    {"id":2284,"date":"2021-11-23T09:43:47","date_gmt":"2021-11-23T02:43:47","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/?p=2284"},"modified":"2021-11-23T09:43:47","modified_gmt":"2021-11-23T02:43:47","slug":"rumah-limas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/11\/23\/rumah-limas\/","title":{"rendered":"Rumah Limas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh : <span style=\"font-weight: 400\">Noviola Esther &#8211; 2440022454\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/11\/23\/rumah-limas\/screenshot-2021-11-23-093713\/\" rel=\"attachment wp-att-2287\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-2287\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/11\/Screenshot-2021-11-23-093713.jpg\" alt=\"\" width=\"349\" height=\"207\" \/><\/a><strong>Gambar 1.<\/strong> Rumah Limas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumatra Selatan merupakan salah satu provinsi yang terletak di Pulau Sumatra; ibukota provinsi ini, Palembang, dinyatakan sebagai salah satu kota tertua di Indonesia. Berdasarkan topografinya, kota Palembang dikelilingi dan bahkan terendam oleh air. Sumber air tersebut berasal dari sungai, rawa, dan hujan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Rumah Limas merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi ini.\u00a0 Rumah ini memiliki bentuk panggung atau bertingkat, dan dibangun dengan menggunakan teknik sambung kayu. Umumnya, rumah ini memiliki luas 400 hingga 1000 meter persegi. Kata \u2018Limas\u2019 pada rumah ini terdiri dari dua kata \u2018lima\u2019 dan \u2018emas\u2019, kata-kata tersebut mengandung makna tujuan dari rumah adat ini yaitu\u00a0:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keagungan dan kebesaran\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Rukun dan damai\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Adab dan sopan santun\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Aman, subur, dan sentosa<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Makmur dan sejahtera<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Rumah adat ini dibangun menggunakan tiga jenis material kayu; tiang atau pondasi dari rumah ini menggunakan kayu ulin atau uglen\u00a0; pintu, pagar, dan lantai rumah ini terbuat dari kayu tembesu\u00a0; kerangka dari rumah ini menggunakan kayu seru, namun dikarenakan oleh kepercayaan Suku Palembang, yang dimana kayu seru tidak boleh diinjak, maka kayu seru tidak digunakan sebagai peyangga. Atap Rumah Limas menggunakan genteng khas Palembang, bela boolo, pada bagian depan atap rumah memiliki kemiringan 11 hingga 15 derajat, sedangkan pada bagian tengah memiliki kemiringan 45 hingga 60 derajat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/11\/23\/rumah-limas\/screenshot-2021-11-23-093729\/\" rel=\"attachment wp-att-2286\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-2286\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/11\/Screenshot-2021-11-23-093729.jpg\" alt=\"\" width=\"282\" height=\"215\" \/><\/a><strong>Gambar 2.<\/strong> Gambar Teknik Rumah Limas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tata ruang dari rumah adat ini relatif simetris dan terdiri dari tiga pembagian zona, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">public, semi-private, private <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">service.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Rumah adat ini terdiri dari empat bagian\u00a0:<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Depan<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagian depan terhubung dengan tangga dan pada bagian ini digunakan sebagai teras.<\/span><\/p>\n<p><strong>2. Tengah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagian tengah merupakan bagian tertinggi di Rumah Limas. Bagian tengah difungsikan sebagai kamar pengantin dan diperuntukkan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tetuo <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(orang tua)<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>3. Belakang<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagian belakang rumah ini, pawon dipisah oleh sebuah jembatan yang dikenal dengan nama garang, ruanagan belakang ini umumnya digunakan untuk aktivitas keseharian perempuan. Selain itu, ruang ini juga berfungsi sebagai ruang serbaguna dan dapur.<\/span><\/p>\n<p><strong>4. Bawah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagian bawah, merupakan kolong yang juga digunakan sebagai tempat penyimpanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Rumah Limas dibangun dengan jendela yang berukuran besar, serta pada setiap ruang kekijing terdapat sepasang jendela. Kemudian, berdasarkan dari arah pembangunannya, rumah ini terbagi menjadi dua jenis:<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Matoari Edop:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada bagian Rumah Limas yang menghadap ke arah timur, disebut sebagai Matoari Edop. Makna dari pembangunan ini berdasarkan dari arah terbit matahari, yang dimana melambangkan awal mula kehidupan manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>2. Matoari Mati:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebaliknya pada Matoari Mati, sebutan ini adalah untuk bagian rumah yang menghadap ke arah barat.\u00a0 Makna pembangunan ini didasarkan pada arah terbenamnya matahari dan melambangkan akhir dari kehidupan manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagian bertingkat dari rumah ini disebut sebagai ruang Kekijing atau Bengkilas. Bagian Kekijing ini terdiri dari lima bagian, selain itu terdapat suatu filosofi yang dimana digunakan untuk mengatur fungsi dari setiap ruang kekijing tersebut; filosofi tersebut berdasarkan pada jenis kelamin, usia, bakat, pangkat, dan martabat.<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Tingkat Pertama:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada kekijing tingkat pertama, Pagar Trenggalung, ruangan ini tidak memiliki pembatas dan digunakan untuk menerima tamu. Keunikan pada ruangan ini yaitu, orang-orang yang berada di luar tidak dapat melihat aktivitas orang di dalam tetapi sebaliknya, orang-orang yang berada di dalam dapat melihat orang yang berada di luar. Pada bagian ini, terdapat lawang kipas, dan apabila dibuka, akan membentuk langit-langit ruangan, sementara itu apabila ditutup akan membentuk selasar atau dinding.<\/span><\/p>\n<p><strong>2. Tingkat Kedua:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada kekijing tingkat kedua, Jogan, ruangan ini digunakan sebagai tempat berkumpulnya laki-laki di rumah ini. Selain itu, ruangan ini juga berfungsi sebagai ruang kerja atau tempat menginapnya tamu.<\/span><\/p>\n<p><strong>3. Tingkat Ketiga:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada kekijing tingkat ketiga, ruangan ini bersifat lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">private<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, letaknya lebih tinggi dan memiliki sekat. Ruangan ini digunakan untuk tamu undangan khusus, seperti tamu atau kerabat yang sudah paruh baya.<\/span><\/p>\n<p><strong>4 .Tingkat Keempat:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tingkat keempat merupakan ruangan yang digunakan oleh tamu yang memiliki ikatan darah serta untuk tamu yang dihormati oleh pemilik rumah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>5. Tingkat Kelima:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada tingkat kelima, Gegajah, ruangan ini merupakan ruangan terluas di dalam rumah. Ruangan ini diperuntukkan untuk orang yang dihormati serta memiliki kedudukan yang sangat tinggi di keluarga dan masyarakat. Pada bagian ini, terdapat undakan lantai, amben, ruang amben ini digunakan sebagai tempat bermusyawarah penghuni gegajah. Selain itu, pada ruangan ini juga terdapat kamar pengantin, ruangan ini digunakan apabila pemilik rumah mengadakan pernikahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kebudayaan Palembang dipengaruhi oleh nilai-nilai agama Islam, kebudayaan Melayu, serta kebudayaan Cina. Kijing merupakan simbol yang digunakan untuk menjelaskan garis keturunan pemilik rumah; tingkatan kijing terdiri dari Raden atau Masagus, Kemas, dan Kiagus; ukiran-ukiran yang digunakan seperti naga, guci, dan kulit kerang. Kebudayaan Melayu dapat dilihat dari ornamennya, seperti; itik sekawan, lebah bergantung, semut bergiring, itik pulang petang, serta motif flora.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/11\/23\/rumah-limas\/screenshot-2021-11-23-094114\/\" rel=\"attachment wp-att-2288\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-2288\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/11\/Screenshot-2021-11-23-094114.jpg\" alt=\"\" width=\"505\" height=\"164\" \/><\/a><strong>Gambar 3.<\/strong> Motif Flora<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada bagian atap Rumah Limas terdapat Simbar serta Tanduk Kambing, selain sebagai ornamen, Simbar digunakan sebagai penangkal petir, sementara itu, Tanduk Kambing berfungsi untuk mempertegas keberadaan dari Simbar.<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Simbar:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melati: merupakan ornamen melati yang melambangkan kesejahteraan dan kedamaian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Trisula: merupakan ornament yang dibuat berdasarkan dari senjata tradisional Palembang, Selain itu berdasarkan pada ajaran agama Hindu, Trisula yang memiliki tiga ujung tajam menggambarkan pengetahuan, perbuatan, dan perilaku.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Tanduk Kambing:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Setiap Rumah Limas memiliki jumlah Tanduk Kambing yang berbeda-beda, serta ornamen ini dipegaruhi oleh filosofi agama Islam.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">2: Melambangkan penciptaan manusia, Adam dan Hawa.<\/span><\/li>\n<li>3: Melambangkan bulan, bintang, dan matahari, bentuk kuasa Tuhan.<\/li>\n<li>4: Melambangkan 4 sahabat Nabi.<\/li>\n<li>5: Melambangkan Rukun Islam.<\/li>\n<li>7: Melambangkan 7 lapisan bumi, 7 lapisan langit, dan sebagainya; ornamen ini juga melambangakan kuasa Tuhan.<\/li>\n<li>25: Melambangkan 25 orang Nabi Pilihan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>3. Pucuk Rebung:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ornamen berbentuk bunga serta dedaunan ini terletak pada tingkat Kekijing Pertama, Pagar Trenggalung; selain itu pada Pagar Trenggalung juga terdapat ornamen kembang tanjung atau bunga mawar yang melambangkan selamat datang.<\/span><\/p>\n<p><strong>4. Bunga Teratai:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ornamen ini digunakan untuk menghiasi dinding dan juga bunga teratai ini mengandung filosofi berdasarkan ajaran agama Hindu dan Buddha, yang dimana melambangkan kelahiran Buddha, serta melambangkan kesucian dan kasih. Ornamen ini menggunakan warna putih serta merah.<\/span><\/p>\n<p><strong>5. Buah Srikaya:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ornamen ini terdiri dari stilasi daun-daun yang berbentuk mahkota, simbol ini mengandung makna Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain ini, simbol ini terikat dengan nilai-nilai agama, adat, dan sistem sosial masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><strong>6. Daun atau Sulur-Suluran:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Motif ini digambarkan melalui bentuk tanaman Paku Tanduk Rusa.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Daun berbentuk mahkota<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Daun berbentuk pilin serta suluran memanjang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Daun berbentuk sulur bebas yang berangkai<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Anonymous. (n.d.). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Rumah Adat Limas Berasal dari. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/budayanesia.com\/rumah-adat-limas-berasal-dari\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dinas Komunikasi dan Informatika KOTA PALEMBANG. (n.d.). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sejarah Kota Palembang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. https:\/\/palembang.go.id\/sejarah-kota-palembang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Wahyuni, I. (n.d.). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Rumah Limas, Rumah Tradisional Sumatera Selatan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.gosumatra.com\/rumah-limas-sumatera-selatan\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Viral Food Travel. (2021, Juli 16). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Rumah Adat Sumatera Selatan, Mengenal Limas yang Khas.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 https:\/\/kumparan.com\/viral-food-travel\/rumah-adat-sumatera-selatan-mengenal-limas-yang-khas-1w8cQQmyTRc\/full\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Publisher. (2020, Januari 30).<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400\">Sejarah Rumah Limas Adat Palembang.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> https:\/\/dipalembang.com\/sejarah-rumah-limas-adat-palembang\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Anonymous. (n.d.). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mengenal Filosofi Rumah Limas, Rumah Tradisional Khas Suamtera Selatan. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/id.theasianparent.com\/rumah-limas<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Administrator. (2019, Juni 26). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Filosofi Dibalik Uniknya Rumah Limas Sumatera Selatan.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> https:\/\/indonesia.go.id\/ragam\/budaya\/kebudayaan\/filosofi-dibalik-uniknya-rumah-limas-sumatera-selatan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Anonymous. (n.d.). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Rumah Limas, Rumah Kayu yang Menjadi Simbol Prestise Pemiliknya.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> https:\/\/indonesiakaya.com\/pustaka-indonesia\/rumah-limas-rumah-kayu-yang-menjadi-simbol-prestise-pemiliknya\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tondi, M. L. dan Iryani, S.Y. (2018, Juni). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">NILAI DAN MAKNA KEARIFAN LOKAL RUMAH TRADISIONAL LIMAS PALEMBANG SEBAGAI KRITERIA MASYARAKAT MELAYU<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/326097812_NILAI_DAN_MAKNA_KEARIFAN_LOKAL_RUMAH_TRADISIONAL_LIMAS_PALEMBANG_SEBAGAI_KRITERIA_MASYARAKAT_MELAYU<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Indriani, I., Ratna, A. M., dan Budiarto A. (2019). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Pengaruh Gaya Arsitektur Melayu pada Elemen Tampak Bangunan Rumah Limas Palembang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. http:\/\/journal.unika.ac.id\/index.php\/tesa\/article\/download\/1182\/pdf<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dekoruma, K. (2018, Augustus 22). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Punya Filosofi, Ini Nih 6 Makna dan Fakta Rumah Limas!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. https:\/\/www.dekoruma.com\/artikel\/72942\/makna-dan-fakta-rumah-limas<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kevin J. (2020, Augustus 10). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Rumah adat Limas &amp; Penjelasannya (ARSITEKTUR, CIRI, GAMBAR).<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Retrieved October 30, 2021 from https:\/\/www.selasar.com\/rumah-adat\/limas\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ardiansyah, A. (2011). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Simposium Alam Bina Serantau<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. https:\/\/repository.unsri.ac.id\/25435\/1\/Simposium_Alam_Bina_Serantau.pdf<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Noviola Esther &#8211; 2440022454\u00a0 Gambar 1. Rumah Limas Sumatra Selatan merupakan salah satu provinsi yang terletak di Pulau Sumatra; ibukota provinsi ini, Palembang, dinyatakan sebagai salah satu kota tertua di Indonesia. Berdasarkan topografinya, kota Palembang dikelilingi dan bahkan terendam oleh air. Sumber air tersebut berasal dari sungai, rawa, dan hujan.\u00a0\u00a0 Rumah Limas merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2285,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2284","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2284"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2650,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2284\/revisions\/2650"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}