    {"id":5226,"date":"2023-05-30T20:37:27","date_gmt":"2023-05-30T13:37:27","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/?page_id=5226"},"modified":"2023-05-30T20:37:33","modified_gmt":"2023-05-30T13:37:33","slug":"a-history-of-typeface-styles-and-type-classification-sejarah-gaya-typeface-dan-klasifikasi-type-apa-saja-sih-typeface-yang-ada-pada-masa-1900an","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/a-history-of-typeface-styles-and-type-classification-sejarah-gaya-typeface-dan-klasifikasi-type-apa-saja-sih-typeface-yang-ada-pada-masa-1900an\/","title":{"rendered":"A History of Typeface Styles and Type Classification Sejarah Gaya Typeface dan Klasifikasi Type Apa saja sih typeface yang ada pada masa 1900an"},"content":{"rendered":"<p>Introductory Paragraph =<br \/>\nHai adik-adik, ibu-ibu, bapak-bapak, dan kakak-kakak kalian tau ga sih tentang typeface<br \/>\natau biasa suka dibilang font. Nah ternyata font itu punya banyak tipe dan gayanya lohhhh! Dan<br \/>\nFUN FACT pada zaman dulu, font terbuat karena terinspirasi dari tubuh manusia lohh.<br \/>\nMENARIK KANNN&#8230; Nah salah satu gayanya yang ada di tahun 1900an adalah Humanis dan<br \/>\nGeometris. Yukk kita pelajari lebih lanjut tentang 2 typeface inii.<br \/>\nSub-headline 1 : Humanis<br \/>\nPertama kita akan pelajarin tentang typeface Humanis. Tipografi humanis, terkadang<br \/>\ndikenal sebagai gaya lama dikarenakan terinspirasi oleh bentuk huruf Latin tradisional yang<br \/>\nsering dikenal sebagai font Venetian atau font manusia. Font humanis dikatakan sebagai sebuah<br \/>\ntulisan tangan yang bergaya Romawi di Italia. Font dalam humanis memiliki ciri seperti kontras<br \/>\nrendah antara guratan tipis dan tebal, spasi huruf longgar, dan penghitung lebar yang<br \/>\nmembuatnya menjadi lebih mudah dibaca untuk teks berukuran kecil. Font humanis sering<br \/>\ndigunakan dan ditemukan di kota baru parahyangan. Tipografi humanis telah ada sejak abad<br \/>\nkeenam belas. Gaya huruf ini meniru sudut di mana orang yang tidak kidal memegang pena,<br \/>\nmemberikan tampilan seperti kaligrafi yang mirip dengan pena lebar. Pada masa 1900an itu,<br \/>\nbeberapa juru ketik membuat tipografi Neo-Grotesque yang masih ingin mempertahankan<br \/>\nbeberapa elemen tulisan &#8220;manusia&#8221;. Sehingga tipografi<br \/>\nsans-serif Humanis ini juga muncul di tahun 1900-an. Mirip<br \/>\ndengan serif Humanis, gaya ini mencakup beberapa modulasi<br \/>\ngoresan untuk memberikan tampilan huruf yang lebih<br \/>\nbersahabat. Beberapa contoh yang populer dari tipografi<br \/>\nhumanis adalah Gill Sans dan Optima. Gill Sans merupakan<br \/>\nfont sans-serif yang dirilis oleh Monotype cabang Inggris pada<br \/>\ntahun 1928. Font ini memiliki huruf kapital berdasarkan huruf<br \/>\nRomawi dan huruf kecil berdasarkan jenis serif gaya lama. Font<br \/>\nini juga mengandung sedikit pengaruh geometris, bersama<br \/>\ndengan &#8220;a&#8221; dan &#8220;g&#8221; berlantai dua. Selanjutnya adalah Optima,<br \/>\nOptima adalah tipe sans-serif humanis yang menampilkan kontras guratan variabel, huruf kecil<br \/>\n&#8220;g&#8221; dan &#8220;a&#8221; berlantai dua, dan huruf kapital berdasarkan bentuk Romawi terukir.<br \/>\nDalam tipografi humanis, terdapat proposi tipografi huruf besar romawi dan huruf kecil<br \/>\nyang dibuat oleh kaum humanis renaisans. Tulisan humanistis berbeda dengan tulisan lainnya<br \/>\nkarena memiliki gaya yang bulat dan lebar yang dibuat oleh pena dengan ujung yang lebar.<\/p>\n<p>Tulisan humanis mengakibatkan perubahan besar terhadap gaya tipografi karena tidak lagi<br \/>\nmengikuti pengembangan logis font pada saat masa kini dari font modern. Berkat diadopsinya<br \/>\nfont humanis ke mesin cetak, tipografi humanis menjadi terkenal.<\/p>\n<p>Sub-headline 2 : Geometris<\/p>\n<p>Nah yang kedua kita akan belajar mengenai Geometris. Geometris adalah klasifikasi<br \/>\ntipografi bergenre yang hampir selalu sans serif. Disebut seperti ini karena konstruksi<br \/>\ngeometrisnya adalah lingkaran, segitiga, dan garis lurus yang membentuk bentuk inti dari bentuk<br \/>\nhurufnya dan termasuk dalam pendekatan desain rigrid yang menggunakan prinsip matematis<br \/>\ndan modular. Sans serif geometris diatur dengan bentuk geometris seperti segitiga, persegi, dan<br \/>\nlingkaran yang terletak di belakangnya. Bentuk yang berulang dan serupa di dalam tipografi ini<br \/>\ndapat mengganggu keterbacaan yang membuatnya menjadi kurang tepat untuk teks isi. Namun<br \/>\ntipografi Geometrik tipikal ini tidak sepenuhnya geometris dalam konstruksi. Agar para desainer<br \/>\ntipe dapat memahami geometris sempurna, mereka perlu menerapkan koreksi optik. Seperti<br \/>\novershoot, oval yang merupakan bukan lingkaran sempurna, horizontal dengan ketebalan 90%<br \/>\ndari vertikal, palang di atas titik tengah, dll. Tipografi geometris menjadi populer pada awal abad<br \/>\nke 20 dan mulai terkenal pada tahun 1970an dan 1980an. Sama seperti serif Modern, tipografi<br \/>\nGeometrik adalah hasil dari mengambil tren desain ke tepi. Font geometris melangkah lebih jauh<br \/>\ndari Neo-Grotesques dengan kesederhanaannya dengan mendasarkan bentuk huruf pada bentuk<br \/>\ngeometris. Font ini sangat modern, di antara sekian banyak font geometris ini ada beberapa font<br \/>\nyang dapat menghadirkan gaya berbeda dari setiap desain dengan kualitas tinggi dan modern,<br \/>\ntetapi strukturnya membuatnya canggung untuk dibaca, terutama dalam huruf kecil. Beberapa<br \/>\ncontoh yang bagus dari gaya ini adalah Futura DM Sans, Poppins, dan Raleway, dan Avant<br \/>\nGarde.<br \/>\nDaftar Pustaka =<br \/>\n&#8211; https:\/\/blog.spoongraphics.co.uk\/articles\/a-history-of-typeface-styles-type-classification<\/p>\n<p>&#8211; https:\/\/www.masterclass.com\/articles\/humanist-typeface-guide<br \/>\n&#8211; https:\/\/fonts.google.com\/knowledge\/glossary\/geometric<br \/>\n&#8211; https:\/\/www.creativosonline.org\/id\/tipografias-humanistas.html<br \/>\n&#8211; https:\/\/wvdsgn.wordpress.com\/2018\/01\/26\/mengenal-typeface-geometris\/<br \/>\n&#8211; https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2022\/10\/klasifikasi-huruf-dalam-tipografi\/<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5227 alignleft\" style=\"font-size: 14px\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2023\/05\/Screenshot-444.png\" alt=\"\" width=\"298\" height=\"298\" \/><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2023\/05\/Screenshot-445.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5228 alignright\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2023\/05\/Screenshot-445.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"297\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Introductory Paragraph = Hai adik-adik, ibu-ibu, bapak-bapak, dan kakak-kakak kalian tau ga sih tentang typeface atau biasa suka dibilang font. Nah ternyata font itu punya banyak tipe dan gayanya lohhhh! Dan FUN FACT pada zaman dulu, font terbuat karena terinspirasi dari tubuh manusia lohh. MENARIK KANNN&#8230; Nah salah satu gayanya yang ada di tahun 1900an [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-5226","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5226"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5232,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5226\/revisions\/5232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}