    {"id":888,"date":"2017-09-25T18:44:28","date_gmt":"2017-09-25T11:44:28","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/?p=888"},"modified":"2017-09-25T18:44:28","modified_gmt":"2017-09-25T11:44:28","slug":"the-things-you-should-know-about-sushi-and-sashimi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/2017\/09\/the-things-you-should-know-about-sushi-and-sashimi\/","title":{"rendered":"The Things You Should Know About Sushi and Sashimi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Laurentia Esther Laloan<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">1901518166<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-890\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2017\/09\/Screen-Shot-2017-09-25-at-6.44.02-PM.png\" alt=\"\" width=\"432\" height=\"270\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Greetings for all foodies! Pastinya kata sushi dan sashimi sudah tidak asing lagi di kehidupan kita ya, dari restaurant berbintang sampai toko-toko kecil pun banyak yang menyajikan makanan khas Negri Sakura ini. Buat kalian yang sushi and sashim<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> lover,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berikut merupakan beberapa fakta menarik tentang sushi dan sashimi yang biasa kalian santap!<br \/>\n<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">1. Why we call it \u201cSuhsi\u201d and \u201cSashimi\u201d<br \/>\n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Awalnya masyarakat jepang menyebut sushi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u2018<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400\">Su-Mesh\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dimana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u2018Su\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berartikan cuka (Arak), dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u2018Meshi\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah nasi. Namun seiring dengan waktu kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u2018Su-Meshi\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di persingkat menjadi kata yang sering kita dengar, yaitu Sushi.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Sedangkan kata sashimi merupakan gabungan dari kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u2018Sashi\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berarti potongan dan \u2018<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mi\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berarti daging.<br \/>\n<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n2. History of Sushi : Sushi originated outside of Japan!<br \/>\n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Pada era 4 abad sebelum masehi di Asia Tenggara, Ikan difermentasi dan disimpan di dalam beras dan garam. Beras ini hanya untuk menyimpan ikan, jadi sepertinya dibuang tanpa dimakan. Cara menyimpan ikan ini juga sampai ke Jepang, lalu pada zaman Heian dimakan sebagai [Nare Sushi]. Orang Jepang yang suka beras, sejak Zaman Muromachi memakan ikan tersebut tanpa membuang nasinya, lalu pada Zaman Edo munculah ide untuk membuat Haya Sushi [Sushi Cepat] tanpa memfermentasikan ikannya lalu dicampur dengan arak membuat nasinya berasa asam.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><\/p>\n<p><\/span><i style=\"font-size: 1em\"><span style=\"font-weight: 400\">3. Sushi and Sashimi are Different!<br \/>\n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Karena sama-sama menggunakan Ikan mentah, dua makanan ini sering dianggap sama. Sebanarnya kedua makanan ini berbeda. Sushi adalah nasi cuka kepal yang dihidangkan dengan<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> ikan, sayuran dan rumput laut. Namun karena perkembangan dan inovasi di Jepang sendiri, Sushi tidak hanya terbatas dari bahan-bahan tersebut di atas.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Sedangkan Sashimi didefinisikan sebagai bagian daging. Sashimi tidak selamanya berasal dari bahan daging laut atau daging mentah. Sashimi yang terbuat dari daging ayam yang disebut Torisawa dan ada juga Sashimi yang terbuat dari daging kuda yang disebut Basashi.<\/span><br \/>\n<i><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n4. How to eat sushi The right way?<br \/>\n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Jawabannya adalah dengan menggunakan tanggan! Yup, Sushi memang identik dengan sumpit, tapi tahu kah kamu kalau sebenarnya cara memakan sushi yang benar adalah dengan mengambil sushi menggunakan ibu jari dan jari tengahmu. Alasannya adalah, agar kamu dapat merasakan tekstur dari nasi kepalmu itu.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Berbeda dengan Sushi, sumpit merupakan pasangan terbaik saat memakan Sashimi<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. Penggunaan sumpit saat memakan Sashimi dianggap sebagai tindakan yang sangat sopan.<\/p>\n<p><\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">5. Dont dip your rice in soy sauce!<br \/>\n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Saat kalian memakan sushi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">soy sauce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, bagian mana yang kalian celupkan? Kalau kalian menjawab nasi, artinya selama ini kalian memakan Sushi dengan cara yang salah. Cara memakan Sushi yang benar adalah dengan mencelupkan bagian ikan atau lauk yang ada pada Sushi. Dengan mencelupkan bagian nasi pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">soy sauce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan menyebabkan nasi menyerap lebih banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">soy sauce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan akan merusak tekstur dari sushi itu sendiri. Dan juga, meninggalkan butiran nasi pada mangkuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">soy sauce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dianggap tidak sopan di Negri Sakura itu.<\/span><br \/>\n<i><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n6. Upside down your sushi!<br \/>\n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Saat kalian memasukan Sushi ke mulut kalian jangan menempatkan sisi nasi di bagian bawah, tapi tempatkan lah bagian ikan atau lauk di bawah. Tujuannya adalah agar kalian dapat merasakan tekstur dan rasa yang lebih dari si ikan atau pun lauk pada Sushi.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400\">Demikian beberapa fakta tentang sushi dan sahsimi yang perlu kalian ketahui sebagai sushi-sashimi lover. Oh! And don\u2019t forget to give a deep respectful bow to your chef as you leave the restaurant as a thankyou <\/span><span style=\"font-weight: 400\">?<\/p>\n<p><\/span><span style=\"font-weight: 400\">Source :<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.thrillist.com\/eat\/nation\/dos-and-don-ts-of-sushi-sushi-etiquette<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laurentia Esther Laloan 1901518166 Greetings for all foodies! Pastinya kata sushi dan sashimi sudah tidak asing lagi di kehidupan kita ya, dari restaurant berbintang sampai toko-toko kecil pun banyak yang menyajikan makanan khas Negri Sakura ini. Buat kalian yang sushi and sashim lover, berikut merupakan beberapa fakta menarik tentang sushi dan sashimi yang biasa kalian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":890,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,6],"tags":[],"class_list":["post-888","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-fun-facts"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/888","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=888"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/888\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":891,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/888\/revisions\/891"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media\/890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=888"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=888"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=888"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}