    {"id":3712,"date":"2023-12-29T23:08:31","date_gmt":"2023-12-29T16:08:31","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/?p=3712"},"modified":"2024-03-24T00:28:50","modified_gmt":"2024-03-23T17:28:50","slug":"tiga-jenis-bisnis-biro-arsitektur-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2023\/12\/29\/tiga-jenis-bisnis-biro-arsitektur-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Tiga Jenis Bisnis Biro Arsitektur di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh: <span style=\"font-weight: 400\">2602233544 &#8211; <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Muhammad Nur Hasan Firdaus<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi mahasiswa jurusan arsitektur BINUS University, menjadi seorang arsitek yang sukses tentunya adalah misi dan visi mereka, dan membuka sebuah biro arsitektur mereka sendiri merupakan impian bagi banyak calon arsitek sukses di BINUS University. Namun apakah kalian tahu jenis-jenis usaha biro arsitektur yang ada di Indonesia?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di Indonesia ada tiga jenis usaha biro arsitektur yaitu Perseorangan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Commanditaire Vennootschap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (CV) atau Persekutuan Komanditer, dan Perseroan Terbatas (PT). Setiap masing-masing jenis usaha memiliki pro dan kontra masing-masing yang kami akan jelaskan di artikel ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">1.Perseorangan,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Usaha biro arsitektur berbentuk perseorangan itu biasanya didirikan oleh satu orang, belum berbadan hukum, risiko usaha ditanggung sendiri, tidak memiliki modal awal minimal dan tidak memerlukan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pro:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Cepat dan mudah untuk dimulai dan dihentikan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak ada modal minimal sehingga murah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Manajemen dan pengelolaan yang fleksibel dan mudah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Semua keuntungan untuk dia si pemilik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kontra:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Karena berasal dari satu orang, bila orang itu tidak memiliki modal yang besar maka modal awal itu bisa jadi kecil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Semua resiko ditanggung oleh pemilik\/pendiri sehingga bisa kena ke harta pribadi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pelannya perkembangan perusahaan karena ditanggung 1 orang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh Biro Arsitektur Perseorangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Studio Denny Setiawan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> oleh Arsitek Denny Setiawan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">2. Commanditaire Vennootschap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (CV),<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Commanditaire Vennootschap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(CV) itu dalam bahasa Belanda yang artinya Persekutuan Komanditer dalam bahasa Indonesia atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Limited Partnership<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam bahasa Inggris. CV itu didirikan oleh dua orang atau lebih. Sekutu atau Partner dari si pendiri bisa berperan sebagai partner \u2018aktif\u2019 atau partner \u2018pasif\u2019. Partner \u2018aktif\u2019 itu berperan sebagai pemodal dan bertanggung jawab dalam menjalan perusahaan, sementara partner \u2018pasif\u2019 hanya pemodal saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pro:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Cepat untuk didirikan karena tidak perlu pengesahan nama dari Menteri Hukum dan HAM<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak ada modal minimal sehingga biaya pendirian tidak mahal<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak perlu melakukan penglaporan minimal<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagi sekutu atau partner pasif, hanya tinggal menunggu keuntungan sesuai dengan jumlah nominal yang dia modalkan tanpa harus ikut serta dalam mengelola usaha<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kontra:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Karena tidak ada pengecekan nama melalui Menteri Hukum dan HAM, mungkin ada biro arsitektur lain yang memiliki nama perusahaan yang mirip atau sama dengan perusahaan kamu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">CV jarang diterima dalam proyek-proyek pemerintah atau proyek skala besar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagi sekutu atau partner aktif, harta pribadi bisa kena, tapi kalau sekutu pasif penggantian kerugian hanya sebatas modal yang diberikan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bila sekutu atau partner meninggal, CV harus berhenti<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh Bira Arsitektur CV:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Das Quadrat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Aditya Tan dan Enoch Muljono<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">3. Perseroan Terbatas (PT),<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Badan usaha Perseroan Terbatas (PT) adalah satu-satunya badan usaha biro arsitektur yang memiliki hukum resmi. PT\u00a0 didirikan oleh minimal dua orang WNI atau WNA. Modal dasar sebuah PT itu semuanya dibagi di dalam saham. Undang-undang PT diatur di UUD No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Akta pendirian, nama, dan anggaran dasar harus melalui pengesahan dan berdasarkan aturan pemerintah. Untuk Akta pendirian harus disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM, sementara anggaran dasar harus berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan harus disetujui oleh Menteri Hukum dan HAM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pro:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Berbadan hukum resmi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Peluang ekspansi usaha<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Karena tidak bergantung oleh satu orang, kelanjutan perusahaan bisa lebih terjamin<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jangka waktu tidak terbatas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bila ingin memindah hak milik, tinggal dijual saham mayoritasnya kepada orang lain<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Harta pribadi tidak terkena untuk ganti rugi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bisa meng-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hire<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> professional yang bukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shareholder<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Anda dapat mendapatkan fasilitas bebas pajak bila ada penanaman modal asing (PMA<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kontra:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biaya untuk membentuk Biro Arsitektur berbentuk PT itu besar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Proses pendirian yang tidak mudah, karena harus melalui pengecekan dan pengesahan dari pihak pemerintah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kerahasiaan internal perusahaan tidak terjaga karena segala kegiatan perusahaan harus diketahui oleh pemegang saham PT<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Harus membayar dua pajak yaitu membayar Pajak Penghasilan (PPh) dan membayar dividen kepada pemegang saham<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh Bira Arsitektur PT:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">ARA Studio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> oleh Hermawan Dasmanto dan Goya Tamara Kolondam<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi<\/p>\n<div>\n<p>Imelda Akmal. (2022). <i>Starting Architecture Firm<\/i>. IMAJI. (Original work published 2018)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: 2602233544 &#8211; Muhammad Nur Hasan Firdaus Bagi mahasiswa jurusan arsitektur BINUS University, menjadi seorang arsitek yang sukses tentunya adalah misi dan visi mereka, dan membuka sebuah biro arsitektur mereka sendiri merupakan impian bagi banyak calon arsitek sukses di BINUS University. Namun apakah kalian tahu jenis-jenis usaha biro arsitektur yang ada di Indonesia? Di Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3824,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3712","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3712"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3712\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3713,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3712\/revisions\/3713"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}