    {"id":2150,"date":"2021-04-21T11:04:43","date_gmt":"2021-04-21T04:04:43","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/?p=2150"},"modified":"2021-05-06T15:16:27","modified_gmt":"2021-05-06T08:16:27","slug":"beras-emas-daging-lab-apaan-tuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/2021\/04\/beras-emas-daging-lab-apaan-tuh\/","title":{"rendered":"BERAS EMAS? DAGING LAB? APAAN TUH?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Bryan Laywith (2440010580), <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Evie Wilona Onasie (2440034731), <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Insyira Zeafitri (2440094125), <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Jane Puteri (2440014055), <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Jessica Anggraini (2440027770), <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Jessica Hendy Putri (2440063523).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Genetically Modified Organism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (GMO) merupakan organisme yang gen-gennya telah diubah dengan menggunakan teknik rekayasa genetika. Perkembangan produk GMO semakin meningkat dikarenakan adanya penambahan jumlah penduduk dunia yang tidak sebanding dengan ketersediaan lahan pertanian yang ada. Produk GMO ini memiliki sisi positif dan sisi negatif. Sisi positifnya adalah dapat mengatasi masalah pada pangan dan sisi negatifnya adalah dapat memicu permasalah pada kesehatan. Ada beberapa produk GMO, antara lain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">In Vitro Meat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Golden Rice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Beras emas atau biasa disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Golden rice <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan sebuah beras yang telah dimodifikasi secara genetika, dimana pada endospermanya mengandung kadar beta-karoten (sumber vitamin A) yang tinggi. Warna kuning keemasan dari beras ini berasal dari beta-karoten. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Golden ric<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">e merupakan produk GMO yang baik, karena jika dilihat dari kadar beta-karoten yang tinggi, hal ini dapat membantu untuk mengurangi masalah kekurangan vitamin A khususnya di kalangan masyarakat kurang mampu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Terdapat 3 masalah pokok yang membuat\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">masyarakat ragu dalam mengkonsumsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">golden rice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu risiko terhadap metabolisme dari padi itu sendiri sebagai akibat munculnya gen transformasi yang sebelumnya tidak ada di padi, resiko kesehatan yang perlu dilakukan uji coba terhadap toksisitas subkronik dan efek imunogenik, dan resiko lingkungan serta biodiversitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">golden rice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, produk pangan yang termasuk dalam kategori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Genetically Modified Organism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (GMO) adalah daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau yang dikenal dengan istilah daging lab. Daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan daging yang diproduksi melalui proses pengkulturan sel punca (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">stem cells<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dari hewan di laboratorium dengan menerapkan prinsip rekayasa jaringan (Sharma, Thind, &amp; Kaur, 2015). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Cultured Meat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau yang disebut dengan daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> telah menjadi salah satu inovasi pangan yang dikembangkan untuk meningkatkan produksi daging dan meminimalisir proses penyembelihan hewan. Akan tetapi, kehadiran daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat, baik dari segi kesehatan, perspektif keagamaan, dll.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-style: normal;font-weight: 400;font-family: 'Open Sans', Helvetica, Arial, sans-serif;font-size: 14px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2153 aligncenter\" style=\"font-style: normal;font-weight: 400;font-family: 'Open Sans', Helvetica, Arial, sans-serif;font-size: 14px;text-align: justify\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2021\/04\/pasted-image-0-1.png\" alt=\"\" width=\"237\" height=\"158\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki banyak sisi positif jika dibandingkan dengan daging biasa, terutama terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Tujuan awal pembuatan daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah untuk mengurangi dampak buruk yang berhubungan dengan proses produksi daging konvensional. Daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berdampak baik pada lingkungan dengan mengurangi pencemaran lingkungan, penggunaan air, dan lahan seperti pada produksi daging konvensional. Selain terhadap lingkungan, daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga mengurangi angka kekerasan kepada hewan. Daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga dibuat bebas dari penyakit karena proses pembuatannya yang dapat dikontrol dan dimanipulasi. Dengan memanipulasi, daging dapat dibuat lebih sehat dan fungsional, seperti mengatur kadar lemaknya (Bhat, Kumar, &amp; Fayaz, 2015).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Apabila ditinjau berdasarkan perspektif keagamaan, status halal dari daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> harus diidentifikasi terlebih dahulu berdasarkan sumber dari sel punca yang digunakan dalam proses pengkulturan daging (Hamdan, Ramli, &amp; Rahman, 2019). Pada dasarnya<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat dikatakan halal apabila daging diperoleh dari sel punca hewan yang disembelih secara halal dan tidak ada darah ataupun serum yang digunakan dalam proses produksinya (Hamdan, Post, Ramli, &amp; Mustafa, 2018). Akan tetapi, daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menggunakan sel punca yang berasal dari ternak hidup sehingga status halal dari daging ini masih dipertanyakan. Ketidakjelasan status halal pada daging <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menyebabkan banyak masyarakat merasa enggan untuk mengonsumsi daging ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dengan segala kontroversi yang ada mengenai produk GMO, produk GMO menyebabkan terbentuknya dua belah pihak yaitu yang mendukung dan yang tidak mendukung. Produk-produk GMO seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Golden Rice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang memiliki kandungan beta karoten tinggi memiliki resiko adanya toksisitas subkronik, efek imunogenik, dan resiko lingkungan seperti biodiversitas. Produk daging<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> in-vitro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mengurangi pencemaran lingkungan, penggunaan air, dan lahan seperti pada produksi daging konvensional namun tidak ada kejelasan status halal. Baik mendukung ataupun tidak mendukung, yang dapat dilakukan sebagai konsumen dari produk pangan adalah menjadi kritis dalam memilih produk pangan yang akan dikonsumsi. Kritis dalam memilih dapat dilakukan dengan cara membeli produk pangan yang berasal dari sumber pertanian atau perkebunan yang dapat dipercaya serta mengecek secara langsung kualitas dari produk tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><strong>References:<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bhat, Z. F., Kumar, S., &amp; Fayaz, H. (2015). In vitro meat production: Challenges and benefits over conventional meat production. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">ELSEVIER<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">, 14<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(2), 241-248.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hamdan, M. N., Post, M. J., Ramli, M. A., &amp; Mustafa, A. R. (2018). Cultured meat in islamic perspective. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Journal Relig Health<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">, 57<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(6), 2193-2206.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hamdan, M. N., Ramli, M. A., &amp; Rahman, A. A. (2019). Penggunaan Sel Stem Dalam Pengkulturan Daging : Analisis Menurut Perspektif Hukum Islam. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Journal of Fatwa Management and Research<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">, 18<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1), 8-24.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sharma, S., Thind, S. S., &amp; Kaur, A. (2015). In vitro meat production system: why and how? <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Journal of Food Science and Technology<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">, 52<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(12).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2015). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Buku putih pertahanan Indonesia<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Jakarta, Indonesia: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0Tang, G., Qin, J., Dolnikowski, G. G., Russell, R. M., &amp; Grusak, M.A. (2009). Golden Rice is an Effective Source of Vitamin A. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">The American Journal of Clinical Nutrition<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, 89(6), 1776-1783.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Purba, J. (2017). Genetically Modified Organism (GMO) Golden Rice Menghasilkan &#8220;Beras Emas&#8221; yang Mengandung Beta Karoten (Pro-Vitamin A). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"><em>Jurnal Sains dan Teknologi<\/em>, 17<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1), 119-129.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Bryan Laywith (2440010580), Evie Wilona Onasie (2440034731), Insyira Zeafitri (2440094125), Jane Puteri (2440014055), Jessica Anggraini (2440027770), Jessica Hendy Putri (2440063523). Genetically Modified Organism (GMO) merupakan organisme yang gen-gennya telah diubah dengan menggunakan teknik rekayasa genetika. Perkembangan produk GMO semakin meningkat dikarenakan adanya penambahan jumlah penduduk dunia yang tidak sebanding dengan ketersediaan lahan pertanian yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,10],"tags":[],"class_list":["post-2150","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles","category-posts"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2150","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2150"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2150\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2282,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2150\/revisions\/2282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2150"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2150"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2150"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}