    {"id":3220,"date":"2022-10-31T12:54:59","date_gmt":"2022-10-31T05:54:59","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/?p=3220"},"modified":"2022-11-14T20:59:27","modified_gmt":"2022-11-14T13:59:27","slug":"arsitektur-neo-futuristik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/10\/31\/arsitektur-neo-futuristik\/","title":{"rendered":"Arsitektur  Neo-Futuristik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh: Samuel Joshua Pandu Paskah \u2013 2440021073<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Seiring berkembangnya zaman, gaya arsitektur pun ikut bertambah dan berkembang. Salah satu gaya arsitektur yang muncul dan ikut berkembang adalah arsitektur neo-futuristik. Neo-futuristik adalah gaya arsitektur yang memprioritaskan orientasinya kepada masa depan baik dalam hal perancangan ruang ataupun keindahan bangunan. Nah, apa sih yang menjadi faktor dari kemunculan dan perkembangan arsitektur neo-futuristik?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Arsitektur neo-futuristik sangat berkaitan dengan arsitektur futuristik yang muncul pada tahun 1910-1920. Namun, arsitektur futuristik ini mulai menghilang setelah Perang Dunia II (1939-1945) dimana setelah itu gaya arsitektur yang terkenal adalah arsitektur industrialis, kemudian diikuti oleh arsitektur art deco dan arsitektur googie. Kemudian setelah tahun 1950, muncullah istilah aristektur neo-futuristik yang disebut juga arsitektur futuristik <em>post-modern<\/em> yang dicetus oleh arsitek Prancis bernama Denis Laming. Perubahan istilah menjadi \u201cneo-futuristik\u201d ini membuka peluang bagi para arsitek khususnya pada zaman itu untuk memberikan makna baru dan mengembangkan makna dari arsitektur futuristik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sekitar akhir tahun 1960an, diperkenalkanlah beberapa karya arsitektur neo-futuristik oleh arsitek Finlandia yang bernama Eero Saarinen. Eero Saarinen menampilkan gaya arsitektur neo-futuristik melalui karyanya seperti Bandara Trans World Airlines di New York dan Arena Skating David S. Ingalls.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/10\/31\/arsitektur-neo-futuristik\/fs-1\/\" rel=\"attachment wp-att-3225\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3225\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/10\/fs-1.jpg\" alt=\"\" width=\"705\" height=\"397\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 1. Bandara Trans World Airlines<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/10\/31\/arsitektur-neo-futuristik\/vg-1\/\" rel=\"attachment wp-att-3221\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3221\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/10\/vg-1.png\" alt=\"\" width=\"659\" height=\"395\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 2. Arena Skating David S. Ingalls<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Secara umum, arsitektur neo-futuristik memiliki karakteristik seperti berikut:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Pengaplikasian material secara jujur (<em>exposed<\/em>)<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa material bangunan yang sering dipakai dalam arsitektur neo-futuristik adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Baja (menunjukkan sifat yang kuat dan modern)<\/li>\n<li>Beton (menunjukkan sifat yang masif, tegas, dan kokoh)<\/li>\n<li>Kaca (memberikan kesan transparan, ringan, melayang, dan memberikan kontinuitas visual)<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak hanya itu, arsitektur neo-futuristik juga seringkali dijumpai dengan tampilan yang universal dan tanpa adanya pewarnaan khusus (berwarna putih, memiliki kaca transparan), tetapi tetap mempertahankan keunikan dari setiap karya masing-masing.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li>Memiliki bentuk yang dinamis, organik, dan tidak kaku<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Arsitektur neo-futuristik sering kali ditunjukkan dengan karya arsitektur yang memiliki bentuk yang sangat dinamis dan memiliki banyak elemen yang melengkung. Karya arsitektur neo-futuristik sering kali bersifat sangat imajinatif dan menentang struktur tradisional. Zaha Hadid yang adalah salah satu arsitek dengan desain bergaya neo-futuristik memiliki julukan \u201c<em>Queen of Curves\u201d<\/em> karena karya-karyanya yang ikonik dengan lengkungannya yang dinamis.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/10\/31\/arsitektur-neo-futuristik\/g-1\/\" rel=\"attachment wp-att-3226\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3226\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/10\/g-1.jpg\" alt=\"\" width=\"641\" height=\"428\" \/><\/a>Gambar 3. Heydar Aliyev Centre, Azerbaijan (Zaha Hadid Architects)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/10\/31\/arsitektur-neo-futuristik\/j-1\/\" rel=\"attachment wp-att-3223\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3223\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/10\/j-1.jpg\" alt=\"\" width=\"452\" height=\"433\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 4. Galaxy Soho, China (Zaha Hadid Architects)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li>Berkelanjutan (<em>sustainable)<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Arsitektur neo-futuristik berorientasi pada masa depan, oleh karena itu keberlanjutan lingkungan disekitarnya serta keberlanjutan aktivitas pengguna\/ penghuni didalamnya sangat diperhatikan. Arsitektur neo-futuristik dirancang untuk\u00a0 dapat beroperasi secara ramah lingkungan dan untuk mendukung lingkungan alam disekitarnya. Gaya arsitektur ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penggunanya, salah satunya dengan cara perancangan yang visioner yang menciptakan desain bangunan yang fleksibel dan dapat beradaptasi pada perkembangan zaman dan teknologi yang mendukungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Arsitektur gaya neo-futuristik ini sangat menarik dan diminati karena sifatnya yang imajinatif, visioner, dan beriorientasi pada masa depan. Arsitektur neo-futuristik ini juga sangat fleksibel sehingga gaya ini dapat diterapkan dalam beragam skala bangunan, mulai dari rumah tinggal, gedung galeri atau opera, bangunan <em>high-rise<\/em>, hingga <em>skyscrapers. <\/em>Pada masa kini juga dapat banyak ditemukan karya-karya arsitektur dengan gaya neo-futuristik. Karena gaya arsitektur neo-futuristik sangat ikonik, unik, dan diminati, tentunya gaya arsitektur ini akan lebih sering diterapkan dalam perancangan bangunan di masa depan serta terus berkembang seiring berkembangnya zaman dan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/10\/31\/arsitektur-neo-futuristik\/i-1\/\" rel=\"attachment wp-att-3222\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3222\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/10\/i-1.jpg\" alt=\"\" width=\"723\" height=\"442\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 5. Leeza SOHO, China (Zaha Hadid Architects)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/10\/31\/arsitektur-neo-futuristik\/hu-1\/\" rel=\"attachment wp-att-3224\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3224\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/10\/hu-1.jpg\" alt=\"\" width=\"663\" height=\"442\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 6. \u00a0Guangzhou Opera House, China (Zaha Hadid Architects)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Referensi:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>B. Kristianto. 2021. <em>Pusat Pengetahuan Arsitektur di Kota Semarang dengan Pendekatan Arsitektur Neo Futuristik<\/em>. Diakses tanggal 26 Oktober 2022 dari: <a href=\"http:\/\/repository.unika.ac.id\/26631\/\">http:\/\/repository.unika.ac.id\/26631\/<\/a><\/li>\n<li>Rethinking The Future. <em>30 Projects That Define Zaha Hadid&#8217;s Style<\/em>. Diakses tanggal 26 Oktober 2022 dari: <a href=\"https:\/\/www.re-thinkingthefuture.com\/top-architects\/a295-30-projects-that-define-zaha-hadids-style\/\">https:\/\/www.re-thinkingthefuture.com\/top-architects\/a295-30-projects-that-define-zaha-hadids-style\/<\/a><\/li>\n<li>Safitri, Pratiwi, dan Zahari. 2017. <em>Prinsip Desain Arsitektur Neo Futuristik pada Bangunan Komersial Karya Eero Saarinen<\/em>. Diakses tanggal 26 Oktober 2022 dari: <a href=\"https:\/\/www.academia.edu\/37542763\/Prinsip_Desain_Arsitektur_Neo_Futuristik_Pada_Bangunan_Komersial_Karya_Eero_Saarinen\">https:\/\/www.academia.edu\/37542763\/Prinsip_Desain_Arsitektur_Neo_Futuristik_Pada_Bangunan_Komersial_Karya_Eero_Saarinen<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Samuel Joshua Pandu Paskah \u2013 2440021073 Seiring berkembangnya zaman, gaya arsitektur pun ikut bertambah dan berkembang. Salah satu gaya arsitektur yang muncul dan ikut berkembang adalah arsitektur neo-futuristik. Neo-futuristik adalah gaya arsitektur yang memprioritaskan orientasinya kepada masa depan baik dalam hal perancangan ruang ataupun keindahan bangunan. Nah, apa sih yang menjadi faktor dari kemunculan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3231,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3220","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3220"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3220\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3229,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3220\/revisions\/3229"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}