    {"id":1935,"date":"2021-07-18T09:17:36","date_gmt":"2021-07-18T02:17:36","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/?p=1935"},"modified":"2021-07-18T09:17:36","modified_gmt":"2021-07-18T02:17:36","slug":"perbedaan-rumah-adat-batak-karo-dan-dayak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/18\/perbedaan-rumah-adat-batak-karo-dan-dayak\/","title":{"rendered":"Perbedaan Rumah Adat Batak Karo dan Dayak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Oleh: <span style=\"font-weight: 400\">Vanessa Brigita Suwandi &#8211;\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">2301859184<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Rumah Adat Dayak<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Rumah Radakng\/ rumah panjang merupakan salah satu rumah Panjang yang menjadi rumah adat bagi Suku Dayak, Kalimantan Barat. Rumah Radakng merupakan salah satu rumah tradisional terbesar yang ada di Indinesia. Nama Rumah Betang atau Rumah Radakng adalah untuk balai di kalimantan selatan, dan lamin untuk kalimantan timur. Namun Rumah Panjang Dayak memiliki bentuk dan komponen arsitektur yang hampir sama dengan rumah Radakng dan Betang. Rumah panjang merupakan gambaran sosial kehidupan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Rumah panjang Dayak memiliki panjang sekitar 180 meter dan lebar 6 meter. Rumah panjang itu memiliki sekitar 50 kamar, yang umumnya dihuni oleh banyak keluarga. Untuk memasuki rumah panjang, keluarga menggunakan tangka atau tangga. Rumah panjang memiliki bentuk yang sempit tetapi dengan panjang yang ekstrim.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ciri pertama dan menonjol dari rumah adat Kalimantan Timur ini adalah ukiran etnik yang indah berupa gambar-gambar yang bermakna. Gambar ukiran biasanya memiliki motif makhluk hidup. Seperti penampakan wajah manusia, tumbuhan, hewan, dll. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, ukiran yang dibuat dapat menjaga keluarga yang menempatinya dari bahaya ilmu hitam yang menyerang sewaktu-waktu.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/18\/perbedaan-rumah-adat-batak-karo-dan-dayak\/screenshot-2021-07-18-091104\/\" rel=\"attachment wp-att-1942\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-1942\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-18-091104.jpg\" alt=\"\" width=\"466\" height=\"349\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 1.<\/strong> Rumah Adat di Kalimantan<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa contoh ornament dari rumah adat ini :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">1. Ornamen dinding<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/18\/perbedaan-rumah-adat-batak-karo-dan-dayak\/screenshot-2021-07-18-091159\/\" rel=\"attachment wp-att-1941\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-1941\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-18-091159.jpg\" alt=\"\" width=\"479\" height=\"356\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 2.<\/strong> Contoh Ornamen Dinding Rumah Adat Kalimantan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Karakteristik rumah adat Dayak :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\"> Rumah panjang memiliki tinggi 5 sampai 8 meter, tinggi rumah panjang tergantung dari tinggi tiang penyangga rumah<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\"> Panjang rumah ini bisa mencapai 150 hingga 180 meter<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\"> Lebar rumah panjang mencapai 6 meter<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\"> Rumah panjang bisa memiliki sekitar 50 kamar, kamar ini umumnya dihuni oleh banyak keluarga<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Rumah adat Batak Karo<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Rumah Adat Batak Karo berasal dari Sumatera Utara. Rumah adat Batak Karo memiliki ornamen unik seperti tanduk kerbau yang digunakan pada rumah adat sebagai ornamen. Rumah Batak Karo memiliki struktur atap yang unik, atap yang menghadap ke barat memiliki tanduk kerbau jantan dan atap yang menghadap ke timur memiliki tanduk kerbau betina. Tanduk kerbau dilambangkan sebagai pengusir hawa nafsu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Rumah adat Batak Karo juga cukup populer dan sering dikenal dengan nama rumah adat Siwaluh Jabu yang artinya rumah ini bisa ditempati oleh delapan keluarga. Yang membedakan dengan rumah adat lainnya adalah bentuk rumah adat Batak Karo yang cukup megah dengan tambahan tanduk kerbau. Atap rumah adat ini menggambarkan status sosial dengan ukuran yang lebih besar dan penataan atap yang lebih rumit. Rumah adat Batak Karo berukuran 17 x 12 m2 dan tingginya 12 m. Bentuk rumah simetris di kedua sisinya, sehingga pintu masuk di kedua sisinya terlihat sama. Bentuk atapnya memiliki tonjolan, fungsi utama dari tonjolan ini adalah untuk memungkinkan keluarnya asap dari tunggul di dalam rumah.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/18\/perbedaan-rumah-adat-batak-karo-dan-dayak\/screenshot-2021-07-18-091222\/\" rel=\"attachment wp-att-1940\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-1940\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-18-091222.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"239\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 3.<\/strong> Rumah Adat Batak Karo<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa contoh ornament dari rumah adat Batak Karo :\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">1. Ornament lumut-lumut lawit<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/18\/perbedaan-rumah-adat-batak-karo-dan-dayak\/www\/\" rel=\"attachment wp-att-1939\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-1939\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/www.jpg\" alt=\"\" width=\"298\" height=\"184\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 4.<\/strong> Ornamen Lumut-Lumut Lawit<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ornamen ini diambil dari gambar rumput laut dengan lumut yang tersebar di laut di bebatuan. Rumput laut yang licin akan menjaga batu karang yang merupakan kekuatan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya di alam laut. ini adalah latar belakang orang Karo dari ornamen lumut, yang mereka yakini dapat menggagalkan niat jahat yang mencoba mengganggu ketenangan pemilik rumah.<\/p>\n<p>2. <span style=\"font-weight: 400\">Ornamen bindu matagah<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/18\/perbedaan-rumah-adat-batak-karo-dan-dayak\/ee\/\" rel=\"attachment wp-att-1938\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-1938\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/ee.jpg\" alt=\"\" width=\"269\" height=\"180\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 5.<\/strong> Ornament Bindu Matagh<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bentuk ornamen ini berupa garis-garis yang bersilangan secara diagonal dan membentuk bujur sangkar yang melambangkan Ordo Simehuli (menyingkirkan yang buruk).<\/p>\n<p>3. Ornament Embun sikawiten<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/18\/perbedaan-rumah-adat-batak-karo-dan-dayak\/eee\/\" rel=\"attachment wp-att-1937\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-1937\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/eee.jpg\" alt=\"\" width=\"362\" height=\"188\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 6.<\/strong> Ornament Embun Sikawiten<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ornamen ini merupakan awan yang berhubungan atau rangkaian awan yang berbarengan yang berarti Rakut Sitelu dalam masyarakat Karo. Lapisan awan atas menunjukkan Kalimbubu dan lapisan awan bawah sebagai pengikut menunjukkan Anak Beru.<\/p>\n<p>4. Ornament cimba lau (tutup dadu)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/18\/perbedaan-rumah-adat-batak-karo-dan-dayak\/eeee\/\" rel=\"attachment wp-att-1936\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-1936\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/eeee.jpg\" alt=\"\" width=\"339\" height=\"168\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 7.<\/strong> Ornament Cimba Lau<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ornamen ini berupa awan yang berbaris di langit, menunjukkan doa-doa orang-orang karo kepada pencipta yang memberi kecerahan pada kehidupan mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.romadecade.org\/rumah-adat-kalimantan-timur\/#!\">https:\/\/www.romadecade.org\/rumah-adat-kalimantan-timur\/#!<\/a><\/p>\n<p><a href=\"blank\">file:\/\/\/C:\/Users\/TOMO\/Downloads\/RUMAH_PANJANG_DAYAK_MONUMEN_KEBERSAMAAN_YANG_KIAN_.pdf<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah_panjang\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah_panjang<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/silima-merga.blogspot.com\/2018\/11\/ornamen-rumah-adat-karo.html\">https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/94495-ID-kajian-semiotik-ornamen-interior-pada-la.pdf<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/silima-merga.blogspot.com\/2018\/11\/ornamen-rumah-adat-karo.html\">https:\/\/silima-merga.blogspot.com\/2018\/11\/ornamen-rumah-adat-karo.html<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Vanessa Brigita Suwandi &#8211;\u00a02301859184 Rumah Adat Dayak Rumah Radakng\/ rumah panjang merupakan salah satu rumah Panjang yang menjadi rumah adat bagi Suku Dayak, Kalimantan Barat. Rumah Radakng merupakan salah satu rumah tradisional terbesar yang ada di Indinesia. Nama Rumah Betang atau Rumah Radakng adalah untuk balai di kalimantan selatan, dan lamin untuk kalimantan timur. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1935"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1945,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1935\/revisions\/1945"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}