    {"id":5234,"date":"2023-05-30T20:41:50","date_gmt":"2023-05-30T13:41:50","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/?page_id=5234"},"modified":"2023-05-30T20:42:03","modified_gmt":"2023-05-30T13:42:03","slug":"sejarah-tipografi-1800-font-didone","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/articles\/sejarah-tipografi-1800-font-didone\/","title":{"rendered":"Sejarah Tipografi: 1800 Font Didone"},"content":{"rendered":"<p>Introductory :<br \/>\nTipografi merupakan salah satu aspek penting dalam desain. Seiring dengan<br \/>\nberkembangnya jaman, tipografi terus berkembang dan bertambah banyak. Sebelumnya, kita<br \/>\ntelah melihat tipografi gaya Transition, nah dari gaya lama ini, kita akan beralih ke gaya modern<br \/>\nyang disebut dengan Didone, yuk simak penjelasan berikut !<br \/>\nSub-headline 1: Sejarah Didone<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2023\/05\/Screenshot-446.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5235\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2023\/05\/Screenshot-446.png\" alt=\"\" width=\"1539\" height=\"510\" \/><\/a><\/p>\n<p>Gaya font Didone merupakan salah satu font yang berasal dari Prancis. Nama Didone<br \/>\nberasal dari penggabungan dari jenis huruf Didot dan juga Bodoni. Istilah ini muncul pada<br \/>\npertengahan abad ke-20, yang berasal dari kombinasi nama belakang dua ahli tipografi,<br \/>\nGiambattista Bodoni dan Firmin Didot. Didone dikenal juga sebagai jenis huruf modern atau<br \/>\nneoclassicals yang identik dengan desain yang elegan dan canggih. Oleh sebab itu jenis huruf<br \/>\nDidone ini menjadi popular pada pergantian abad ke-18.<br \/>\nSub-headline 2: Karakteristik Didone<br \/>\nTipografi Didone memiliki karakteristik kontras yang kuat pada goresan tebal dan tipis.<br \/>\nHal ini dapat dilihat pada bagian horizontal huruf yang lebih tipis dibadingkan dengan bagian<br \/>\nvertikalnya. Ada juga karakteristik unik dari Didone ini yang dapat dilihat pada akhir garis<br \/>\nhuruf yang berbentuk seperti tetesan air. Goresan vertikal yang tebal dan serif yang tipis<br \/>\ncenderung mengurangi keterbacaan font saat ditampilkan pada ukuran tertentu, oleh karena itu<br \/>\npemilihan ukuran optik huruf merupakan salah satu aspek penting dalam tipografi Didone. Font<br \/>\nDidone memiliki struktur yang lebih modern daripada jenis huruf serif pendahulunya, Old Style,<\/p>\n<p>yang lebih rumit dan memiliki huruf yang terlihat kurang seragam dalam ukuran dan sudut.<br \/>\nDibanding tipografi gaya lama, Didones mengangkut struktur yang jauh lebih modern. Didones<br \/>\nmenjadi standar pencetakan selama abad ke-18. Penemu Font Didone menemukan inspirasi<br \/>\ndari tipografi tradisional sebelumnya seperti Baskerville dan juga Fournier, dengan perbedaan<br \/>\nserif yang tidak dikurung.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2023\/05\/Screenshot-447.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5236\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2023\/05\/Screenshot-447.png\" alt=\"\" width=\"681\" height=\"452\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sub-headline 3 : Penerapan Didone<br \/>\nKarena font Didone memiliki penampakan yang elegan, Brand mewah seperti Cartier<br \/>\ndan Christian Dior menggunakan font Didone sebagai logo mereka. Selain Didone ada juga<br \/>\nsubset Font Didone yang mendapatkan popularitas yaitu Fat Faces dengan bentuk huruf yang<br \/>\ntebal. Font Didone Fat Faces sering digunakan dalam judul surat kabar dan iklan karena mudah<br \/>\ndibaca dari jarak yang jauh. Tidak hanya itu, desain sampul buku pada abad pertengahan,<br \/>\nsampul rekaman Jazz dan juga klasik menggunakan tipografi Didone Fat Faces ini. Di masa<br \/>\nlalu, Font Bodoni Poster yang memiliki penampakan yang mirip dengan font Fat Faces ini<br \/>\nsemakin banyak digunakan untuk berbagai jenis proyek seperti desain produk, menu, selebaran,<br \/>\ndan poster. Kemunculannya font Fat Faces menjadikannya gaya retro yang baru dalam tipografi,<br \/>\nterutama dengan kombinasinya dengan sans serif modern sederhana.<br \/>\nDalam percetakan , font Didone sering digunakan pada majalah seperti contohnya pada<br \/>\nmajalah Harper\u2019s Bazaar. Walaupun font ini memiliki kesan elegan, penggunaan font Didone<br \/>\nini sedikit rumit. Hal ini dikarenakan oleh efek yang disebabkan oleh goresan huruf vertikal<br \/>\ntebal yang menarik perhatian pembaca sehingga menyebabkan kesulitan konsetrasi pada<br \/>\ngoresan lain yang lebih tipis. Hal ini menyebabkan pembaca mengalami kesulitan dalam<br \/>\nmembedakan satu huruf dengan yang lainnya. Karena alasan ini, penggunakan ukuran optik<br \/>\nyang tepat merupakan salah satu aspek penting dalam penerapan font Didone.<\/p>\n<p>Daftar Pustaka:<\/p>\n<p>\u2022 https:\/\/www.sessions.edu\/notes-on-design\/type-in-history-the-<br \/>\ndidones\/#:~:text=Didones%20typically%20have%20contrasted%20thick,angle%2C%<\/p>\n<p>20more%20%27modern%27<br \/>\n\u2022 https:\/\/www.fonts.com\/content\/learning\/fontology\/level-1\/type-families\/didone<br \/>\n\u2022 https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Didone_(typography)#:~:text=Didone%20(%2Fdi\u02c8d,con<br \/>\nstant%20width%20along%20their%20length.)<br \/>\n\u2022 https:\/\/images.app.goo.gl\/bvQB8MjbfvBBtLSY8<br \/>\n\u2022 https:\/\/images.app.goo.gl\/MTTx1JWN4uLvbsAX7<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Introductory : Tipografi merupakan salah satu aspek penting dalam desain. Seiring dengan berkembangnya jaman, tipografi terus berkembang dan bertambah banyak. Sebelumnya, kita telah melihat tipografi gaya Transition, nah dari gaya lama ini, kita akan beralih ke gaya modern yang disebut dengan Didone, yuk simak penjelasan berikut ! Sub-headline 1: Sejarah Didone Gaya font Didone merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"parent":1374,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-5234","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5234","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5234"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5234\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5240,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5234\/revisions\/5240"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}