    {"id":3460,"date":"2022-10-27T16:05:40","date_gmt":"2022-10-27T09:05:40","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/?p=3460"},"modified":"2022-10-27T16:05:40","modified_gmt":"2022-10-27T09:05:40","slug":"charcoal-si-hitam-yang-tren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/2022\/10\/charcoal-si-hitam-yang-tren\/","title":{"rendered":"Charcoal, si Hitam yang Tren!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong><i>Charcoal<\/i>, si Hitam yang Tren!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Oleh:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Angel Gustasiana &#8211; 2440013254<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Betrand Erony Tagers &#8211; 2440111642<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Bess Tambunan &#8211; 2440050880<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Lidwina Ferrendyka Vidyagarini &#8211; 2440041680<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3461\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2022\/10\/food-experts-tell-you-all-about-the-charcoal-food-trend-1400x653-1501077818.jpg\" alt=\"\" width=\"1400\" height=\"653\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Apakah itu <\/b><b><i>Charcoal<\/i><\/b><b>?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau yang biasa disebut dengan arang aktif merupakan bahan padat berpori yang dihasilkan dari tempurung kelapa sawit tua, bambu, kulit biji, batu bara, sekam padi, dan serbuk kayu. Arang aktif umumnya memiliki bentuk bubuk dan lebih keropos dari arang biasa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang umumnya digunakan untuk pangan, tentunya berbeda dengan arang untuk memanggang. Bahan padat tersebut harus diaktivasi terlebih dahulu menggunakan dua teknik yaitu cara kimia dan fisika agar menambah daya serap. Hal ini dikarenakan arang yang melalui proses karbonisasi bahan baku, pori &#8211; porinya masih tertutup oleh beberapa komponen seperti hidrokarbon, abu, air, nitrogen, dan sulfur yang membuat daya serap dan keaktifannya rendah. Dengan adanya cara kimia maka pangan yang mengandung bahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat aman untuk dikonsumsi. Namun, kualitas arang aktif yang dihasilkan bergantung pada suhu, bahan baku yang digunakan, bahan pengaktif dan cara mengaktifkannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Trend <\/b><b><i>Charcoal<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam dunia pangan sekarang ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi bahan pangan yang sedang ramai diperbincangkan karena memiliki warna, rasa yang unik dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dianggap dapat mendetox zat-zat beracun yang ada dalam tubuh. Oleh karena itu, banyak para wirausaha memanfaatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam industri pangan dengan menjadi bahan dasar yang disubstitusikan dalam makanan atau minuman. Penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam pangan diminati oleh banyak kalangan khususnya bagi mereka yang sedang diet, karena selain dapat mendetox pencernaan juga memiliki kalori yang rendah. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak hanya digunakan dalam industri pangan juga digunakan pada pembuatan obat, odol, sabun, dan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b><i>Charcoal<\/i><\/b><b> digunakan untuk apa saja?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di Indonesia, jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">coconut charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lebih banyak diproduksi karena ketersediaan tempurung kelapa yang melimpah. Daerah penghasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> aktif di Indonesia adalah Bogor, Semarang, Banyumas, hingga Riau yang telah berhasil mengekspor 1.000 ton per bulan. Saat ini, arang kelapa merupakan salah satu komoditas ekspor nomor satu produk olahan kelapa. Indonesia merupakan negara pengekspor arang kelapa nomor satu di dunia. Berbagai produk kelapa telah diekspor ke berbagai negara, seperti China, Brazil, Malaysia, Lebanon, Jerman, Rusia, Arab Saudi, Belanda, Vietnam, Sri Lanka, India, Thailand, hingga negara-negara di Eropa Timur. lubang di pasar domestik tidak kalah tinggi. Umumnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> aktif digunakan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik, hingga kebutuhan restoran. Beberapa contoh produk yang mengandung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Skincare<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Saat ini banyak produk perawatan kulit yang menambahkan arang aktif dalam produknya. Khasiatnya adalah untuk mendetoksifikasi kulit dari zat-zat berbahaya sehingga dapat membantu kulit terhindar dari berbagai masalah.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Es Krim\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Es krim ini tidak hanya enak, tetapi memiliki manfaat menetralisir racun yang mengendap di dalam tubuh.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Shampo\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Shampo dengan ekstrak arang aktif tidak hanya mampu mengatasi masalah, tetapi juga<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">juga dapat menjaga kesehatan rambut dan menetralisir bau apek pada kulit kepala.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Sabun pencuci piring<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Saat ini banyak sabun pencuci piring yang mengandung arang aktif karena lebih efektif menghilangkan bau amis pada peralatan makan dan membuatnya lebih bersih.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Minuman\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Minuman jenis ini semakin populer di masyarakat, terutama bagi para penggiat gaya hidup sehat. Bukan hanya karena rasanya yang enak, namun manfaatnya juga sangat banyak untuk tubuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Baik dan Buruknya <\/b><b><i>Charcoal<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Awalnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mulai dilirik ketika Profesor Touery mencampurkan arang aktif dengan racun berbahaya dan meminumnya. Tidak terjadi apa-apa pada sang profesor, sehingga penelitian mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mulai digunakan. Ditemukan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki properti untuk mengikat zat-zat berbahaya, hingga akhirnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> banyak digunakan untuk membantu meningkatkan fungsi ginjal untuk menyerap toxin tubuh yang tidak terserap, meredakan diare, dan keracunan obat. Kehebatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam dunia medis ini mulai dilihat pada dunia pangan dan mulai menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai bahan aktif untuk detoksifikasi. Nyatanya, properti dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang signifikan dalam dunia pangan hanya warnanya, tidak rasanya atau pun fungsinya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai bahan yang aktif mengikat, mampu menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">boomerang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bagi tubuh jika vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh malah diikat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan terbuang. Penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai bahan detoks tubuh juga kurang tepat, karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk mampu mengikat racun yang masuk ke tubuh memiliki durasi tersendiri yang harus tepat sehingga zat yang terikat oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah benar, si racun. Dengan demikian, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memang baik jika digunakan sebagai properti fungsional yang tepat, sehingga bukan sebagai tren dalam makanan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Kesimpulan<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah arang aktif yang sedang ramai diperbincangkan karena memiliki banyak manfaat terutama mendetox pencernaan, digunakan pada pembuatan obat, kosmetik, dan restoran. Selain itu, charcoal juga digunakan untuk meredakan diare dan keracunan obat serta menyerap toxin tubuh yang tidak terserap. Akan tetapi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak selamanya baik untuk tubuh karena charcoal membutuhkan durasi yang lama untuk mengikat racun sehingga zat yang terikat adalah racun. Oleh karena itu, penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">charcoal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai trend makanan sehari &#8211; hari kurang tepat karena trend ini yang signifikan hanya warnanya saja.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>REFERENCES:<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.hypermart.co.id\/makanan-hitam-nan-menggiurkan-yang-ramai-diperbincangkan-2\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.hypermart.co.id\/makanan-hitam-nan-menggiurkan-yang-ramai-diperbincangkan-2\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ndcministry.org\/inspire\/12o6\/charcoal-in-food\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.ndcministry.org\/inspire\/12o6\/charcoal-in-food<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/obat-suplemen\/charcoal-activated\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/hellosehat.com\/obat-suplemen\/charcoal-activated\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/linisehat.com\/bagaimana-penggunaan-arang-aktif-pada-pangan\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/linisehat.com\/bagaimana-penggunaan-arang-aktif-pada-pangan\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/ejournal.forda-mof.org\/ejournal-litbang\/index.php\/buleboni\/article\/download\/5041\/4463\"><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/ejournal.forda-mof.org\/ejournal-litbang\/index.php\/buleboni\/article\/download\/5041\/4463<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.exporthub.id\/charcoal-komoditas-hitam-pekat-yang-penuh-manfaat\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.exporthub.id\/charcoal-komoditas-hitam-pekat-yang-penuh-manfaat\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.yesdok.com\/id\/article\/ini-mitos-terkait-konsumsi-activated-charcoal-atau-arang-aktif\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.yesdok.com\/id\/article\/ini-mitos-terkait-konsumsi-activated-charcoal-atau-arang-aktif\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/chatnews.id\/read\/sempat-tren-di-indonesia-ini-dampak-buruk-charcoal-bagi-kesehatan\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/chatnews.id\/read\/sempat-tren-di-indonesia-ini-dampak-buruk-charcoal-bagi-kesehatan<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Charcoal, si Hitam yang Tren! Oleh: Angel Gustasiana &#8211; 2440013254 Betrand Erony Tagers &#8211; 2440111642 Bess Tambunan &#8211; 2440050880 Lidwina Ferrendyka Vidyagarini &#8211; 2440041680 Apakah itu Charcoal? Charcoal atau yang biasa disebut dengan arang aktif merupakan bahan padat berpori yang dihasilkan dari tempurung kelapa sawit tua, bambu, kulit biji, batu bara, sekam padi, dan serbuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":3462,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,10],"tags":[],"class_list":["post-3460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-posts"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3460"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3460\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3463,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3460\/revisions\/3463"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}