    {"id":2598,"date":"2021-11-30T20:31:13","date_gmt":"2021-11-30T13:31:13","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/?p=2598"},"modified":"2021-12-28T21:49:36","modified_gmt":"2021-12-28T14:49:36","slug":"manfaat-kandungan-edible-flower-untuk-tubuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/2021\/11\/manfaat-kandungan-edible-flower-untuk-tubuh\/","title":{"rendered":"Manfaat Kandungan Edible Flower Untuk Tubuh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Vinnca Natalia Christian \/ 2301847594<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bunga umumnya hanya dimanfaatkan sebagai hiasan, akan tetapi ternyata bunga terbagi atas dua jenis yaitu bunga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">edible <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan non-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">edible<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Bunga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">edible <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan jenis bunga yang dapat dimakan dalam keadaan segar. Penyajian bunga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">edible<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk dikonsumsi ada beragam jenis seperti disajikan dalam bentuk salad, hidangan tunggal, dan pula disajikan dalam bentuk hidangan pendukung makanan utama. Contoh bunga yang tergolong sebagai bunga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">edible<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yaitu kelopak dari bunga tulip, mawar, lili, nasturtium, kecombrang, dan krisan. Dalam penyajian bunga-bunga tersebut juga perlu diperhatikan untuk membuang beberapa bagian yang dapat merusak cita rasa dengan rasa pahitnya, seperti pada bagian putih dari dasar kelopak bunga krisan dan bunga mawar (Fernandes <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">et al<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">., 2017).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2599\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2021\/11\/cake222.jpg\" alt=\"\" width=\"308\" height=\"173\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><b>Gambar 1.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Contoh Penyajian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Edible Flower<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (Indonesiainside.id)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Senyawa-senyawa yang terkandung dalam bunga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">edible <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan senyawa fitokimia seperti flavonoid, karotenoid, fenolik, dan antosianin. Senyawa-senyawa tersebut tentunya mengandung manfaat yang sangat baik untuk kesehatan karena kontribusinya sebagai antioksidan dalam tubuh. Antioksidan dapat bermanfaat untuk menurunkan stress oksidatif pada sel sehingga biasanya digunakan untuk perawatan seperti pada penyakit jantung, kanker, dan dapat mengobati peradangan pada tubuh (inflamasi). Selain itu, antioksidan dalam kandungan bunga edible ini juga dapat menetralisir radikal bebas dengan berperan sebagai pendonor elektron pada radikal bebas. Selain kontribusinya sebagai antioksidan, bunga edible juga memiliki kontribusi sebagai antidiabetes. Hal tersebut dibuktikan dengan aktivitas bunga telang yang positif terhadap berat badan dan juga profil lipid dari tikus percobaan yang diabetes (Choiriyah, 2020). Kemudian pada bunga kecombrang terbukti terdapat senyawa yang berperan sebagai antimikroba dan antioksidan. Senyawa tersebut yang membuat bunga kecombrang dapat dimanfaatkan juga sebagai peningkat umur simpan dari bahan pangan. Senyawa aktif tersebut adalah alkaloid, saponin, steroid, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Bunga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">edible<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga memiliki peran sebagai antikanker yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker pada tubuh (Juwita, Puspitasari, Levita, 2018). Dari beberapa contoh dan manfaatnya yang telah disebutkan, Apakah kamu tertarik mengkonsumsi bunga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">edible<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>References<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Choiriyah, N. A. (2020). Kandungan Antioksidan pada Berbagai Bunga Edible di Indonesia. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 4(2), 137-143.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Fernandes, L., Casal, S., Pereira, J. A., Saraiva, J. A., Ramalhosa, E. (2017). Edible flowers: A review of the nutritional, antioxidant, antimicrobial properties and effects on human health. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Journal of Food Composition and Analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 60, 38\u201350.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Juwita, T., Puspitasari, I. M., Levita, J. (2018). Torch ginger (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Etlingera elatior<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">): A review on its botanical aspects, phytoconstituents and pharmacological activities. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Pakistan Journal of Biological Sciences<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 21(4), 151\u2013 165.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Vinnca Natalia Christian \/ 2301847594 Bunga umumnya hanya dimanfaatkan sebagai hiasan, akan tetapi ternyata bunga terbagi atas dua jenis yaitu bunga edible dan non-edible. Bunga edible merupakan jenis bunga yang dapat dimakan dalam keadaan segar. Penyajian bunga edible untuk dikonsumsi ada beragam jenis seperti disajikan dalam bentuk salad, hidangan tunggal, dan pula disajikan dalam bentuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":2600,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,10],"tags":[],"class_list":["post-2598","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-posts"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2598","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2598"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2598\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2648,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2598\/revisions\/2648"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2598"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2598"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2598"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}