    {"id":1353,"date":"2018-10-20T13:17:27","date_gmt":"2018-10-20T06:17:27","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/?p=1353"},"modified":"2018-10-24T18:57:10","modified_gmt":"2018-10-24T11:57:10","slug":"makanan-manis-bisa-bikin-kita-lapar-terus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/2018\/10\/makanan-manis-bisa-bikin-kita-lapar-terus\/","title":{"rendered":"MAKANAN MANIS BISA BIKIN KITA LAPAR TERUS?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Verent Tantia<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">2101630402<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1354\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2018\/10\/makanan-manis-640x359.jpg\" alt=\"\" width=\"432\" height=\"242\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2018\/10\/makanan-manis-640x359.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-content\/uploads\/sites\/76\/2018\/10\/makanan-manis.jpg 700w\" sizes=\"auto, (max-width: 432px) 100vw, 432px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber Gambar :http:\/\/cdn2.tstatic.net\/manado\/foto\/bank\/images\/ ilustrasi-makanan-manis_20171103_133904.jpg<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Makanan dan minuman manis memang enak di lidah. Sayangnya, kebanyakan mengonsumsi\u00a0<a href=\"http:\/\/manado.tribunnews.com\/tag\/makanan\">makanan<\/a>\u00a0dan minuman manis bisa berdampak buruk pada angka timbangan berat badan. Bukan cuma tinggi kalorinya, ternyata\u00a0<a href=\"http:\/\/manado.tribunnews.com\/tag\/makanan\">makanan<\/a>\u00a0dan minuman manis akan membuat kita jadi\u00a0<a href=\"http:\/\/manado.tribunnews.com\/tag\/lapar\">lapar<\/a>\u00a0terus dan akhirnya makan lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengapa rasa lapar dapat muncul setelah makan ?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan Anda merasa\u00a0<u><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/penyebab-lapar-palsu-membuat-lapar-terus\/\">lapar<\/a><\/u>\u00a0setelah makan :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Efek insulin.\u00a0<\/strong>Makanan yang mengandung gula akan dicerna tubuh dengan cepat sehingga menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat. Setelah itu, kadar gula dalam darah turun dengan cepat, sehingga dapat menstimulasi produksi hormon\u00a0<em>ghrelin\u00a0<\/em>atau hormon kelaparan. Akibat meningkatnya produksi hormon\u00a0<em>ghrelin<\/em>, Anda akan merasa lesu dan lapar, sehingga membuat Anda ingin makan lebih banyak.<\/li>\n<li>Menurut studi yang diterbitkan dalam\u00a0<em>The American Journal of Clinical Nutrition,<\/em>makanan yang\u00a0<strong>mengandung karbohidrat olahan<\/strong>\u00a0dapat mempengaruhi otak Anda. Studi tersebut menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi makanan dengan\u00a0<u><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/mengenal-indeks-glikemik-pada-makanan\/\">indeks glikemik<\/a><\/u>\u00a0tinggi akan lebih cepat lapar dibandingkan mereka yang mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Kenapa makanan dan minuman manis bikin lapar terus?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang ahli gizi sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS pun angkat bicara. \u201cTernyata ketika kita makan (makanan dan minuman yang mengandung) gula, tubuh akan menekan hormon leptin. Ketika hormon leptin itu ditekan, maka sebenarnya dia menghentikan rasa kenyang di dalam tubuh kita. Sehingga seolah-olah rasanya kita lapar terus,\u201d papar Prof. Ali Khomsan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Leptin adalah hormon dalam darah yang akan berjalan menuju otak. Tugasnya yaitu memberi tahu otak bahwa tubuh sudah mendapatkan nutrisi dan sumber energi yang cukup. Dengan kata lain, leptin berfungsi untuk mengirimkan sinyal pada otak bahwa Anda sudah kenyang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Prof. Ali Khomsan juga mengatakan bahwa hal itulah yang membuat orang jadi\u00a0ngemil\u00a0semakin banyak. \u201cIni karena perut kita seolah-olah tidak ada remnya yang mengatakan bahwa kita sebenernya sudah cukup kenyang,\u201d ujar Prof. Ali Khomsan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Apakah kita harus berhenti makan makanan manis ?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bila ini terus-terusan terjadi, yaitu\u00a0ngemil\u00a0dan makan tanpa henti, risiko obesitas atau kegemukan pun bisa menghantui siapa saja. Obesitas sendiri adalah pencetus dari berbagai penyakit kronis. Mulai dari\u00a0<a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/pusat-kesehatan\/diabetes-kencing-manis\/apa-itu-diabetes\/\">diabetes<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/hidup-sehat\/fakta-unik\/penyebab-penyakit-jantung\/\">penyakit jantung<\/a>, hingga stroke.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Makanan dan minuman manis memang sebaiknya dibatasi. Apalagi kalau Anda sedang menjaga atau ingin menurunkan berat badan. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula sama sekali. Hati-hati, menghindari gula sepenuhnya justru bisa membuat Anda lebih sulit untuk mengendalikan nafsu makan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebenarnya kuncinya ada pada pedoman gizi seimbang. Makanan dan minuman manis masih boleh dikonsumsi, tapi sewajarnya saja. Menurut Kementerian Kesehatan RI, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi gula (dari berbagai sumber) lebih dari 50 gram sehari. Ini setara dengan 4 sendok makan per hari. Sehingga selama anda menjaga asupan makan anda, makanan manis bukanlah musuh anda.<\/p>\n<p>Sumber :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/hidup-sehat\/nutrisi\/makanan-dan-minuman-manis-lapar-terus\/\">https:\/\/hellosehat.com\/hidup-sehat\/nutrisi\/makanan-dan-minuman-manis-lapar-terus\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/manado.tribunnews.com\/2018\/10\/04\/makanan-manis-bisa-bikin-kita-lapar-terus-lho\">http:\/\/manado.tribunnews.com\/2018\/10\/04\/makanan-manis-bisa-bikin-kita-lapar-terus-lho<\/a>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/hidup-sehat\/nutrisi\/makanan-yang-bikin-lapar\/\">https:\/\/hellosehat.com\/hidup-sehat\/nutrisi\/makanan-yang-bikin-lapar\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/lifestyle.kompas.com\/read\/2018\/10\/04\/102544920\/makanan-manis-bisa-bikin-kita-lapar-terus-lho-apa-sebabnya\">https:\/\/lifestyle.kompas.com\/read\/2018\/10\/04\/102544920\/makanan-manis-bisa-bikin-kita-lapar-terus-lho-apa-sebabnya<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Verent Tantia 2101630402 Sumber Gambar :http:\/\/cdn2.tstatic.net\/manado\/foto\/bank\/images\/ ilustrasi-makanan-manis_20171103_133904.jpg Makanan dan minuman manis memang enak di lidah. Sayangnya, kebanyakan mengonsumsi\u00a0makanan\u00a0dan minuman manis bisa berdampak buruk pada angka timbangan berat badan. Bukan cuma tinggi kalorinya, ternyata\u00a0makanan\u00a0dan minuman manis akan membuat kita jadi\u00a0lapar\u00a0terus dan akhirnya makan lagi. Mengapa rasa lapar dapat muncul setelah makan ? Berikut adalah beberapa hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":1394,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[38,45,69,70],"class_list":["post-1353","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-dessert","tag-faktapangan","tag-foodfacts","tag-sweetfood"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1353","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1353"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1353\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1395,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1353\/revisions\/1395"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himfoodtech\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}