga protes.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebuah Pengkhianatan oleh Perdana Menteri Abdalla Hamdok<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2021\/12\/FEkD6uiXEAQZ-OR.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3368 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-content\/uploads\/sites\/42\/2021\/12\/FEkD6uiXEAQZ-OR.jpg\" alt=\"\" width=\"949\" height=\"533\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">(Souce: The State)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penduduk Sudan kini sedang sangat marah dengan fakta bahwa Abdalla Hamdok bersedia untuk bernegosiasi dengan pimpinan militer negara itu. Ini merupakan bentuk pengkhianatan dan pengambilalihan pemerintahan oleh militer sepenuhnya tidak bisa diterima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perdana Menteri Hamdok dan beberapa pemerintah daerah sudah ditangkap karena menolak kesepakatan yang dibuat oleh Hamdok beserta dengan panglima militer. Penduduk Sudan yang merasa dirugikan dan terhitung sudah sebanyak 42 pengunjuk rasa telah tewas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Protes tidak hanya terjadi di ibu kota Sudan, Khartoum, tetapi juga terjadi di daerah seperti Port Sudan, Kassala, Nyala, dan Atbara. Rakyat dituntut untuk terus turun di jalan hingga apa yang mereka tuntut bisa dikabulkan. Dan berharap bahwa dapat hidup dengan bebas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Referensi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Al Jazeera. (2021, November 30). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sudan security forces fire tear gas at Khartoum protesters<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Protests News | Al Jazeera. <\/span><a href=\"https:\/\/www.aljazeera.com\/news\/2021\/11\/30\/anti-military-protesters-to-march-on-sudans-presidential-palace\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.aljazeera.com\/news\/2021\/11\/30\/anti-military-protesters-to-march-on-sudans-presidential-palace<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mackintosh, I. C. K. A. E. (2021, October 26). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sudan coup explained: The military has taken over in Sudan. Here\u2019s what happened<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. CNN. <\/span><a href=\"https:\/\/edition.cnn.com\/2021\/10\/25\/africa\/sudan-coup-explained-intl-cmd\/index.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/edition.cnn.com\/2021\/10\/25\/africa\/sudan-coup-explained-intl-cmd\/index.html<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Reuters. (2021a, November 30). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sudan politician freed a month after arrest during coup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.reuters.com\/world\/africa\/sudan-politician-freed-month-after-arrest-during-coup-2021-11-29\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.reuters.com\/world\/africa\/sudan-politician-freed-month-after-arrest-during-coup-2021-11-29\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Reuters. (2021b, November 30). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tens of thousands march against military rule in Sudan, met with tear gas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.reuters.com\/world\/africa\/anti-military-protesters-march-sudans-presidential-palace-2021-11-30\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.reuters.com\/world\/africa\/anti-military-protesters-march-sudans-presidential-palace-2021-11-30\/<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Author: Vincent Govandhi | IRB News<\/p>\n<p>Editor: Uttari Kandha Ariwangsa | IRB News<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Source: Thegrogorwth) Kondisi pemerintahan Sudan kini masih diisi oleh militer. Ini juga yang menjadi poin utama masyarakat Sudan melakukan protes. Puluhan ribu orang turun ke jalan untuk menuntut militer untuk kembali mengurus urusannya dan rakyat menduduki kedudukan tertinggi. Sudan menjadi satu dari beberapa negara yang masih dikuasai oleh militer yang mengisi kursi pemerintahan. Sejak Sudan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":3369,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,30,39],"tags":[266,246,267,265],"class_list":["post-3366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-internasional","category-peace-conflict-domestik","tag-abdallahamdok","tag-military","tag-militarypolicy","tag-sudan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3366"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3371,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3366\/revisions\/3371"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3369"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himhi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}