    {"id":6318,"date":"2022-08-20T00:35:59","date_gmt":"2022-08-19T17:35:59","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/?p=6318"},"modified":"2022-08-20T00:37:08","modified_gmt":"2022-08-19T17:37:08","slug":"perancangan-pencahayaan-untuk-ruang-ritel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/2022\/08\/20\/perancangan-pencahayaan-untuk-ruang-ritel\/","title":{"rendered":"Perancangan Pencahayaan untuk Ruang Ritel"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Fiona Tomana (2440015575), <span style=\"font-size: 14px\">Dzaki Fuad (2440094131)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ritel merupakan sebuah definisi dari semua kegiatan yang mengarah ke penjualan barang ataupun jasa secara langsung kepada konsumen. Pada umumnya ruang ritel akan didesain sedemikian rupa agar dapat menarik perhatian pengunjung dan memiliki perancangan desain yang sesuai dengan produk di toko tersebut. Tidak hanya dari segi konsep desain warna maupun furniturenya, tetapi desain pencahayaan yang sesuai juga berperan penting dalam hasil akhir dari perancangan desain sebuah ruang ritel. Tanpa disadari, perancangan pencahayaan yang sesuai dalam sebuah ruang ritel dapat membantu dalam menciptakan suasana tertentu pada toko, memperjelas display harga dan produk, dan tentunya menarik berbagai wisatawan yang lewat untuk masuk ke dalam toko.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tipe pencahayaan yang digunakan juga beragam mulai dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">general lighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berfungsi sebagai sumber cahaya utama toko agar seluruh ruangan tampak secara jelas dan menyeluruh. Selain itu, terdapat juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">task lighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berfungsi untuk menerangi beberapa area yang memerlukan cahaya berlebih untuk keperluan tertentu. Lalu terdapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">accent lighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berfungsi untuk menyorot objek terentu pada toko seperti display produk maupun window display, tujuannya adalah agar pengunjung dapat lebih fokus dalam melihat objek tersebut. Yang terakhir adalah pencahayaan dekoratif, dimana tipe pencahayaan ini digunakan hanya untuk kepentingan estetika pada ruang retail tersebut dan tidak digunakan sebagai sumber penerangan utama dalam ruangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/i.pinimg.com\/564x\/3f\/b4\/00\/3fb400be12f80f12f7a862f30f616caf.jpg\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/i.pinimg.com\/564x\/3f\/b4\/00\/3fb400be12f80f12f7a862f30f616caf.jpg\"><span style=\"font-weight: 400\">Gambar 1. General Lighting<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/i.pinimg.com\/564x\/23\/32\/f5\/2332f528ef84672e4f1a5615f57f3cd2.jpg\"><span style=\"font-weight: 400\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/i.pinimg.com\/564x\/23\/32\/f5\/2332f528ef84672e4f1a5615f57f3cd2.jpg\" width=\"380\" height=\"542\" \/><\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/i.pinimg.com\/564x\/23\/32\/f5\/2332f528ef84672e4f1a5615f57f3cd2.jpg\"><span style=\"font-weight: 400\">Gambar 2. Task Lighting<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/i.pinimg.com\/564x\/23\/4d\/a7\/234da7071ab120a0932597d791cd8fd5.jpg\" width=\"372\" height=\"567\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/i.pinimg.com\/564x\/23\/4d\/a7\/234da7071ab120a0932597d791cd8fd5.jpg\"><span style=\"font-weight: 400\">Gambar 3. Accent Lighting<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/i.pinimg.com\/236x\/3b\/9a\/83\/3b9a830f8646fb9c16cb93cd7b5c4d86.jpg\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/i.pinimg.com\/236x\/3b\/9a\/83\/3b9a830f8646fb9c16cb93cd7b5c4d86.jpg\"><span style=\"font-weight: 400\">Gambar 4. Decorative Lighting<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam pengaplikasiannya agar berfungsi sesuai dengan tujuan pencahayaan, maka terdapat beberapa teknik pencahayaan untuk sebuah ritel contohnya seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">teknik highlighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yaitu menaruh pencahayaan menuju objek agar objek terlihat jelas dibandingkan latar belakangnya, selain itu terdapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0teknik silhouetting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">penempatan cahaya dibelakang objek sehingga terlihat kontras dengan latar belakangnya, selanjutnya terdapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">teknik backlighting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tidak jauh berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">teknik silhouetting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yaitu pencahayaan dari belakang objek sehingga memberikan cahaya yang impresif, selanjtunya terdapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">teknik direct lighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yaitu pencahayaan yang diarahkan ke objek, pengaplikasian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">direct lighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak jauh berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">down lighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, lalu terdapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">teknik up lighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yaitu penempatan cahaya dibawah objek memberikan kesan tinggi pada objek, dan yang terakhir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">teknik wall washing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang biasa digunakan untuk elemen dekoratif pada ritel yaitu menempatkan pencahayaan pada dinding.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pencahayaan dapat memberikan suasana tertentu pada sebuah ritel, dan juga dapat memberikan persepsi dari konsumen bagi ritel melalui teknik dan pemilihan pada pencahayaan. Pencahayaan yang tepat akan menjadikan ritel memiliki daya tarik dan ciri khas yang dapat menarik lebih banyak pelanggan. Contoh sederhana yang dapat kita temui adalah ritel pada toko mainan anak-anak akan lebih cocok menggunakan lampu yang berwarna putih yang akan menjadikan ritel lebih cerah dan produk lebih terlihat jelas, berbanding terbalik dengan toko roti yang banyak menggunakan pencahayaan berwarna kuning yang berfungsi untuk memberikan kesan hangat dan fresh dari produk roti yang dijual. Penggunaan lampu pada suhu 5500-7000K akan memberikan warna putih pada lampu dan dapat digunakan pada ritel seperti toko perlengkapan anak, sehingga terlihat bersih dan warna yang cerah. Sedangkan penggunaan lampu pada suhu 2700-3300K akan memberikan warna lampu yang hangat atau kuning hingga oren akan sangat cocok bila diaplikasikan pada ritel yang ingin memberikan kesan mewah, glamor, maupun kesan hangat. Cahaya yang hangat dan sedikit gelap akan menonjolkan beberapa objek pada sebuah ritel. Pada intinya, pemilihan pencahayaan yang tepat akan memberikan daya tarik bagi konsumen untuk ruang ritel itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/Mothercare_The-Avenues-Bahrain_02.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-6334\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/08\/Mothercare_The-Avenues-Bahrain_02.jpg\" alt=\"\" width=\"759\" height=\"506\" \/>Gambar 5. Pencahayaan toko peralatan dan baju anak<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/encrypted-tbn0.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcTtCjUgRtffVBNjOpYshT-VDCNIo-SBG6wGRg&amp;usqp=CAU\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/encrypted-tbn0.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcTtCjUgRtffVBNjOpYshT-VDCNIo-SBG6wGRg&amp;usqp=CAU\">Gambar 6.<span style=\"font-weight: 400\">Pencahayaan toko roti\u00a0<\/span><\/a><\/p>\n<pre style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Refrensi :<\/span>\r\n\r\n<a href=\"https:\/\/lfillumination.com\/blog\/4-types-lighting-retail-stores\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/lfillumination.com\/blog\/4-types-lighting-retail-stores\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span>\r\n<a href=\"https:\/\/insights.regencylighting.com\/what-is-correlated-color-temperature-cct-and-how-do-you-choose-it-for-your-lighting\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/insights.regencylighting.com\/what-is-correlated-color-temperature-cct-and-how-do-you-choose-it-for-your-lighting<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span>\r\n<a href=\"https:\/\/omnify.lighting\/lighting-techniques-boost-retail-sales\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/omnify.lighting\/lighting-techniques-boost-retail-sales\/<\/span><\/a><\/pre>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Fiona Tomana (2440015575), Dzaki Fuad (2440094131) Ritel merupakan sebuah definisi dari semua kegiatan yang mengarah ke penjualan barang ataupun jasa secara langsung kepada konsumen. Pada umumnya ruang ritel akan didesain sedemikian rupa agar dapat menarik perhatian pengunjung dan memiliki perancangan desain yang sesuai dengan produk di toko tersebut. Tidak hanya dari segi konsep desain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":6385,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-6318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-for-interior-student"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6318"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6392,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6318\/revisions\/6392"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}