    {"id":3316,"date":"2022-07-27T15:16:18","date_gmt":"2022-07-27T08:16:18","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/?p=3316"},"modified":"2022-07-27T15:16:18","modified_gmt":"2022-07-27T08:16:18","slug":"kue-pancong-kue-pukis-kue-cubit-bedanya-apa-ya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/2022\/07\/kue-pancong-kue-pukis-kue-cubit-bedanya-apa-ya\/","title":{"rendered":"Kue Pancong, Kue Pukis, Kue Cubit, Bedanya Apa Ya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><b>Kue Pancong, Kue Pukis, Kue Cubit, Bedanya Apa Ya?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Oleh:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Chinta Ferlian &#8211; 2502033544<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Talitha Najla Delfis &#8211; 2540134501<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Evelyn Vania Ariawan &#8211; 2501984581<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Eunike Hana Megumi &#8211; 2540125705<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Angelina &#8211; 2501959200<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Rahel &#8211; 2502027812<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Richard Darmawan T &#8211; 2502018285<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Makanan dan jajanan tradisional diartikan sebagai pangan khas dari nenek moyang yang pada umumnya digunakan untuk acara atau tradisi. Pada umumnya, makanan tradisional dijumpai di pasar. Namun, sayangnya jajanan tradisional pada sekarang ini sudah jarang ditemukan. Tetapi, tidak perlu khawatir karena masih terdapat jajanan tradisional yang masih mudah untuk ditemukan di pasar, seperti kue pancong, kue pukis, dan juga kue cubit. Ketiga jenis kue tersebut memiliki bentuk yang serupa. Akan tetapi, setiap kue memiliki ciri khasnya masing-masing yang membedakan satu kue dengan kue lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Kue Pancong<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3317\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2022\/07\/kueee.png\" alt=\"\" width=\"487\" height=\"270\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: www.tribuntravel.com<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kue pancong adalah jajanan tradisional khas Betawi yang berasal dari daerah Jakarta. Namun, kue pancong yang terdapat di beberapa daerah di Indonesia memiliki nama yang berbeda-beda, seperti kue bandros adalah sebutan di daerah Bandung, serabi rangin adalah sebutan di daerah Jawa Tengah, dan haluman adalah sebutan di daerah Bali. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kue pancong adalah santan, tepung beras, garam, dan kelapa sehingga kue ini memiliki rasa yang gurih, asin dan manis. Rasa yang lebih gurih dan asin ini membuat kue pancong berbeda dari kue pukis dan kue cubit. Kue pancong biasanya disajikan dengan taburan gula pasir dan lelehan gula merah, sehingga kue pancong memiliki tekstur garing dan renyah, tetapi juga lembut. Kue pancong memiliki bentuk cekung seperti setengah bulan, hanya saja ukurannya sedikit lebih kecil dan pipih dibandingkan dengan kue pukis. Seiring berkembangnya tren kuliner di Indonesia, kue pancong mengalami penyesuaian agar terlihat lebih kekinian dan\u00a0 modern. Kue pancong sering dikreasikan dengan berbagai macam adonan rasa dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">topping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, seperti adonan coklat, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">topping <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">biskuit, susu kental manis, keju, hingga saus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">matcha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, membuat kue tradisional ini sering dikategorikan sebagai cemilan pendamping dalam menu kafe.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Kue Pukis<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3319\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2022\/07\/kue-pukis.png\" alt=\"\" width=\"433\" height=\"286\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jenis kue satu ini merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Banyumas. Kue ini masih sering dijumpai dan cukup mudah ditemukan oleh masyarakat. Kue pukis memiliki bentuk yang khas, yaitu setengah lingkaran berwarna coklat pada bagian bawahnya dan warna kuning pada bagian permukaannya. Bentuknya yang khas ini didapatkan karena proses pembuatannya menggunakan cetakan khusus. Bahan dasar untuk membuat kue pukis yaitu tepung terigu berprotein rendah, telur, gula, margarin, santan, dan ragi. Tepung terigu pada kue pukis tidak perlu berprotein tinggi karena tidak membutuhkan elastisitas yang lebih seperti roti. Sementara itu, ragi dibutuhkan oleh adonan kue pukis dalam proses fermentasi dan membuat tekstur kue lebih mengembang dan empuk. Rasa dominan yang keluar dari kue pukis adalah manis dan juga legit (Holidya, 2019).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Kue Cubit<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3318\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2022\/07\/kue-cubit.png\" alt=\"\" width=\"532\" height=\"295\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kue cubit merupakan salah satu kue khas Jakarta dan dianggap sebagai salah satu kue khas Jakarta yang populer. Kue cubit terbuat dari adonan tepung terigu, telur, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">baking powder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, susu serta tambahan gula pasir sebagai pemanisnya. Bentuknya adalah bulat dan tidak jarang penjual yang berinovasi menambahkan variasi bentuk lainnya. Rasa dari kue ini adalah manis dan teksturnya legit. Variasi rasa yang biasa digunakan dalam pembuatan kue ini, antara lain rasa coklat, rasa keju, ataupun menggunakan manis dari sirup. Kue cubit memiliki kemiripan dengan kue pancong dan kue pukis. Secara bentuk, kue cubit dan kue pancong sangat berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat melalui cetakan kue pancong yang biasanya lebih pipih seperti cetakan rangin atau bandros. Selain itu, kue pancong biasanya menggunakan kelapa pada bahannya. Sementara itu, kue cubit memiliki bentuk yang bulat seperti kembang dan kue pukis memiliki bentuk seperti bantalan lonjong. Kue cubit dan kue pukis memiliki kesamaan bahan, seperti penggunaan adonan tepung terigu, santan, gula pasir, telur, dan ragi, tetapi kue pukis memiliki bentuk yang kurang lebih mirip dengan kue pancong (Alam, Fadilah, &amp; Suardi, 2019).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p><b>Referensi<\/b><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ensiklopedia. (2022, July 24). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kue Pancong, si Gurih dari Betawi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from <\/span><a href=\"https:\/\/www.ensiklopediaindonesia.com\/4214\/kue-pancong-si-gurih-dari-betawi\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.ensiklopediaindonesia.com\/4214\/kue-pancong-si-gurih-dari-betawi\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Holidya, N. (2019). Pengaruh Substitusi Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Penambahan Puree Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Sifat Organoleptik Kue Pukis. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Tata Boga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">8<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(3), 439\u2013447.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kusumaningtyas , A., Wibisono, B., &amp; Kusnadi. (2013). Penggunaan Istilah Makanan dan Jajanan Tradisional pada Masyarakat di Kabupaten Banyuwangi Sebuah Kajian Etnolingustik. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Publika Budaya, 1<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1), 1-9.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cahya, P. (2019, Mei 22). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Beda Kue Pancong dan Kue Pukis yang Sering Dikira Sama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from: <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3ouhw17\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/bit.ly\/3ouhw17<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nisa, Z. A. (2021, Januari, 22). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sering Dibilang Mirip, Inilah Perbedaan Kue Pukis, Kue Balok, Kue Pancong, dan Kue Rangi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from: <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3crxndU\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/bit.ly\/3crxndU<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Alam, M.G.P., Fadilah, R., &amp; Suardi. (2019). Pengaruh Substitusi Tepung Mocaf (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Modified Cassava Flour<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) Terhadap Mutu Kue Cubit. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 5(1), 55-56.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"weava-permanent-marker\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kue Pancong, Kue Pukis, Kue Cubit, Bedanya Apa Ya? Oleh: Chinta Ferlian &#8211; 2502033544 Talitha Najla Delfis &#8211; 2540134501 Evelyn Vania Ariawan &#8211; 2501984581 Eunike Hana Megumi &#8211; 2540125705 Angelina &#8211; 2501959200 Rahel &#8211; 2502027812 Richard Darmawan T &#8211; 2502018285 Makanan dan jajanan tradisional diartikan sebagai pangan khas dari nenek moyang yang pada umumnya digunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":3322,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,10],"tags":[],"class_list":["post-3316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-posts"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3316"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3316\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3323,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3316\/revisions\/3323"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}