    {"id":5931,"date":"2022-05-19T15:04:43","date_gmt":"2022-05-19T08:04:43","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/?p=5931"},"modified":"2022-05-22T21:46:50","modified_gmt":"2022-05-22T14:46:50","slug":"whats-your-interior-design-style-a-breakdown-of-styles","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/2022\/05\/19\/whats-your-interior-design-style-a-breakdown-of-styles\/","title":{"rendered":"What\u2019s Your Interior Design Style: A Breakdown of Styles"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh :<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Adinda Clarissa Shalsabilla (2501975854), Clairine Briana Miharja\u00a0 ( 2501964945), Mellysa Monique Adhitanata (2501978793), Natasha Vania Saputra (2501962763)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Picture1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5960\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Picture1.png\" alt=\"\" width=\"415\" height=\"265\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Interior design adalah seni serta teknik-teknik mengubah sebuah ruangan menjadi lebih indah dan estetis, dan menyesuaikan ruang dengan kebutuhan penggunanya. Dalam mendesain sebuah ruangan, setiap orang akan memiliki gayanya masing-masing yang menjadikannya unik dan berbeda dari desainer-desainer lainnya. Sama seperti persona setiap desainer yang akan terus berevolusi seiring bertambahnya waktu, gaya desain akan terus bertumbuh dan berkembang mengikuti perubahan zaman. Apakah gaya desain kalian? Berikut akan dibahas 13 jenis gaya desain yang diketahui di tengah masyarakat dan dunia desain.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Minimalist-interior-design-Tips-to-make-your-home-look-minimal.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5959\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Minimalist-interior-design-Tips-to-make-your-home-look-minimal.jpg\" alt=\"\" width=\"1006\" height=\"587\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u2756 Minimalist<\/strong><br \/>\nGaya desain minimalis merupakan tren desain yang dimulai pada abad ke-20 yang merupakan gagasan desain yang menghapus bagian-bagian yang tidak perlu hingga hanya meninggalkan elemen-elemen penting saja. Prinsip-prinsip penting dan bagaimana cara menerapkannya :<br \/>\n1. Ruang yang luas dengan minim furniture dan juga detail.<br \/>\n2. Elemen utama memerhatikan bentuk, warna, tekstur.<br \/>\n3. Furniture, kain, atau partisi kaca berperan sebagai room separator.<br \/>\n4. Memiliki aksen bentuk geometris &amp; asimetris yang tajam.<br \/>\n5. Minimnya jumlah aksesoris.<br \/>\n6. Lantai terbuat dari bahan yang mudah dirawat dan dibersihkan seperti kayu, linoleum,<br \/>\ngenteng.<br \/>\n7. Warna utama putih yang membentuk dasar untuk dinding, lantai, dan furniture. Warna<br \/>\nalternatif bisa dengan warna netral seperti beige, abu-abu, hijau muda.<br \/>\n8. Wall art dan beberapa detail besar pada dinding.<br \/>\n9. Jendela besar yang biasanya tidak memiliki tirai atau corak untuk menciptakan efek<br \/>\nringan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/contemprory-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5975\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/contemprory-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1036\" height=\"691\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756<strong> Contemporary<\/strong><br \/>\nGaya desain contemporary (kontemporer) merepresentasikan style masa kini yang bersuasana rapi dan bersih. Menurut KBBI, kata kontemporer memiliki arti waktu yang sama, semasa, sewaktu, atau pada masa kini. Maka dari itu, gaya desain ini akan selalu berkembang sesuai masanya lewat tren yang ada. Dalam interior kontemporer, beberapa ciri-ciri yang ditonjolkan antara lain adalah:<br \/>\n&#8211; Pencahayaan sebagai fokus elemen ruangan. Pilihan yang paling populer adalah floor \u00a0lamp dan lampu track<br \/>\n&#8211; Penggunaan furnitur kayu yang berwarna terang untuk memberikan tampilan nyaman dan lembut<br \/>\n&#8211; Penggunaan material seperti baja, krom, dan nikel dengan pilihan warna hitam yang menonjol. Selain itu, furnitur dalam gaya kontemporer jarang menggunakan ukuran\u00a0 \u00a0besar.<br \/>\n&#8211; Interior kontemporer banyak menggunakan garis yang terlihat ramping dan kontras. Hal \u00a0tersebut biasanya dipadukan dengan bahan sutra, linen, ataupun wol pada bantal,<br \/>\nbedcover, atau peralatan lainnya. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kesan kaku dan menampilkan aksen yang menarik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/traditional-interior-design-6-types-View02.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5973\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/traditional-interior-design-6-types-View02.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"450\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756 <strong>Traditional<\/strong><br \/>\nGaya desain tradisional merupakan .gaya desain yang menampilkan suasana nyaman, bersahaja, dan tidak menggetarkan. Dalam arti luas, gaya desain tradisional menonjolkan karakter tenang dan teratur. Interior tradisional jauh dari kesan formal, dan lebih mengedepankan suasana santai. Salah satu ciri khasnya yang paling menonjol adalah dominasi penggunaan unsur kayu bertekstur khas bahkan kadang memiliki ukiran yang rumit.Pilihan warnanya pun cenderung lembut atau soft, meski kadang juga menggunakan skema warna gelap. Untuk segi furnitur, secara umum gaya desain tradisional akan banyak menggunakan campuran garis vertikal dan horizontal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/www.decorilla.com\/online-decorating\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/coastal-interior-design-beach-style.jpg\" alt=\"Coastal Interior Design: Essential Tips For A Modern Beach Style Home\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756 <strong>Coastal<\/strong><br \/>\nGaya desain coastal merupakan gaya desain yang berkesan pantai yang tenang di hari yang cerah. Gaya Coastal dapat menggunakan motif yang beragam dan fleksibel, terdapat banyak dekorasi atau aksesoris natural seperti tanaman, serta menggunakan tone warna yang netral seperti biru, hijau, navy, putih, serta kayu muda. Gaya Coastal sangat cocok diaplikasikan pada gedung yang memiliki sifat terbuka serta banyak memiliki jendela. Gaya Coastal ini banyak diaplikasikan pada rumah atau ruangan yang memiliki view natural seperti pantai, atau kebun di tengah perkotaan untuk menambah suasana tenang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/9-26-08hollywood11.jpg.crdownload.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5950\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/9-26-08hollywood11.jpg.crdownload.jpg\" alt=\"\" width=\"660\" height=\"488\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756 <strong>Hollywood<\/strong> <strong>Regency<\/strong><br \/>\nHollywood regency merupakan sebuah gaya interior yang mulai populer di California, Amerika pada tahun 1930-an pada saat Hollywood Golden Age. Era golden age merupakan era dimana hollywood ada pada masa kejayaan pertamanya, serta memberikan kesan artis-artisnya yang mewah, gemerlap, serta glamor. Pada dasarnya Hollywood Regency merupakan gaya desain yang glamor, mewah, serta menggunakan banyak furnitur serta ornamen dengan harga yang tinggi atau visual yang terlihat mewah. Selain itu, desain hollywood regency banyak menggunakan warna emas atau metal yang reflektif serta mempunyai tone warna yang beragam mulai dari warna pastel, sampai warna dengan tone gelap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Picture10.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5964\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Picture10.png\" alt=\"\" width=\"699\" height=\"465\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756 <strong>Scandinavian<\/strong><br \/>\nScandinavian merupakan desain yang terinspirasi dari alam dan iklim dari negara-negara Eropa Utara, yaitu Swedia, Finlandia, Greenland, Islandia, Svalbard, Denmark, juga Norwegia. Istilah gaya Scandinavian menunjukan cara orang-orang Skandinavia hidup.Gaya desain Scandinavian memiliki beberapa ciri khas, yaitu :<br \/>\n1. Didominasi warna netral<br \/>\nInterior Scandinavian didominasi oleh warna putih, krem, dan juga warna-warna pucat yang kemudian disempurnakan dengan warna-warna lainnya seperti biru muda, coklat<br \/>\nmuda, serta warna-warna pastel lainnya yang netral sebagai penambah aksen agar ruangan lebih hidup.<br \/>\n2. Menghadirkan nuansa terang<br \/>\nCuaca yang ekstrim di negara-negara Nordik membuat rumah ini mendapatkan cahaya yang minim, sehingga nuansa terang dihadirkan melalui bukaan yang relatif besar dengan pencahayaan alami yang maksimal.<br \/>\n3. Kesan alami dengan aksen kayu<br \/>\nAksen kayu dengan warna coklat muda terang dan putih bisa mencirikan kekhasan desain Scandinavian sendiri yang alami dan hangat.<br \/>\n4. Mengedepankan konsep fungsional<br \/>\nDalam gaya desain Scandinavian, pemilihan dan penempatan furnitur disesuaikan dengan kebutuhan penghuni untuk memaksimalkan fungsi ruangan itu sendiri. Hal ini didukung oleh sejarah rumah Scandinavian yang tergolong kecil pada tahun 1950-1960 dimana barang-barang tambahan yang tidak diperlukan tidak diperbolehkan untuk ada.<br \/>\n5. Minim detail<br \/>\nGaya desain Scandinavian memang sangat minim dalam hal detail pada seluruh aspek ruangan dan perabotannya. Namuun karena warna netral dan terang yang mendominasi ruangan, dekorasi seperti tanaman hias dibutuhkan untuk membuat ruangan tampak outstanding dan tetap menarik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/posterrr.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5971\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/posterrr.png\" alt=\"\" width=\"601\" height=\"301\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756 <strong>Bohemian<\/strong><br \/>\nAwalnya, istilah Bohemian digunakan untuk menggambarkan gaya hidup non-tradisional dari orang-orang yang hidup mengembara pada tahun 1800an. Tak lama setelahnya, Bohemian menjadi salah satu gaya desain interior yang mengacu pada kepribadian yang bebas. Jadi apabila kita mencari karakter pasti dari interior Bohemian, sebenarnya tidak ada. Tetapi, tetap ada beberapa karakter yang memang menjadi ciri khas gaya Bohemian sendiri. Ciri-ciri tersebut antara lain:<br \/>\n&#8211; Jauh dari kesan mewah dan mahal<br \/>\nGaya Bohemian kerap kali menggunakan material barang sehari-hari sebagai unsur dekorasi, contohnya misalkan toples bekas, kardus, hingga paper craft.<br \/>\n&#8211; Dominasi material kain<br \/>\nBahan tekstil merupakan salah satu unsur paling penting dalam gaya Bohemian. Kain biasanya digunakan dalam aksesoris interior seperti pada bantal, karpet, korden, dan\u00a0 \u00a0 \u00a0 sebagainya. Biasanya, kain akan menggunakan warna yang variatif dan bermotif<br \/>\n&#8211; Dekorasi dinding<br \/>\nDekorasi dinding memegang peran penting dalam gaya Bohemian. Dekorasinya pun bervariasi mulai dari piring yang digantung, baki, toples, bahkan sampul majalah dengan<br \/>\ntampilan motif yang unik<br \/>\n&#8211; Penggunaan tanaman<br \/>\nGaya Bohemian merupakan gaya interior yang dekat dengan alam. Maka dari itu, akan banyak ditemui tanaman dalam pot yang dihadirkan sebagai dekorasi ruangan.<br \/>\n&#8211; Furnitur<br \/>\nFurnitur dalam gaya Bohemian biasanya terlihat sedikit tua dan sudah lama terpakai atau biasa disebut juga furnitur vintage.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Picture12.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5965\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Picture12.png\" alt=\"\" width=\"551\" height=\"329\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756 <strong>Industrial<\/strong><br \/>\nIndustrial merupakan gaya desain yang menampilkan kesan unfinished yang sudah banyak diadaptasi untuk bangunan-bangunan residensial. Gaya interior industrial lahir dari kebutuhan untuk mengonversi sebuah bangunan tua seperti pabrik atau sebuah lumbung tua yang mana mengubah bangunan tua tersebut menjadi hunian atau tempat tinggal yang sangat kondusif dan nyaman.Gaya desain industrial juga banyak menggunakan material kayu, besi, baja, beton, kaca, juga batu bata.Gaya interior industrial juga memiliki ciri khasnya tersendiri, diantaranya :<br \/>\n1. Penggunaan material upcycle dan recycle<br \/>\nBarang-barang dan material yang digunakan berupa barang bekas yang telah dimodifikasi atau didaur ulang.<br \/>\n2. Meminimalisir proses finishing<br \/>\nBanyaknya material yang digunakan dalam bangunan dibiarkan polos tanpa diberi finishing , seperti tembok bata merah, beton, besi, dsb.<br \/>\n3. Identik dengan nuansa monokrom<br \/>\nElemen yang digunakan banyak yang bernuansa monokrom (hitam-putih) atau warna netral seperti cokelat, abu-abu, hijau kusam.<br \/>\n4. Bangunan yang lebih terekspos<br \/>\nElemen-elemen bangunan dibiarkan terekspos tanpa mengabaikan tampilan yang rapi, berkonsep, dan unik.<br \/>\n5. Elemen lantai yang unik<br \/>\nFlooring yang digunakan jarang sekali menggunakan granit \/ keramik, melainkan menggunakan parket, acian, beton, hingga semen.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/eclectic-design-style-6-interiors-View01-2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5952\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/eclectic-design-style-6-interiors-View01-2.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"450\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756 <strong>Eclectic<\/strong><br \/>\nEclectic desain merupakan sebuah desain yang memadukan berbagai macam pattern, warna, serta bentuk bentuk baik geometris, maupun abstrak ke dalamnya. Hal ini menimbulkan kesan berbeda-beda serta acak akan tetapi tetap harmonis serta terlihat seimbang. Eclectic merupakan desain yang cenderung eksperimental serta seru. Untuk itu, tidak ada aturan khusus mengenai letak furnitur, warna, serta dekorasi dengan syarat ruangan tersebut harus terlihat harmonis. Kebanyakan desain eclectic menggunakan motif yang berbeda-beda dalam lingkup palet warna yang masih sama, atau sebaliknya dengan menggunakan motif yang sama dalam lingkup palet warna yang beragam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Interior-Design-Trends-for-2022-Interior-Design-Trends-for-2022-Interior-Design-Trends-for-2022-Interior-Design-Trends-for-2022.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5976\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Interior-Design-Trends-for-2022-Interior-Design-Trends-for-2022-Interior-Design-Trends-for-2022-Interior-Design-Trends-for-2022.jpg\" alt=\"\" width=\"705\" height=\"470\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756 <strong>Modern Farmhouse<\/strong><br \/>\nModern farmhouse merupakan sebuah desain dengan menggunakan earth tone. Pada desain modern farmhouse, material paling banyak yang digunakan adalah kayu. Baik kayu dengan tone yang gelap, maupun kayu dengan tone terang. Modern Farmhouse merupakan campuran gaya desain dari rustic dan minimalist yang memberikan kesan kehangatan serta ketenangan bagi penghuninya. Modern farmhouse banyak menggunakan tekstur yang kasar, banyak menggunakan dekorasi dengan gaya farmhouse, dekorasi berupa tulisan kata-kata, serta memberikan kesan hidup pada ruangan. Gaya desain ini sangat cocok diaplikasikan bagi rumah di pinggiran kota yang tenang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/media.istockphoto.com\/photos\/interior-decor-in-ecostyle-with-greenery-dried-flowers-and-vegetation-picture-id1182494086?k=20&amp;m=1182494086&amp;s=612x612&amp;w=0&amp;h=oe7XFljEYmTKtIFEoj7mOmMQB34XoY-dRNFKNl0-hcQ=\" alt=\"10,074 Art Deco Interior Stock Photos, Pictures &amp; Royalty-Free Images - iStock\" width=\"842\" height=\"561\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756 <strong>Art Deco<\/strong><br \/>\nGaya art deco merupakan gaya desain yang elegan, fungsional, berani, serta modern. Art Deco banyak menggunakan bentuk-bentuk geometris dalam furnitur, maupun dekorasi ruangnya. Art Deco juga banyak menggunakan elemen-elemen ruang yang membuatnya terlihat mewah dan elegan, contohnya adalah penggunaan material metal yang reflektif dan mengkilap. Selain itu, gaya Art Deco juga banyak menggunakan tone warna utama emas, hitam, putih, serta perak.Sedangkan motif yang digunakan pada ruang dapat disesuaikan dengan furnitur, atau menggunakan motif yang memberikan kesan elegan seperti motif daun, motif zig-zag, motif animal print, dan lain-lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/i.pinimg.com\/550x\/79\/67\/9c\/79679c0c76d81cd4794e2fd08e893a7e.jpg\" alt=\"Asian zen interior\" width=\"575\" height=\"431\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u2756 <strong>Asian Zen<\/strong><br \/>\nAsian Zen merupakan gaya desain yang mengutamakan keseimbangan, ketenangan, serta harmoni di dalamnya. Asian Zen menggunakan banyak elemen natural didalamnya. Mulai dari material interior, sampai dengan lantai, dinding, dan langit-langitnya. Selain itu, gaya Asian Zen juga kebanyakan menggunakan warna-warna yang natural seperti coklat kayu, hijau daun, gelap malam, dan lain-lain. Tujuan dari pengaplikasian material serta warna natural ini adalah untuk memberikan kesan ketenangan dan relaksasi kepada pengguna atau penghuni ruangan. Asian Zen banyak diterapkan sebagai tempat untuk refleksi, meditasi, ataupun tempat-tempat yang difungsikan sebagai pelepas stress dan tempat bersantai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Picture19-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5978\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2022\/05\/Picture19-1.png\" alt=\"\" width=\"552\" height=\"437\" \/><\/a><\/p>\n<p>\u2756 <strong>Feng<\/strong> <strong>Shui<\/strong><br \/>\nFeng Shui desain merupakan sebuah aturan dalam meletakkan furnitur dalam ruang sesuai dengan aturan The Free Flow Chi. Feng Shui sendiri terdiri dari dua kata yaitu Feng (\u98a8) yang berarti angin dan Shui (\u6c34) yang berarti air. 5 elemen Feng Shui adalah wood, fire, water, earth, dan metal.<br \/>\n\u25cf Wood melambangkan kreatifitas, perkembangan, serta vitalitas. Visual yang diaplikasikanpada desain terdapat konfigurasi visual daun, pohon, maupun bunga-bunga. Warna yang melambangkan wood adalah hijau dan biru.<br \/>\n\u25cf Fire melambangkan antusias, serta energi positif yang bertransformasi. Fire dapat diaplikasikan dalam pencahayaan serta dekorasi lainnya. Warna fire adalah merah, pink,<br \/>\nserta ungu.<br \/>\n\u25cf Water melambangkan spiritualitas serta kedewasaan. Elemen water dapat diaplikasikan dalam bentuk yang tidak teratur atau aquarium.<br \/>\n\u25cf Earth melambangkan kestabilan dan kontrol. Pengaplikasian elemen ini dapat dilihat dari gaya desain Feng Shui yang menggunakan warna-warna earth tone dari putih, krem, sampai coklat.<br \/>\n\u25cf Metal merupakan elemen yang melambangkan logika dan presisi. Pada elemen ini, diaplikasikan aksesoris atau furnitur yang memiliki bentuk konfigurasi bundar atau bulat.<br \/>\nPengaplikasian 5 elemen tersebut dibagi berdasarkan Bagua Map :<br \/>\n\u25cf Wealth = Wood ( warna biru )<br \/>\n\u25cf Fame + Reputation = Fire ( warna tone merah )<br \/>\n\u25cf Love = dekorasi yang bersifat sepasang.<br \/>\n\u25cf Health + Ancestor = Wood ( warna hijau )<br \/>\n\u25cf Health + Center = Earth ( warna kuning )<br \/>\n\u25cf Children + Creativity = Metal ( warna ungu )<br \/>\n\u25cf Knowledge + Self Cultivation = Earth ( banyak dekorasi buku<br \/>\natau tanaman hijau )<br \/>\n\u25cf Career + Life Path = cermin reflektif atau dekorasi berwarna<br \/>\ngelap<br \/>\n\u25cf Helpful People + Travels = Metal ( warna putih )<\/p>\n<pre>Referensi:https:\/\/www.decoraid.com\/blog\/interior-design-styles-definition-2019\/\r\nhttps:\/\/interiordesign.id\/sejarah-singkat-desain-minimalis\/\r\nhttps:\/\/interiordesign.id\/ciri-khas-gaya-desain-interior-kontemporer\/\r\nhttps:\/\/interiordesign.id\/desain-interior-tradisional\/\r\nhttps:\/\/www.decorilla.com\/online-decorating\/coastal-interior-design\/https:\/\/www.pinhome.id\/kamus-istilah-properti\/scandinavian\/#:~:text=Scandinavian%20adalah%20gaya%20desain%20yang,yang%20dikenal%20dengan%20sebutan%20Nordik.\r\nhttps:\/\/www.arsitag.com\/article\/mengenal-gaya-desain-bohemianhttps:\/\/artikel.rumah123.com\/yuk-kenalan-dengan-konsep-industrial-beserta-kelebihan-dan-kekurangannya-79088\r\nhttps:\/\/www.decoraid.com\/blog\/interior-design-style\/eclectic-style\/https:\/\/www.decorilla.com\/online-decorating\/farmhouse-interior-design-tips\/\r\nhttps:\/\/www.theartofbespoke.com\/editorial\/art-decohttps:\/\/www.decoraid.com\/blog\/interior-design-style\/asian-zen-interior-design\/\r\nhttps:\/\/www.parachutehome.com\/blog\/feng-shui-interior-design<\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Adinda Clarissa Shalsabilla (2501975854), Clairine Briana Miharja\u00a0 ( 2501964945), Mellysa Monique Adhitanata (2501978793), Natasha Vania Saputra (2501962763) Interior design adalah seni serta teknik-teknik mengubah sebuah ruangan menjadi lebih indah dan estetis, dan menyesuaikan ruang dengan kebutuhan penggunanya. Dalam mendesain sebuah ruangan, setiap orang akan memiliki gayanya masing-masing yang menjadikannya unik dan berbeda dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":6023,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-5931","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-for-interior-student"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5931","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5931"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5931\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5979,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5931\/revisions\/5979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himdi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}