    {"id":3800,"date":"2021-03-12T00:30:24","date_gmt":"2021-03-11T17:30:24","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/?p=3800"},"modified":"2021-03-12T00:30:24","modified_gmt":"2021-03-11T17:30:24","slug":"karya-seni-batik-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/2021\/03\/karya-seni-batik-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Karya Seni Batik di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Di Indonesia terdapat berbagai macam karya seni yang menjadi kebanggaan saat ini, salah satunya adalah batik. Batik tentunya tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia maupun luar negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batik adalah warisan budaya seni yang dimiliki Indonesia dimana kain dilukis dengan aneka motif yang unik dan memiliki makna tersendiri. Batik menjadi tradisi dan budaya yang penting bagi Indonesia dan bahkan UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada tanggal 2 Oktober 2009.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batik sudah hadir di Indonesia sejak zaman Majapahit atau abad ke-12 di Nusantara, khususnya Jawa. Salah satu bukti adanya batik pada zaman itu yaitu dengan arca Prajnaparamita di Jawa Timur pada abad ke-13 yang menggambarkan Sang Dewi mengenakan kain yang dihiasi motif sulur tumbuhan dan bunga, motif yang masih ada sampai sekarang. Motif batik juga sering ditemukan pada artefak seperti candi dan patung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jenis-jenis Batik di Indonesia:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Batik Parang Kusumo<a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/motif-batik-parang-barong.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3801 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/motif-batik-parang-barong.jpg\" alt=\"\" width=\"321\" height=\"214\" \/><\/a><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batik ini merupakan batik khas dari daerah Solo. Batik ini terkenal dengan motifnya yang menyerupai ombak yang menghantam tebing dan karang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Batik Mega Mendung<a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/Untitled-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3802\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/Untitled-3.png\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"192\" \/><\/a><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batik ini merupakan batik khas dari Cirebon. Batik ini dikenal dengan motifnya yang berbentuk awan dan menggunakan 7 gradasi warna yang seolah-olah menciptakan nuansa mendung. Filosofi dari batik ini adalah manusia harus bisa mengontrol emosi yang dimilikinya dalam situasi apapun.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Batik Tujuh Rupa <a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/1230520028.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3803\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/1230520028.jpg\" alt=\"\" width=\"307\" height=\"205\" \/><\/a><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batik Tujuh Rupa merupakan batik yang berasal dari daerah Pekalongan. Motif dasar dari batik ini didominasi dengan motif hewan dan tumbuhan. Batik ini mempunyai motif dan unsur yang sangat kental dengan alam.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Batik Tambal<a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/Batik-Tambal-000.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3804\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/Batik-Tambal-000.jpg\" alt=\"\" width=\"299\" height=\"225\" \/><\/a><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batik ini merupakan batik khas dari Yogyakarta. Nama dari batik ini diambil dari fungsinya yaitu untuk menambal sesuatu yang kurang atau rusak. Selain untuk menambal, batik ini digunakan untuk menyelimuti orang yangs sedang sakit karena dapat dipercaya bisa menyembuhkan orang tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Batik Bali<a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/motif-batik-bali-ulamsari-mas.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3805\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/motif-batik-bali-ulamsari-mas.jpg\" alt=\"\" width=\"221\" height=\"277\" \/><\/a><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batik ini merupakan batik khas dari pulau Bali. Batik ini terkenal akan motifnya yang dihiasi dengan motif hewan dan tumbuhan. Selain hewan dan tumbuhan, motif batik ini juga terkadang menggunakan budaya-budaya khas Bali seperti Barong untuk motifnya<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Batik Pring Sedapur<\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3806\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/Batik-pring-sedapur-gambarbaguscom.png\" alt=\"\" width=\"303\" height=\"227\" \/><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batik ini berasal dari daerah Magetan. Batik ini walaupun mempunyai motif yang sangat sederhana seperti bambu, bunga, dan burung tetapi makna yang terkandung didalam motif tersebut sangatlah dalam. Batik ini menyimbolisasikan kerukunan dan ketentraman makhluk hidup satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Batik Sido Luhur<a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/screenshot_20170524_094905-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3807\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/screenshot_20170524_094905-1.png\" alt=\"\" width=\"312\" height=\"205\" \/><\/a><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batik ini merupakan salah satu motif batik pedalaman yang cukup populer. Sesuai dengan namanya, motif ini bermakna harapan untuk mencapai kedudukan yang tinggi dan dapat menjadi panutan masyarakat (keluhuran). Motif batik ini biasanya dipakai oleh pengantin dalam upacara pernikahan. Batik ini memiliki filosofi yang sangat dalam yaitu saat pengantin mengenakan batik ini diharapkan akan berbudi luhur menjadi pasangan suami istri yang bermartabat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Inovasi karya seni batik di Indonesia sudah berkembang pesat. Batik bukan hanya sekedar kerajinan tangan kain khas Nusantara, tetapi batik juga sudah dikenal di penjuru dunia melalui karya-karya modern para desainer Indonesia dengan bentuk yang berbeda. Berikut adalah desainer terkemuka di Indonesia yang tidak hanya mempopulerkan batik di dalam negeri, tetapi juga membawa batik ke kancah internasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Iwan Tirta<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Nusjirwan Tirtaamidjaja<\/b> <span style=\"font-weight: 400\">atau dikenal sebagai Iwan Tirta ialah pria kelahiran Blora, Jawa Tengah pada tanggal 18 April 1935. Beliau adalah seorang pecinta Batik sejati. Beliau juga seorang designer atau perancang busana asal Indonesia yang rancangannya dikenal selalu menggunakan Batik sebagai unsur dari setiap rancangannya.\u00a0 Sang maestro batik ini sempat menempuh pendidikan di s<\/span><span style=\"font-weight: 400\">chool of Oriental and African Studies di London University dan meraih Master of Laws dari Yale University, Amerika Serikat. Rancangan beliau sempat digunakan oleh para kepala negara pada pertemuan APEC pada tahun 1994. Namun sayang pada tanggal31 Juli 2010, Sang maestro tutup usia pada usia 75 tahun di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat akibat terkena serangan stroke setelah mengalami komplikasi penyakit jantung, ginjal dan sesak nafas.<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Namun\u00a0 pada tanggal 13 Agustus 2015 beliau mendapatkan penghargaan dari Presiden Joko Widodo yaitu Bintang Budaya Parama Dharma yang acara penyematannya dilaksanakan di Istana Negara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3808 alignleft\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/42740_620.jpg\" alt=\"\" width=\"283\" height=\"162\" \/><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/122221_iwantirtacov1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-3809 alignnone\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/122221_iwantirtacov1.jpg\" alt=\"\" width=\"235\" height=\"188\" \/><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">(Potret sang maestro batik Iwan Tirta)<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0(Beberapa hasil karyaIwan Tirta)<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ghea Panggabean<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ghea Sukasah Pangabean atau yang sering dipanggil Ghea ini adalah seorang Designer Indonesia kelahiran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Rotterdam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 1 Maret 1955. Dalam setiap acara peragaan busananya beliau sangat suka menggunakan motif kain tradisional Indonesia, Salah satunya yang menarik perhatian yaitu ketika beliau menggunakan motif jumputan Palembang dan juga Jawa. Pada tahun 1987 beliau mendapatkan apresiasi Aparel Award sebagai Indonesia\u2019s Best Ready To Wear Designers berkat karyanya yang mengeksplor kain Lurik dan juga kain Jumputan menjadi kain yang lebih menarik dan modern.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/2020_11_01_106651_1604180420._large.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3810 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/03\/2020_11_01_106651_1604180420._large.jpg\" alt=\"\" width=\"228\" height=\"201\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 (Potret designer Ghea pangabean)<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Source:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/m.kapanlagi.com\/iwan-tirta\/profil\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/m.kapanlagi.com\/iwan-tirta\/profil\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/id.valueq.com\/articles\/profil-desainer-indonesia-ghea-panggabean-296676\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/id.valueq.com\/articles\/profil-desainer-indonesia-ghea-panggabean-296676<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/m.merdeka.com\/ghea-sukasah-panggabean\/profil\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/m.merdeka.com\/ghea-sukasah-panggabean\/profil\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.google.com\/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fkabare.id%2Fuploads%2Farticle%2F20180320172548_5ab0e1ace3859_photo.jpg&amp;imgrefurl=http%3A%2F%2Fkabare.id%2Fberita%2Fnuswantara-koleksi-batik-iwan-tirta-dari-seluruh-indonesia&amp;tbnid=Wj5yY8XS4F8M0M&amp;vet=12ahUKEwjBvpawwqXvAhVBcX0KHfl4D9EQMygEegUIARCUAQ..i&amp;docid=DPbIuAX3CLvIAM&amp;w=720&amp;h=569&amp;q=hasil%20karya%20batik%20iwan%20tirta&amp;ved=2ahUKEwjBvpawwqXvAhVBcX0KHfl4D9EQMygEegUIARCUAQ\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.google.com\/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fkabare.id%2Fuploads%2Farticle%2F20180320172548_5ab0e1ace3859_photo.jpg&amp;imgrefurl=http%3A%2F%2Fkabare.id%2Fberita%2Fnuswantara-koleksi-batik-iwan-tirta-dari-seluruh-indonesia&amp;tbnid=Wj5yY8XS4F8M0M&amp;vet=12ahUKEwjBvpawwqXvAhVBcX0KHfl4D9EQMygEegUIARCUAQ..i&amp;docid=DPbIuAX3CLvIAM&amp;w=720&amp;h=569&amp;q=hasil%20karya%20batik%20iwan%20tirta&amp;ved=2ahUKEwjBvpawwqXvAhVBcX0KHfl4D9EQMygEegUIARCUAQ<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Indonesia terdapat berbagai macam karya seni yang menjadi kebanggaan saat ini, salah satunya adalah batik. Batik tentunya tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia maupun luar negeri.\u00a0 Batik adalah warisan budaya seni yang dimiliki Indonesia dimana kain dilukis dengan aneka motif yang unik dan memiliki makna tersendiri. Batik menjadi tradisi dan budaya yang penting bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":3811,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-3800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-culture"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3800"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3800\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3812,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3800\/revisions\/3812"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}