    {"id":884,"date":"2017-09-25T18:38:54","date_gmt":"2017-09-25T11:38:54","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/?p=884"},"modified":"2017-09-25T18:38:54","modified_gmt":"2017-09-25T11:38:54","slug":"ciplukan-tanaman-langka-yang-banyak-khasiat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/2017\/09\/ciplukan-tanaman-langka-yang-banyak-khasiat\/","title":{"rendered":"CIPLUKAN, TANAMAN LANGKA YANG BANYAK KHASIAT"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Vania Clarensia<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">2001584313<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki kekayaan hutan yang sangat besar. Pada hutan-hutan tersebut, tumbuh berbagai jenis buah-buahan, seperti pisang, rambutan, durian, dan lain-lain. Namun selain buah-buahan yang sering didengar tersebut, terdapat banyak buah-buahan lain, namun kurang diketahui oleh masyarakat. Salah satunya adalah Buah Ciplukan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-886\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2017\/09\/Screen-Shot-2017-09-25-at-6.40.20-PM.png\" alt=\"\" width=\"220\" height=\"180\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber Gambar: http:\/\/www.tradewindsfruit.com\/content\/mullaca.html<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tanaman ciplukan, atau dalam Bahasa Latin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Physalis Angulata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman ini awalnya berasal dari daerah Amerika Tropis, namun saat ini telah tersebar dimana-mana, baik di daerah tropis, subtropis, dan daerah yang beriklim hangat. Di Indonesia, tanaman ini dianggap sebagai tanaman liar dan bahkan saat ini sudah hampir punah, padahal sebenarnya tanaman ini memiliki sangat banyak khasiat bagi manusia, bukan hanya buahnya, namun juga daun, batang, dan akarnya. Tanaman ini sudah banyak dimanfaatkan oleh penduduk luar negri seperti Jepang, Inggris, Amerika, dan lain-lain. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di daerah Afrika Tropis, daun dari tanaman Ciplukan digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal, cacar, jerawat, lesi, dan luka yang telah terinfeksi, menyembuhkan rematik dan meringankan otot-otot yang kaku. Daun ini apabila dicampur dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Anchomanes difformis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit tidur, atau disebut juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">African Trypanosomiasis. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Daun ini juga dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lotion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> obat inflamasi pada mata. Selain itu, daun ini dapat dimakan langsung untuk menyembuhkan sakit perut, kolik, anuria, atau dicampur dengan tuak untuk untuk meredakan demam, serangan asma, mual dan muntah, serta diare.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, tanaman Ciplukan digunakan untuk menyembuhkan malaria, sakit gigi, penyakit liver seperti hepatitis, serta sebagai diuretik (dapat meningkatkan jumlah urine), dan sarinya dapat menyembuhkan gonorea, nefritis, dan gangguan pencernaan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di Asia Tenggara, buah Ciplukan digunakan untuk menyembuhkan gangguan pencernaan dan diaplikasikan secara langsung pada kulit untuk menyembuhkan nyeri, luka bakar, dan goresan. Di Papua Nugini, daun Ciplukan direbus dan dikonsumsi untuk menyembuhkan konstipasi. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Physalis<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">angulata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat tumbuh dengan sangat baik dalam lingkungan yang lembab, tanah yang subur, dan dapat ditemukan pada ketinggian 3000m. Pada suhu yang terlalu tinggi, tanaman ini tidak dapat tumbuh. Proses germinasi dapat berlangsung dengan baik pada suhu 21 &#8211; 30\u2070C. Mengetahui banyaknya khasiat dari tanaman Ciplukan, maka sudah seharusnya kita melestarikan tanaman ini, agar dapat merasakan manfaatnya dan menyembuhkan berbagai macam penyakit. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Schmelzer, Gabriella Harriet &amp; Ameenah Gurib-Fakim. (2008). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Medicinal Plants<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Netherlands: PROTA<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Vania Clarensia 2001584313 Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki kekayaan hutan yang sangat besar. Pada hutan-hutan tersebut, tumbuh berbagai jenis buah-buahan, seperti pisang, rambutan, durian, dan lain-lain. Namun selain buah-buahan yang sering didengar tersebut, terdapat banyak buah-buahan lain, namun kurang diketahui oleh masyarakat. Salah satunya adalah Buah Ciplukan. Sumber Gambar: http:\/\/www.tradewindsfruit.com\/content\/mullaca.html Tanaman ciplukan, atau dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-884","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=884"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/884\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":887,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/884\/revisions\/887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}