    {"id":2862,"date":"2022-07-31T20:26:56","date_gmt":"2022-07-31T13:26:56","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/?p=2862"},"modified":"2022-07-31T20:26:56","modified_gmt":"2022-07-31T13:26:56","slug":"arsitektur-skandinavia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/07\/31\/arsitektur-skandinavia\/","title":{"rendered":"Arsitektur Skandinavia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh : 2440022454 \u2013 Noviola Esther<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/07\/31\/arsitektur-skandinavia\/1-2\/\" rel=\"attachment wp-att-2863\">\u00a0<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-2863\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/07\/1.jpg\" alt=\"\" width=\"476\" height=\"357\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Gambar 1. Interior dari Arsitektur Skandinavia (Savoie, 2022)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada saat ini, salah satu gaya arsitektur yang berpengaruh adalah gaya arsitektur Skandinavia; gaya arsitektur ini merupakan gaya arsitektur yang menunjukkan kesan minimalis, sederhana, dan juga modern. Gaya arsitektur ini berkaitan dengan kawasan Norwegia, Swedia, Finlandia, Islandia, dan juga Denmark; yang mana negara-negara tersebut juga termasuk negara maju yang memanfaatkan teknologi seperti panel surya untuk listrik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelum permulaan awal abad ke-20, gaya arsitektur ini sepenuhnya bersifat gaya arsitektur Eropa atau vernakular. Bangunan-bangunan pada abad pertengahan kuno memiliki sifat yang tidak autentik dan dibangun dengan cara sederhana menggunakan bahan dan pengetahuan yang berasal dari lokal, selain itu struktur vernakular yang digunakan sebelumnya dibangun tanpa inovasi dari arsitek, dengan kurangnya pengetahuan arsitektur yang bersifat formal tersebut mendorong keterampilan dan pengetahuan dari waktu ke waktu ; yang pada akhirnya para pembangun mementingkan fungsi daripada bentuk. Rumah-rumah\u00a0 pada masa Skandinavia kuno dikatakan dibangun dengan bahan terbattas di atas permukaan yang tidak rata, hal tersebut dapat dilihat pada rumah rumput di Islandia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/07\/31\/arsitektur-skandinavia\/2-2\/\" rel=\"attachment wp-att-2864\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-2864\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/07\/2.jpg\" alt=\"\" width=\"552\" height=\"368\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Gambar 2. Rumah Rumput (Anonim, 2019)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Arsitektur Skandinavia pada era modern berasal dari pendekatan akar rumput terhadap bangunan\u00a0; bangunan awal menggabungkan elemen neoklasik dengan gaya bangunan tradisional yang berasal dari praktik lokal. Pada tahun 1930-an, gerakan arsitektur Skandinavia berkembang setelah pada sebuah pameran di dua arsitek dari Stockholm memperkenalkan konsep Fungsionalisme\u00a0; bangunan yang menerapkan konsep ini memperhatikan kondisi dari manusia dan arsitek mengingkan bentuk bangunan yang sederhana namun bermanfaat bagi manusia dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Arsitektur Skandinavia memiliki karakteristik minimalis, penggunaan cahaya alami, skema warna netral, dekorasi yang nyaman, mekanika rumah yang efisien, bangunan yang bekerja dengan alam, dan memiliki bentuk yang tidak biasa\u00a0; desainnya cenderung bersifat fungsional dan seimbang dengan minimnya dekorasi dan garis-garis yang bersih, berdasarkan fakta bahwa negara Skandinavia dan Nordik utara kekurangan sinar matahari pada musim dingin, maka dari itu hunian yang dirancang dapat mendapatkan cahaya alami yang berasal dari dinding kaca, ruangan terbuka, dan penggunaan <em>skylight\u00a0; <\/em>skema warna dari hunian Skandinavia bersifat netral dan ringan, sehingga membuat rumah ini tampak lebih terang\u00a0; arsitek Skandinavia merancang bebtuk dan siluet pada bangunan yang dimana bedampak pada bentuk yang fungsional dalam mengobarkan estetika\u00a0; terakhir, hunian Skandinavia terinspirasi dari alam, iklim tempar gaya arsitektur ini berkembang adalah iklim dingin, sehingga material utama berupa kayu untuk menunjukkan kesan alami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain itu, furniture yang digunakan dekorasi dari arsitektur Skandinavia bersifat sederhana, minim, dan detaik, serta adanya penggunaan tanaman untuk menunjukan integrasi dengan alam. Hunian Skandinavia juga termasuk bangunan yang bersifat ramah lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/07\/31\/arsitektur-skandinavia\/attachment\/3\/\" rel=\"attachment wp-att-2865\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-2865\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/07\/3.jpg\" alt=\"\" width=\"536\" height=\"270\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Gambar 3. Interior Skandinavia (Elle Decor Editors, 2019)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2022\/07\/31\/arsitektur-skandinavia\/attachment\/4\/\" rel=\"attachment wp-att-2866\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-2866\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/07\/4.jpg\" alt=\"\" width=\"535\" height=\"361\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Gambar 4. Bangunan Skandinavia Kontemporer (Lee, 2016)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Referensi\u00a0:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Anonim. (2019, Agustus 21). <em>All About Icelandic Turf Houses and Which Ones to Visit<\/em>. Diakses dari https:\/\/www.icelandtravel.is\/blog\/icelandic-turf-houses\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Savoie, G. (2022, Mei 2). <em>12 Beautiful Scandinavian Interior Design Concepts<\/em>. Diakses dari https:\/\/www.mydomaine.com\/scandinavian-interior-design-ideas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Admin. (2020, Januari 2). <em>Apa Itu Arsitektur Skandinavia?. <\/em>Diakses dari https:\/\/arsitektur.uma.ac.id\/2020\/01\/02\/apa-itu-arsitektur-skandinavia\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ruhulessin, M. F. (2021, Juli 5). \u00a0<em>Seperti Apa Arsitektur Skandinavia? Ini Penjelasannya<\/em>. Diakses dari https:\/\/properti.kompas.com\/read\/2021\/07\/05\/213000621\/seperti-apa-arsitektur-skandinavia-ini-penjelasannya?page=all<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Archganicg. (2021, Juli 8). <em>Perkembangan Gaya Arsitektur Scandinavian dan Cirinya<\/em>. Diakses dari https:\/\/architetturaorganica.org\/perkembangan-gaya-arsitektur-scandinavian-dan-cirinya\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sustainable 9. (2019, April 10). <em>Scandinavian Architecture &amp; Modern Homes: The Ultimate Guide<\/em>. Dikases dari https:\/\/sustainable9.com\/scandinavian-architecture-guide\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Elle Decor Editors. (2019, November 20). <em>OUR FAVORITE SCANDINAVIAN DESIGN TRENDS<\/em>. https:\/\/www.elledecor.com\/design-decorate\/trends\/g2475\/scandinavian-trends\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lee, P. (2016, Agustus 7). <em>Simplicity and Perfection of Contemporary Scandinavian Architecture<\/em>. Diakses dari https:\/\/www.widewalls.ch\/magazine\/scandinavian-architecture<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : 2440022454 \u2013 Noviola Esther \u00a0 Gambar 1. Interior dari Arsitektur Skandinavia (Savoie, 2022) Pada saat ini, salah satu gaya arsitektur yang berpengaruh adalah gaya arsitektur Skandinavia; gaya arsitektur ini merupakan gaya arsitektur yang menunjukkan kesan minimalis, sederhana, dan juga modern. Gaya arsitektur ini berkaitan dengan kawasan Norwegia, Swedia, Finlandia, Islandia, dan juga Denmark; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2868,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2862"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2862\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2875,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2862\/revisions\/2875"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}