    {"id":2391,"date":"2021-08-01T14:18:37","date_gmt":"2021-08-01T07:18:37","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/?p=2391"},"modified":"2021-08-01T14:18:37","modified_gmt":"2021-08-01T07:18:37","slug":"khasiat-dibalik-kayu-secang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/2021\/08\/khasiat-dibalik-kayu-secang\/","title":{"rendered":"KHASIAT DIBALIK KAYU SECANG"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh: Jennifer kwartono (2301887244)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pohon Secang merupakan tanaman famili Caesalpiniaceae yang banyak ditemui di Indonesia. Pohon ini memiliiki nama latin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Caesalpinia sappan L<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tanaman\u00a0 secang memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerah seperti di Aceh disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">seupeueng<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Minangkabau menyebutnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lacang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, di Jawa menyebutnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">secang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dsb. Bagian dari pohon secang yang sering dimanfaatkan bagian batangnya. Cabang pohon secang dipotong pendek-pendek,\u00a0 kemudian diambil kulitnya setelah itu dicuci dan dijemur. Setelah kering, batang dibelah dan diserut tipis. Serutan kayu secang\u00a0 dikeringkan kembali sampai benar-benar kering yang ditandai dengan kayu secang\u00a0 bertekstur\u00a0 semakin\u00a0 keras\u00a0 dan mudah dipatahkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kayu secang\u00a0 mengandung minyak atsiri berupa D-\u03b1-felandrena, asam galat, osinema, dan damar. Kayu secang merupakan salah satu\u00a0 tanaman obat yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi . Hal ini dikarenakan kayu secang mengandung senyawa seperti flavonoid, tannin,brazilin alkaloid, saponin,\u00a0 terpenoid, dan\u00a0 fenil propane. Antioksidan sering diistilahkan sebagai penangkal\u00a0 radikal bebas . Antioksidan memberi banyak sekali manfaat bagi kesehatan manusia seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh , mencegah penuaan dini, penyakit kardiovaskuler, dan menghambat penyakit degenerative lainnya. Kemampuan antioksidan pada ekstrak kayu secang\u00a0 yang paling baik, jika dibandingkan dengan vitamin C dan vitamin E. Selain dapat bertidak sebagai antioksidan, gabungan senyawa-senyawa yang terdapat pada\u00a0 kayu secang dapat\u00a0 bertindak sebagai antibakteri, antiinflamasi, antikanker, antialergi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lipid peroxidation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ekstrak etanol kayu secang terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Staphylococcus aureus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Shigella dysentriae<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> . Ekstraksi dengan metanol kayu secang juga bermanfaat sebagai antibakteri terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Staphylococcus aureus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">E. coli<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tak heran kayu secang kerap dibuat sebagai obat pencernaan, dan bahan tambahan pada produk kecantikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada umumnya, kayu secang dapat dinikmati\u00a0 dengan cara serutan\u00a0 kayu secang kering\u00a0 diseduh dengan air hangat. Kebanyakan orang minum air seduhan kayu secang dicampur dengan rempah lainnya agar rasanya lebih nikmat. Air seduhan kayu secang memiliki rasa yang cukup menyegarkan badan sehingga menjadi minuman favorit bagi orang-orang keraton. Selain menyegarkan, air seduhan\u00a0 kayu ini\u00a0 memiliki warna merah yang menarik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nah, dengan adanya artikel ini, semoga kamu dapat lebih mengetahui khasiat kayu secang yang kaya manfaat bagi tubuh kita \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mahbub, A., &amp; Swasono, M. (2017). Pengaruh Proporsi Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Dan Kayu Manis (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Cinnamomum Burmanii <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Bl) Terhadap Aktivitas Antioksidan \u201cWedang Semanis\u201d. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Teknologi Pangan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 8(2), 107-114.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nomer, N., Duniaji, A., &amp; Nocianitri, K. (2019). Kandungan Senyawa Flavonoid Dan Antosianin Ekstrak Kayu Secang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Caesalpinia Sappan L.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) Serta Aktivitas Antibakteri Terhadap Vibrio Cholerae. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 8(2), 216-225.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Jennifer kwartono (2301887244) Pohon Secang merupakan tanaman famili Caesalpiniaceae yang banyak ditemui di Indonesia. Pohon ini memiliiki nama latin Caesalpinia sappan L. Tanaman\u00a0 secang memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerah seperti di Aceh disebut seupeueng, Minangkabau menyebutnya lacang, di Jawa menyebutnya secang, dsb. Bagian dari pohon secang yang sering dimanfaatkan bagian batangnya. Cabang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":2415,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,10],"tags":[],"class_list":["post-2391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-posts"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2391"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2391\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2416,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2391\/revisions\/2416"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}