    {"id":3160,"date":"2022-04-24T02:42:12","date_gmt":"2022-04-23T19:42:12","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/?p=3160"},"modified":"2022-04-29T17:10:19","modified_gmt":"2022-04-29T10:10:19","slug":"daun-kelor-si-matcha-dengan-kearifan-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/2022\/04\/daun-kelor-si-matcha-dengan-kearifan-lokal\/","title":{"rendered":"Daun Kelor, Si Matcha dengan Kearifan Lokal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><b>Daun Kelor, Si Matcha dengan Kearifan Lokal<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Angel Christy (2440016256), Annisa Saptayulia Belvanugraha (2501995572),\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Kaneth (2501961861), Shanie Aurelia Karensa (2440026793),\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Xaverius Hideaki Richard (2501963854)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tumbuhan kelor (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Moringa oleifera<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) adalah tanaman yang tumbuh di daerah tropis maupun sub-tropis dan aslinya berasal dari kawasan sekitar Himalaya, seperti India, Afganistan, dan Bangladesh, kemudian menyebar ke kawasan sekitarnya hingga sampai di Benua Asia-Barat dan Afrika. Hingga kini kelor merupakan salah satu tanaman yang dapat ditemukan di Indonesia, tersebar di berbagai daerah mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera. Tumbuhan ini berbatang kayu dan bercabang dilengkapi dengan daun majemuk, berbentuk oval, dan berwarna hijau, serta bunga dan akar tunggang. Kelor tumbuh subur mulai dari daratan rendah dan memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap tanah yang kering termasuk wilayah pesisir, sehingga tanaman ini dapat ditumbuhkan hanya dengan air hujan tanpa memerlukan teknik irigasi yang relatif mahal (Aini, 2019). Kelor telah dikenal memiliki banyak kandungan antioksidan dan telah berabad-abad dikenal sebagai tanaman multifungsi yang secara alamiah terbukti kaya akan nutrisi, dan berkhasiat. Tumbuhan kelor juga sering kali dikenal sebagai \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Miracle Tree<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d atau pohon ajaib karena keunggulannya dalam hal khasiat melebihi kandungan tanaman lain pada umumnya. Kandungan nutrisinya tersebar pada seluruh bagian tanaman kelor, bermula dari daun, kulit batang, bunga, hingga akarnya telah dikenal luas sebagai tumbuhan obat digunakan untuk mengobati penyakit kulit, beri-beri, rematik, dan masih banyak penyakit lainnya (Irwan, 2020).<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3162\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2022\/04\/DAUN-KELOR-ARTIKEL-3.png\" alt=\"\" width=\"169\" height=\"175\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><b>Gambar 1.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Daun Kelor (Aini, 2019)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Daun kelor memiliki kandungan yang tinggi dalam Protein, Zat Besi, Kalsium, Zink, magnesium, silika, mangan, dan Fosfor. Pada daun kelor segar, daun kelor memiliki kandungan protein<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> kasar (PK) 26,43%; lemak kasar (LK) 2,23%; serat kasar (SK) 23,57%; abu 6,77%; bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 52,25%. Daun kelor juga diketahui mengandung protein lebih banyak 2 kali lipat dibanding yoghurt, mengandung vitamin A lebih banyak 7 kali dibanding wortel, mengandung kalium lebih banyak 3 kali dibanding pisang, mengandung kalsium lebih banyak 4 kali dibanding susu, dan mengandung vitamin C lebih banyak 7 kali lebih banyak dari jeruk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hingga saat ini, belum banyak dilakukan penelitian mengenai inovasi pangan, baik berupa makanan maupun minuman dari daun kelor. Secara umum masyarakat Indonesia hanya mengolah daun kelor secara terbatas, yaitu menjadi sayuran berkuah saja ataupun sebagai lalapan. Sebenarnya, daun kelor dapat diolah terlebih dahulu menjadi bubuk agar mudah untuk dijadikan bahan pangan fungsional sekaligus meningkatkan pemanfaatan daun kelor di masyarakat. Berdasarkan jurnal penelitian yang dituliskan oleh Darna, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">et al.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (2019), berhasil dibuat permen jeli daun kelor yang kaya akan antioksidan. Permen jeli daun kelor ini dibuat dengan bahan bubuk daun kelor, gula, sirup glukosa, gelatin, asam sitrat, essens, serta pewarna makanan. Lalu, berdasarkan jurnal penelitian yang dituliskan oleh Wadu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">et al. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(2021), daun kelor berhasil diinovasikan menjadi produk makanan berupa puding dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ice cream<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai alternatif usaha diversifikasi pengolahan pangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Saat ini, bubuk daun kelor merupakan bahan pangan yang semakin populer sebagai bahan pangan fungsional karena manfaatnya. Bubuk daun kelor dapat dibuat menjadi teh yang memiliki cita rasa dan khasiat yang tidak kalah dengan matcha dari Jepang. Sama seperti matcha, kelor mengandung flavonoid yang dapat memberikan efek antioksidan sehingga dapat menangkal radikal bebas serta menjaga imunitas tubuh. Menurut hasil penelitian, daun kelor memiliki kandungan nutrisi (serat, protein, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E) yang jauh lebih besar pada dibandingkan dengan matcha. Dalam segi rasa dan aroma, teh kelor memiliki rasa yang mirip dengan matcha namun memiliki sedikit rasa langu. Aroma yang dihasilkan dari teh kelor juga memberikan aroma yang khas dan unik, sehingga disukai oleh banyak orang (Nurhayati, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">et al.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 2021).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tanaman daun kelor pada dasarnya merupakan salah satu komoditi tropis yang sudah tersohor akan manfaatnya. Daun kelor memiliki kandungan seperti Protein, Zat Besi, Kalsium, Zink, magnesium, silika, mangan, dan Fosfor. Penggunaannya sebagai variasi pangan memang masih terbilang jarang, namun karena rasa dan aromanya yang unik membuat daun kelor kini banyak disukai oleh berbagai kalangan, dan mulai dimanfaatkan di banyak produk pangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>REFERENSI:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Aini, Q. (2019). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Analisis Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) pada Pengobatan Diabetes Mellitus.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Aceh: Syiah Kuala University Press.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Darna, A. R. P., Timbuleng, E. M. L. M., Azzahroh, N., Khasanah, P.U., Arofah, G.E., &amp; Kartikasari, M.N.D. (2019).\u00a0 PERI DALOR (Permen Jeli Daun Kelor) : Inovasi Permen Kaya Antioksidan Sebagai Solusi Kesehatan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0Jurnal SEMAR, 8<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1), 35-39.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Irwan, Z. (2020). Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Moringa oleifera<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) Berdasarkan Metode Pengeringan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Kesehatan Manarang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">6<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1), 69-77.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nurhayati, Ihromi, S., Asmawati, Marianah, Saputrayadi, A., &amp; Jahidin. (2021). Pelatihan Pembuatan Teh Kelor Sebagai Upaya menjaga Imunitas Tubuh Selama Masa Pandemi COVID-19. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(2), 477-482.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Superfood Daun Kelor Terbukti Punya Segudang Khasiat untuk Kesehatan Halaman all &#8211; Kompas.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. (2020, January 17). Kompas Health. Retrieved April 7, 2022, from https:\/\/health.kompas.com\/read\/2020\/01\/17\/160000368\/superfood-daun-kelor-terbukti-punya-segudang-khasiat-untuk-kesehatan?page=all<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wadu, J., Linda, A.M., Retang, E.U.K., &amp; Saragih, E.C. (2021). Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Bahan Dasar Produk Olahan Makanan di Kelurahan Kambaniru. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(2), 87-90.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"weava-permanent-marker\"><\/div>\n<div id=\"weava-ui-wrapper\">\n<div class=\"weava-drop-area-wrapper\">\n<div class=\"weava-drop-area\"><\/div>\n<div class=\"weava-drop-area-text\">Drop here!<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"gistnote-highlight-pdf-button\">\n<div class=\"switch-pdf-viewer-button gistnote-tooltip-hover-area\">\n<div class=\"switch-pdf-icon\"><\/div>\n<div class=\"switch-pdf-viewer-button-text\">Highlight<\/div>\n<div class=\"gistnote-tooltip switch-pdf-viewer-button-tooltip\" style=\"min-width: 130px;padding: 6px\">\n<div class=\"gistnote-tooltip-text\" style=\"line-height: 14px\">Highlight with Weava<\/div>\n<div class=\"gistnote-tooltip-pointer\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daun Kelor, Si Matcha dengan Kearifan Lokal Angel Christy (2440016256), Annisa Saptayulia Belvanugraha (2501995572),\u00a0 Kaneth (2501961861), Shanie Aurelia Karensa (2440026793),\u00a0 Xaverius Hideaki Richard (2501963854) Tumbuhan kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman yang tumbuh di daerah tropis maupun sub-tropis dan aslinya berasal dari kawasan sekitar Himalaya, seperti India, Afganistan, dan Bangladesh, kemudian menyebar ke kawasan sekitarnya hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":3161,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,10],"tags":[],"class_list":["post-3160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-posts"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3160"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3167,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3160\/revisions\/3167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}