    {"id":2134,"date":"2021-09-28T06:54:00","date_gmt":"2021-09-27T23:54:00","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/?p=2134"},"modified":"2021-09-28T06:56:04","modified_gmt":"2021-09-27T23:56:04","slug":"7-days-of-architecture-day-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/09\/28\/7-days-of-architecture-day-3\/","title":{"rendered":"7 Days of Architecture: Day 3"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh : Vanes Suryadi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Stasiun kereta Nampak lengang hanya ada suara penumpang berceloteh tidak penting, Dova yang menunggu kereta disibukkan dengan rekannya yang belum juga datang, Sika, seorang mahasiswi semester 2 juga, yang kemarin ikut Dova mengabadikan Arsya House di kebon jeruk, hari ini dia juga mau ikut Dova berpetualang untuk mencari foto rumah yang arsitekturnya baik, lima menit kemudian seorang perempuan terlihat repot membawa tabung gambar dan ransel di seberang peron, Ketika Dova melihat perempuan itu, dia langsung tahu itu siapa, tapi Dova lebih memilih melihat sosial medianya. Perempuan itu Sika tentunya, entah apa yang ada dipikirannya membawa tabung gambar dan ransel besar Ketika mau berjalan santai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cRepot juga bawaan lu.\u201d Dova mengomentari bawaan Sika yang amat berbeda dengan dirinya, Dova hanya membawa tas selempang kecil, sedangkan Sika membawa tas laptop dan tabung gambar pula, mau gambar apa dia?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cUdahlah jangan cerewet, gue ada tugas bikin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">paper<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, kudu jadi besok pula, jadi nanti nongkrong agak lamaan, mau kerja.\u201d Sika meletakan tabungnya di lantai peron stasiun, mereka masih menunggu kereta yang belum terlihat ujung peron.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKita hari ini mau ke mana?\u201d Sika bertanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cTangerang, ada rumah yang bagus banget, nanti lu kudu lihat.\u201d Dova memerhatikan seberang peron, ada sekumpulan Wanita cantik yang duduk berderet pada satu kursi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cGile, jauh juga.\u201d Sika hanya berkomentar sedikit, kemudian lengkingan Panjang klakson kereta terdengar di gendang telinga, kereta datang, pertanda petualangan dimulai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">_________________________________________________________________________________________________<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">DJ House, Tangerang, Banten<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dibawah awan kelabu kedua mahasiswa ini tiba di depan DJ House, setibanya di sana, mereka langsung disambut oleh sebuah fasad yang menarik dari rumah itu. Rumah ini dilapisi oleh roster batu bata, sehingga tema industrialnya sangat melekat sekali pada rumah ini, sama seperti kemarin, Dova berseru pelan dari muka rumah itu, berselang beberapa lama, mereka disambut ramah oleh sang pemilik rumah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSelamat siang, ada apa urusan apa ya?\u201d sang pemilik rumah keluar dari pintu rumah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSaya Dova Sentari, yang menelpon semalam, saya mau izin untuk mengabadikan rumah kakak untuk di analisa buat tugas kuliah.\u201d Dova menjawab.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cOh, boleh-boleh, silahkan masuk.\u201d Dova mengangguk dan melangkahkan kakinya masuk ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ramp carport <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">rumah itu dan masuk ke dalam rumah melalui pintu utama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketika masuk, Dova dan Sika disambut oleh ruang tamu yang sederhana dengan furniture ala kayu dengan perpaduan warna putih dan coklatnya, tidak lupa furniture itu juga menyatu dengan tembok semen tanpa plester.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSilahkan duduk dulu.\u201d Pemiliki rumah menunjuk sofa besar yang menempel pada dinding, Dova dan Sika duduk, ketika Sika duduk, dia harus menaruh tabung gambarnya di samping sofa, kebeteluan di samping sofa itu terdapat pot tanaman, menambah kesan yang berimbang antara industrial dan tropis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/09\/28\/7-days-of-architecture-day-3\/aaaaaaaaa\/\" rel=\"attachment wp-att-2137\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2137\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/09\/aaaaaaaaa.jpg\" alt=\"\" width=\"460\" height=\"307\" \/><\/a>(Source: archdaily.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cTadi ada perlu apa ya ke sini?\u201d Pemilik rumah duduk di salah satu kursi yang ada di ruang tamu tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSaya mau izin mendokumentasikan beberapa bagian dari rumah ini, buat tugas kuliah kak.\u201d Dova dengan suaranya yang \u201clembut\u201d mengutarakan apa yang dia ingin lakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cOh, silahkan.\u201d Pemilik rumah memersilahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dova mulai beranjak dari sofa dan mulai mengambil gambar yang mungkin dia bisa ambil, pertama dapur, dapur yang ada di DJ House ini tidak bisa dibilang besar, ukurannya sedang-sedang saja, dan dapur ini digabung dengan ruang makan. Dapur dan ruang makan ini mengangkat tema industrial yang amat pekat sekali dengan penggunaan dinding bata, beruntung tempat ini mendapat pencahayaan yang bagus, baik dari <em>inner courtyard<\/em> yang terletak di bagian belakang rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/09\/28\/7-days-of-architecture-day-3\/ssssssssssa\/\" rel=\"attachment wp-att-2136\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2136\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/09\/ssssssssssa.jpg\" alt=\"\" width=\"519\" height=\"347\" \/><\/a>(Source: archdaily.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dova kemudian bergerak menuju ke lantai dua rumah itu. Lantai duanya terdapat area-area yang luas. Karena Dova sudah melihat-lihat rumah ini di internet kemarin, dia tau harus ke mana untuk mencari gambar, yaitu menuju ke balkon yang ada di lantai dua, di sana merupakan tempat di mana pemilik rumah bisa bersantai dengan keluarga, teman atau mungkin kerabat-kerabat lainnya, balkon ini menghadap ke arah barat, tempat matahari akan terbenam. Selesai dari balkon, dova berkeliling lagi sebentar, dia hanya perlu mengebadikan beberapa ruang saja, tidak perlu sampai semua ruang diabadikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/09\/28\/7-days-of-architecture-day-3\/dadasasdasd\/\" rel=\"attachment wp-att-2135\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2135\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/09\/dadasasdasd.jpg\" alt=\"\" width=\"522\" height=\"349\" \/><\/a>(Source: archdaily.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dova sudah selesai dalam mengabadikan bagian-bagian utama dari rumah ini, dia kemudian berpamitan kepada pemilik rumah, pemilik rumah mengiyakan, kedua mahasiswa itu meninggalkan rumah dan bergerak untuk menaiki taksi online yang sudah mereka pesan.<\/p>\n<p>_________________________________________________________________________________________________<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Stasiun kereta Manggarai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah melalui hari yang melelahkan, Dova dan Sika memutuskan untuk makan roti di sebuah toko roti yang terletak di bangunan utama stasiun manggarai, tidak lupa ditemani dengan suara penumpang berlalu Lalang dan juga suara mesin berat yang sedang membangun Gedung baru stasiun begitu pun suara kereta yang silih berganti memasuki dan meninggalkan stasiun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sika sedang berkutat pada layar laptop, Dova sedang duduk, menikmati <em>croissant <\/em>dan juga sebotol air mineral dingin, tidak lupa dia juga melihat Kembali hasil-hasil foto yang telah ia kumpulkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cMasih belum <em>paper<\/em>nya?\u201d Dova meremuk kertas roti yang dia pegang, bertanya kepada Sika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cUdah nih tinggal ubah jadi pdf.\u201d Sika meminum air mineral yang ia juga pesan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dova mengangguk, menengok ke peron stasiun, kereta silih berganti berhenti dan pergi dari stasiun, tidak lama, butiran air mulai terlihat di ujung mata, Hujan! Dova panik, dia lupa membawa payung, dan kereta mereka berada di peron 7, yang di mana mereka harus melewati tempat-tempat terbuka tanpa atap stasiun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cLu udah siap basah-basahan?\u201d Dova menengok Sika di balik layar laptop miliknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cBasah?\u201d Tanya Sika kebingungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cItu hujan coi, deres lagi.\u201d Suara hujan seketika mengalahkan bisingnya klaskon kereta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201coh, santai.\u201d Sika memerhatikan hujan sebentar, wajahnya yang bersinar karena layar laptop, sekarang sudah tidak lagi karena laptopnya sudah dimatikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cHah? Gimana?\u201d Dova semakin bingung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tanpa berkata Sika meninggalkan kursi dan bergerak keluar dari toko roti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cEh lu belum jawab pertanyaan gue, gimana kita bisa lewatin hujan sederes ini?\u201d Dova sedikit kesal, Sika kemudian membuka tabung gambarnya, Dova terkejut apa yang ada di dalam tabung itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cIni kan yang lo cari?\u201d Sika mengeluarkan payung besar berwarna hijau dari tabung miliknya, Dova Nampak tercengang, dia tidak menyangka tabung gambar punya kegunaan lain selain menaruh gambar kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cYaudah ayo, keretanya udah nunggu.\u201d Sika membuka payung dan mulai bergerak menyeberang, mereka berdua berjalan menyeberangi peron di bawah payung yang di terpa hujan yang tampias, menuju ke kereta.<\/p>\n<p>_________________________________________________________________________________________________<\/p>\n<p>Rumah Dova.<\/p>\n<p>Setelah menaruh foto di komputer dan menaruhnya di email, Dova belum memikirikan dengan matang kata-kata pelengkapnya, selang beberapa saat Dova akhirnya mulai mengetik.<\/p>\n<p>\u201cKesimpulan dari DJ House yang terletak di Tangerang: DJ House merupakan sebuah rumah dengan estetikanya paling konsisten, dengan tampak dan isi yang industrial, tidak lupa dengan pencahayaan yang bagus mengisi rumah itu, membuat rumah ini menjadi arsitektur yang baik menurut saya. Dova Sentari 24xxxxxxxx.\u201d Email itu dikirim ke dosen Dova pada pukul 20.55.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.archdaily.com\/965874\/dj-house-studie\">https:\/\/www.archdaily.com\/965874\/dj-house-studie<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/dj-house-3\">https:\/\/www.arsitag.com\/project\/dj-house-3<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Vanes Suryadi Stasiun kereta Nampak lengang hanya ada suara penumpang berceloteh tidak penting, Dova yang menunggu kereta disibukkan dengan rekannya yang belum juga datang, Sika, seorang mahasiswi semester 2 juga, yang kemarin ikut Dova mengabadikan Arsya House di kebon jeruk, hari ini dia juga mau ikut Dova berpetualang untuk mencari foto rumah yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2138,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2134"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2144,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2134\/revisions\/2144"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}