Loading
Loading...
Menu BINUS

A Canvas For Big Dreams – TABURI 2026

Students from MI Al Mubarok contributing on the mural

Pagi itu, MI Al Mubarok terasa sedikit berbeda dari biasanya. Beberapa mahasiswa HIMDKV BINUS @Alam Sutera mulai datang membawa berbagai perlengkapan untuk kegiatan mural yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Kuas, cat, dan sketsa yang nantinya akan memenuhi dinding sekolah mulai disiapkan satu per satu. Dari sebuah dinding yang awalnya masih kosong, hari itu kami ingin menciptakan sesuatu yang lebih dari sekadar gambar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari TABURI (Tabur Tuai Keluar BINUS), sebuah kegiatan sosial yang menjadi kesempatan bagi mahasiswa HIMDKV BINUS untuk keluar dari lingkungan kampus dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pada kesempatan kali ini, kami berkunjung ke MI Al Mubarok untuk membuat mural dengan tema mimpi dan imajinasi anak-anak.

Tema tersebut berangkat dari sesuatu yang sederhana: anak-anak punya imajinasi yang luas, dan seharusnya mereka memiliki ruang untuk terus bermimpi. Di usia mereka, cita-cita bisa berubah setiap hari. Hari ini ingin menjadi dokter, besok mungkin ingin menjadi guru, atlet, seniman, atau bahkan sesuatu yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Justru dari kebebasan itulah kami ingin mengangkat sebuah pesan bahwa tidak ada salahnya untuk bermimpi besar.

Sesampainya di sekolah, proses mural pun dimulai. Sketsa yang sebelumnya sudah dibuat mulai dipindahkan ke dinding. Warna-warna perlahan memenuhi bidang yang kosong, sementara anak-anak mulai memperhatikan apa yang sedang kami kerjakan. Beberapa dari mereka terlihat penasaran dan ikut mendekat, melihat bagaimana gambar yang sebelumnya hanya ada di sketsa perlahan berubah menjadi sesuatu yang nyata.

Di tengah proses tersebut, interaksi dengan anak-anak menjadi salah satu bagian yang paling berkesan. Mereka tidak hanya melihat mural sebagai sebuah gambar di dinding, tetapi juga menunjukkan rasa ingin tahu dan antusiasme terhadap apa yang sedang dibuat. Percakapan-percakapan kecil pun muncul di sela-sela kegiatan. Dari situ, kami bisa melihat bagaimana sederhana dan luasnya cara mereka memandang dunia.

Ada sesuatu yang menarik dari mendengar anak-anak berbicara tentang mimpi mereka. Jawaban mereka mungkin terdengar sederhana, tetapi di baliknya ada keberanian untuk membayangkan masa depan tanpa terlalu banyak memikirkan batasan. Mereka bisa membayangkan menjadi apa saja, pergi ke mana saja, dan melakukan hal-hal yang mungkin bagi orang dewasa terdengar sangat jauh.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa mural ini tidak hanya dibuat untuk memperindah lingkungan sekolah. Kami ingin dinding tersebut menjadi pengingat kecil bagi anak-anak yang setiap hari melewatinya. Sebuah pengingat bahwa mereka boleh memiliki mimpi yang besar, dan bahwa imajinasi mereka adalah sesuatu yang layak untuk terus dipelihara.

Setelah berjam-jam mengerjakan mural, gambar yang sebelumnya hanya berupa sketsa akhirnya mulai terlihat utuh. Dinding sekolah yang tadinya kosong kini dipenuhi warna dan berbagai elemen yang merepresentasikan mimpi, harapan, dan kemungkinan. Melihat hasil akhirnya memberikan perasaan yang berbeda dibandingkan saat pertama kali kami datang.

Bagi kami, pengalaman di MI Al Mubarok bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah mural. Ada proses bertemu, berbagi, dan melihat kembali bagaimana anak-anak memandang dunia dengan cara yang begitu bebas. Kami datang dengan membawa desain dan warna, tetapi pulang dengan membawa cerita dan perspektif baru tentang arti sebuah mimpi.

TABURI menjadi kesempatan bagi kami untuk keluar dari ruang kelas dan menggunakan apa yang kami pelajari dalam konteks yang lebih nyata. Melalui karya yang sederhana, kami berharap dapat meninggalkan sesuatu yang bisa terus dilihat dan dirasakan, bahkan setelah kegiatan selesai.

Karena pada akhirnya, dinding itu mungkin memiliki batas. Tetapi mimpi anak-anak yang melihatnya setiap hari tidak seharusnya memiliki batas yang sama.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.