    {"id":3064,"date":"2018-04-01T14:46:22","date_gmt":"2018-04-01T07:46:22","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/?p=3064"},"modified":"2018-04-01T14:46:22","modified_gmt":"2018-04-01T07:46:22","slug":"tips-tricks-freelance-graphic-designer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/2018\/04\/tips-tricks-freelance-graphic-designer\/","title":{"rendered":"Tips  &amp; Tricks: Freelance Graphic Designer"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Tips Menjadi Grafis Desainer Freelance<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Freelance<\/em>\u00a0adalah bekerja secara lepas tanpa ikatan kontrak dengan perusahaan tertentu, orang yang bekerja freelance disebut dengan\u00a0<em>freelancer<\/em> atau dalam Bahasa Indonesia disebut pekerja lepas. Freelancer tidak terikat kontrak maupun perjanjian dengan satu perusahaan. Dengan kata lain para pekerja lepas ini berkerja secara mandiri. Banyak mahasiswa desain yang berharap saat lulus nanti akan menjadi grafis desainer <em>freelance<\/em> karena pembagian waktu yang lebih mudah dan dapat dilakukan dimana saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun banyak yang tidak sadar pentingnya persiapan sebelum maupun saat menjadi <em>freelancer<\/em> desain yang menyebabkan banyak yang berhenti ditengah jalan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi masalah ataupun hambatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lalu apa saja yang harus kita persiapkan sebelum ataupun saat menjadi grafis desainer <em>freelance<\/em>? Berikut tips nya\u2026<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Perencanaan<\/strong><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/1-e1522568279373.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-3066 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/1-640x420.jpg\" alt=\"\" width=\"284\" height=\"186\" \/><\/a>Pada awalnya kita pasti ingin cepat memulai <em style=\"font-size: 1em\">freelance<\/em><span style=\"font-size: 1em\"> dengan harapan semua berjalan dengan lancar namun sayangnya tidak semua hal terjadi seperti yang kita inginkan. Jika Anda seorang yang bekerja di sebuah perusahaan sebaiknya tidak langsung mengundurkan diri dari pekerjaan anda dan langsung memulai kerja lepas. Karena Anda tidak hanya bertanggung jawab atas desain, tapi juga menghadapi klien, berkomunikasi, menyortir masalah, menangani kritik negatif, menetapkan tenggat waktu Anda sendiri, dan memotivasi diri sendiri. Dan jika terjadi masalah maka sepenuhnya adalah tanggung jawab Anda. Oleh karena itu, sebaiknya jangan cepat mengambil keputusan untuk berhenti bekerja di perusahaan. Pilihan terbaik adalah tetap bekerja dan selagi mendalami hal-hal yang harus diterapkan nanti saat menjadi pekerja lepas. Dan di saat Anda sudah sepenuhnya lengkap dan siap, maka jangan ragu untuk mengembangkan kemampuan Anda dalam bekerja lepas.\n<p><\/span><\/li>\n<li><strong>Menabung<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/2-e1522568365697.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3067\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/2-640x480.jpg\" alt=\"\" width=\"273\" height=\"205\" \/><\/a>Saat memulai <em>freelance, <\/em>sebaiknya Anda sudah menyimpan setidaknya untuk enam bulan kedepan. Karena pada awalnya Anda mungking akan kesulitan untuk mendapatkan klien atau pekerjaan, ditambah dengan kurangnya pengalaman membuat keuangan Anda akan lebih sulit diatur. Biasanya saat memulai bekerja lepas, Anda akan jarang mendapatkan pesanan, namun Anda tidak perlu khawatir karena uang yang sudah tabung sebelumnya masih tersedia. Dengan menabung, Anda masih dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari sampai akhirnya keterampilan dan pengalaman Anda semakin meningkat dan klien pun berdatangan.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li><strong>Buat pekerjaan pribadi untuk portofolio<br \/>\n<a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3068\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/3.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"200\" \/><\/a><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak ada salahnya Anda membuat usaha untuk menambah karya dalam portofolio Anda. Dengan membuat usaha dan karya baru dengan beragam gaya dan tema akan memperluas jangkauan klien Anda. Seperti contohnya, Anda sudah memiliki usaha makanan, dalam usaha tersebut Anda sendiri yang mendesain logo dan kemasan, lalu dimasukkan dalam portofolio yang Anda buat. Begitu pula selanjutnya jika Anda membuat usaha-usaha baru. Dengan demikian klien akan menganggap Anda sudah berpengalaman. Karena akan sulit mendapatkan klien jika karya portofolio Anda hanyalah hasil karya sehari-hari dan bukan karya yang diperjualbelikan.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"4\">\n<li><strong>Berteman dengan desainer lain<br \/>\n<\/strong><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/4.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-3069\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/4-640x256.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/4-640x256.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/4-768x307.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/4.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagai desainer sebaiknya Anda memperluas jangkauan sosial sesama desainer. Dengan demikian Anda akan meningkatkan kemampuan desain dan lebih peka terhadap tren yang ada pada saat itu. Dan akan memungkinkan Anda untuk bekerjasama antar desainer.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"5\">\n<li><strong>Komunikasi yang efektif<br \/>\n<a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/5-e1522568662553.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3070\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/5-e1522568662553.jpg\" alt=\"\" width=\"404\" height=\"209\" \/><\/a><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Walaupun Anda adalah seorang desainer namun Anda harus ingat bahwa Anda juga seorang <em>freelancer<\/em> dimana segala sesuatu adalah tanggung jawab Anda. Saat bertemu dengan klien, sangat penting Anda mengerti apa yang diinginkan dan apa yang diharapkan oleh klien. Begitu pula sebaliknya, klien juga harus mengerti informasi yang disampaikan. Maka dari itu kemampuan berkomuinikasi yang efektif sangat dibutuhkan untuk menghindari adanya kesalahan informasi atau kesalahpahaman.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"6\">\n<li><strong>Membuat <em>business rule<br \/>\n<a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/6-e1522568700741.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3071\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/6-640x426.jpg\" alt=\"\" width=\"381\" height=\"253\" \/><\/a><\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Saat memulai menjadi <em>freelancer<\/em>\u00a0 biasanya Anda masih ragu untuk menetapkan harga dan pembayaran terhadap <em>project<\/em> yang didapatkan dari klien. Sehingga akan terjadi resiko dan masalah yang tidak diinginkan. Seperti contohnya Anda sudah menunjukkan hasil pekerjaan Anda terhadap klien namun setelah itu klien menghilang sehingga konsep yang sudah Anda buat tidak terbayar dan dapat dipakai oleh klien pakan saja secara gratis. Oleh karena itu, buatlah syarat dan ketentuan sebelum menerima <em>project<\/em> dari konsumen Anda.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"7\">\n<li><strong>Konsisten dan motivasi<br \/>\n<a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/7-e1522568730201.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3072\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2018\/04\/7-640x362.jpg\" alt=\"\" width=\"389\" height=\"220\" \/><\/a><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Menjadi pekerja lepas bukanlah hal yang mudah. Tidak seperti orang-oang yang bekerja di perusahaan, pendapatan Anda tidak terjamin jumlahnya setiap bulannya. Oleh karena itu perlu kerja keras secara konsisten dan motivasi yang kuat. Jika mulai kehilangan ide, mulailah mencari referensi di internet dan memperluas informasi Anda untuk mkengembangkan diri dan menambah pengetahuan Anda sebagai <em>freelancer.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Demilkian lah tips untuk meningkatkan pengetahuan Anda dalam memulai atau mengembangkan usaha <em>freelance<\/em> Anda. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi:<br \/>\n<a href=\"http:\/\/aldianlo.com\/tips-menjadi-grafis-desainer-freelance\/\">http:\/\/aldianlo.com\/tips-menjadi-grafis-desainer-freelance\/<br \/>\n<\/a><a href=\"http:\/\/jannalynnhagan.com\/blog\/2015\/8\/4\/how-to-get-more-design-clients-with-your-portfolio-as-a-beginner\">http:\/\/jannalynnhagan.com\/blog\/2015\/8\/4\/how-to-get-more-design-clients-with-your-portfolio-as-a-beginner<br \/>\n<\/a><a href=\"http:\/\/neshawoolery.com\/blog\/5-things-to-do-before-you-become-a-freelance-designer\">http:\/\/neshawoolery.com\/blog\/5-things-to-do-before-you-become-a-freelance-designer<br \/>\n<\/a><a href=\"https:\/\/www.jurnalweb.com\/pengertian-freelance-atau-pekerja-lepas\/\">https:\/\/www.jurnalweb.com\/pengertian-freelance-atau-pekerja-lepas\/<br \/>\n<\/a><a href=\"http:\/\/unlimitedmediapartners.blogspot.co.id\/2015\/10\/perencanaan-media-yang-efektif.html\">http:\/\/unlimitedmediapartners.blogspot.co.id\/2015\/10\/perencanaan-media-yang-efektif.html<br \/>\n<\/a><a href=\"https:\/\/journal.sociolla.com\/niat-menabung-agar-tak-gagal\/\">https:\/\/journal.sociolla.com\/niat-menabung-agar-tak-gagal\/<br \/>\n<\/a><a href=\"http:\/\/kerjadiaustralia.com.au\/pekerjaan-yang-diperlukan-di-australia\/\">http:\/\/kerjadiaustralia.com.au\/pekerjaan-yang-diperlukan-di-australia\/<br \/>\n<\/a><a href=\"https:\/\/www.opstart.ca\/importance-motivation-growing-business\/\">https:\/\/www.opstart.ca\/importance-motivation-growing-business\/<br \/>\n<\/a><a href=\"http:\/\/intisari.grid.id\/Inspiration\/Tell-Your-Story\/Membangun-Rasa-Percaya-Diri-Dari-Hal-Hal-Yang-Tak-Dilihat-Orang\/Membangun-Rasa-Percaya-Diri-Dari-Dalam\">http:\/\/intisari.grid.id\/Inspiration\/Tell-Your-Story\/Membangun-Rasa-Percaya-Diri-Dari-Hal-Hal-Yang-Tak-Dilihat-Orang\/Membangun-Rasa-Percaya-Diri-Dari-Dalam<br \/>\n<\/a><a href=\"http:\/\/intisari.grid.id\/Inspiration\/Tell-Your-Story\/Membangun-Rasa-Percaya-Diri-Dari-Hal-Hal-Yang-Tak-Dilihat-Orang\/Membangun-Rasa-Percaya-Diri-Dari-Dalam\">http:\/\/intisari.grid.id\/Inspiration\/Tell-Your-Story\/Membangun-Rasa-Percaya-Diri-Dari-Hal-Hal-Yang-Tak-Dilihat-Orang\/Membangun-Rasa-Percaya-Diri-Dari-Dalam<br \/>\n<\/a><a href=\"https:\/\/www.yamaha.com\/en\/about\/design\/designers\/\">https:\/\/www.yamaha.com\/en\/about\/design\/designers\/<\/a><\/p>\n<p>All pictures are taken from google.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tips Menjadi Grafis Desainer Freelance Freelance\u00a0adalah bekerja secara lepas tanpa ikatan kontrak dengan perusahaan tertentu, orang yang bekerja freelance disebut dengan\u00a0freelancer atau dalam Bahasa Indonesia disebut pekerja lepas. Freelancer tidak terikat kontrak maupun perjanjian dengan satu perusahaan. Dengan kata lain para pekerja lepas ini berkerja secara mandiri. Banyak mahasiswa desain yang berharap saat lulus nanti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101,"featured_media":3065,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21,38],"tags":[],"class_list":["post-3064","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-culture","category-tips-tricks"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3064"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3073,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3064\/revisions\/3073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}