    {"id":305,"date":"2016-07-05T13:48:19","date_gmt":"2016-07-05T06:48:19","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/?p=305"},"modified":"2016-07-05T13:48:19","modified_gmt":"2016-07-05T06:48:19","slug":"mengenal-dan-membuat-tanaman-hidroponik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2016\/07\/05\/mengenal-dan-membuat-tanaman-hidroponik\/","title":{"rendered":"Mengenal dan Membuat Tanaman Hidroponik"},"content":{"rendered":"<p>Salah satu cara untuk mendapatkan sayuran segar tanpa pestisida adalah dengan menanam sendiri sayuran. Yang jadi masalah adalah tidak s<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Semua orang mempunyai lahan untuk menanam sayuran. Oleh karena itu ada cara dimana anda bisa menanam sayuran dengan memanfaatkan air sebagai media pengganti tanahnya atau yang disebut juga dengan hidroponik.<br \/>\nSesuai namanya, hidroponik adalah cara bertanam menggunakan media air sehingga tidak memerlukan tanah atau area yang luas. Secara sederhana, hidroponik adalah metode budidaya tanaman dengan menggunakan air yang diperkaya dengan nutrisi, bukan tanah. Hal ini membuat parameter seperti nutrisi, pengendalian hama, dan pencahayaan lebih mudah dikelola.<br \/>\nHidroponik tidak memerlukan pemakaian herbisida dan pestisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan dan sayuran yang dihasilkan pun akan lebih sehat. Bertanam dengan hidroponik akan menghasilkan tanaman berkualitas baik dan bebas kimia. yang pastinya sehat buat kita semua dan anak-anak.<\/p>\n<p>Laju pertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama. Alasan untuk ini adalah karena tanaman hidroponik langsung mendapatkan makanan dari air yang kaya nutrisi. Kondisi ini juga membuat tanaman tidak perlu akar besar untuk mencari nutrisi. Dan karena energi yang diperlukan untuk pertumbuhan akar lebih sedikit, sisa energi bisa disalurkan ke bagian lain dari tanaman.<br \/>\nTanaman hidroponik tumbuh sehat, kuat, dan bersih. Hidroponik juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan air sebanyak berkebun secara konvensional. Ini karena hidroponik tidak memerlukan penyiraman sama sekali.<br \/>\nAlat:<br \/>\n1.\u00a0\u00a0 \u00a0Botol plastik air mineral bekas,<br \/>\n2.\u00a0\u00a0 \u00a0Gelas plastik bekas air mineral,<br \/>\n3.\u00a0\u00a0 \u00a0Jerigen plastik bekas minyak goreng,<br \/>\n4.\u00a0\u00a0 \u00a0Kain untuk sumbu (kain panel lebih bagus)<br \/>\n5.\u00a0\u00a0 \u00a0Nutrisi hidroponik.<br \/>\n6.\u00a0\u00a0 \u00a0Media tanam (rocwool, arang sekam, kerikil, pasir malang, pecahan bata merah). Pilih yang paling mudah didapat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-306\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2016\/07\/auxano.jpg\" alt=\"auxano\" width=\"346\" height=\"204\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-308\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2016\/07\/hidropinik.jpg\" alt=\"hidropinik\" width=\"272\" height=\"200\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-307\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2016\/07\/cara_unik_hias_rumah-20150402-editor-001.jpg\" alt=\"cara_unik_hias_rumah-20150402-editor-001\" width=\"219\" height=\"337\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu cara untuk mendapatkan sayuran segar tanpa pestisida adalah dengan menanam sendiri sayuran. Yang jadi masalah adalah tidak s &nbsp; Semua orang mempunyai lahan untuk menanam sayuran. Oleh karena itu ada cara dimana anda bisa menanam sayuran dengan memanfaatkan air sebagai media pengganti tanahnya atau yang disebut juga dengan hidroponik. Sesuai namanya, hidroponik adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-305","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=305"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":309,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/305\/revisions\/309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}