    {"id":877,"date":"2017-09-25T18:26:41","date_gmt":"2017-09-25T11:26:41","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/?p=877"},"modified":"2017-09-25T18:26:41","modified_gmt":"2017-09-25T11:26:41","slug":"teh-hijau-superfoods","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/2017\/09\/teh-hijau-superfoods\/","title":{"rendered":"TEH HIJAU : SUPERFOODS?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Joshua Renaldo S<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">1901473464<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-879\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2017\/09\/Screen-Shot-2017-09-25-at-6.28.51-PM.png\" alt=\"\" width=\"477\" height=\"269\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Teh hijau ini sebenarnya sudah ada dari sejak dahulu kala yang digunakan sebagai obat tradisional orang cina selama berabad-abad untuk menyembuhkan dari sakit kepala hingga depresi. Daun teh tersebut seharusnya memiliki kandungan antioksidan yang sangat kaya daripada teh lainnya yang disebabkan perbedaannya dalam memproses pembuatan. Teh hijau ini mengandung vitamin B, asam folat, mangan, magnesium, kafein dan antioksidan lainnya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Semua jenis teh seperti hijau, hitam dan oolong diproduksi dari tanaman sinensi Camelia dengan menggunakan metode yang berbeda. Daun segar dari tanaman diuapkan untuk menghasilkan the hijau, sedangkan daun dari teh hitam dan oolong melibatkan proses fermentasi. Dan katanya bahwa dengan mengkonsumsi teh hijau dapat mempercepat proses penurunan berat badan, mengurangi kolesterol, melawan penyakit kardiovaskular, dan mencegah kanker dan juga penyakit Alzheimer. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketika mengkonsumsi teh hijau ini dapat memberikan beberapa keuntungan bagi kesehatan tubuh sebagai berikut : <\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meningkatkan fungsi otak <\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada teh hijau ini terdapat kandungan kafein yang diketahui sebagai stimulant, tidak sebanyak kopi kadarnya tetapi cukup untuk memproduksi respon tanpa menyebabkan efek deg-degan ketika mengkonsumsi kafein terlalu banyak. Kafein ini membuat otak menghambat neurotransmitter yang disebut Adenosine sehingga meningkatkan proses neuron dan juga konsentrasi dari neurotransmitter seperti dopamin dan norepinephrine.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meningkatkan pembakaran lemak dan performa fisik<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Umumnya pada suplemen pembakar lemak terdapat kandungan teh hijau karena terbukti dapat meningkatkan pembakaran lemak dan juga meningkatkan laju metabolisem pada tubuh, bahkan oksidasi lemak dapat meningkat sebesar 17%, tetapi efek seperti ini tergantung dari penggunanya masing-masing orang. Kafein itu sendiri meningkatkan performa fisik dengan cara memobilisasi asam lemak dari jaringan lemak dan memproduksinya sebagai energi untuk digunakan.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengurangi resiko diabetes tipe 2<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Teh hijau dapat meningkatan sensitivitas insulin dan juga menurunkan tingkat gula darah. Bahkan bagi orang yang sering mengkonsumsi teh hijau ini dapat menurunkan resiko sebanyak 18% dari diabetes.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengurangi resiko penyakit kardiovaskular<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan struk merupakan penyebab utama kematian. Tapi teh hijau ini dapat meningkatkan dramatis kemampuan antioksidannya dari darah, dimana melindungi partikel kolesterol LDL dari oksidasi, dimana menjadi satu bagian pada jalur menuju penyakit jantung. <\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengurangi berbagai jenis kanker<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kanker ini disebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol, yang dikenal dengan kontribusi kerusakan oksidatif untuk perkembangan kanker dan antioksidan tersebut yang dapat memberikan efek pelindung. Teh hijau merupakan sumber antioksidan terbaik sehingga dapat menurunkan resiko kanker.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber : <\/span><a href=\"http:\/\/www.nhs.uk\/Livewell\/superfoods\/Pages\/is-green-tea-a-superfood.aspx\"><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/www.nhs.uk\/Livewell\/superfoods\/Pages\/is-green-tea-a-superfood.aspx<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> ; <\/span><a href=\"http:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/top-10-evidence-based-health-benefits-of-green-tea#section2\"><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/top-10-evidence-based-health-benefits-of-green-tea#section2<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Joshua Renaldo S 1901473464 Teh hijau ini sebenarnya sudah ada dari sejak dahulu kala yang digunakan sebagai obat tradisional orang cina selama berabad-abad untuk menyembuhkan dari sakit kepala hingga depresi. Daun teh tersebut seharusnya memiliki kandungan antioksidan yang sangat kaya daripada teh lainnya yang disebabkan perbedaannya dalam memproses pembuatan. Teh hijau ini mengandung vitamin B, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":879,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-877","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=877"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/877\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":880,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/877\/revisions\/880"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media\/879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}